Diary of Silver Angel ~ part 1

^^~ annyeong, readers.. ini ff baru author yg ditambah khayalan gila sobat-sobat author.. (re: members Silver Angel) udah pernah baca profil anggota Silver Angel kan? Well,, semoga openingnya bkin readers tertarik! Happy reading..

Title : DIARY of SILVER ANGEL

Author :❤ ryunsa❤ #who is she? o.O*

Cast :

_Silver Angel’s member

_Super Junior’s member

_Shinee’s member

_SNSD’s member

_f(x)’s member

_DBSK’s member

Supporting cast : dirahasiakan

Ocs : 5 Silver Angel’s member (Lee Hun Yoon, Choi Soo In, Kim Eun Yoo, Park Hyun Kyo, Han Ji Wook)

Genre : romance, family

Rating : T

Length : series fic

Disclaimer : cast dan sup. Cast menjadi diri mereka sendiri dalam ff ini. author hanya sebagai pemilik cerita.

.=> part 1 dimulai <=

Di suatu ruang kantor yang rapi dengan susunan ruang kerja bergaya klasik, terlihat 2 orang yang berpaut usia yang cukup jauh sedang berbincang-bincang serius.

“Heechul, kalau dia tidak sampai ke dorm ini bersamamu, kau tahu apa akibatnya? Bukan kau yang menanggungnya. Tapi dirinya sendiri.”

“kumohon jangan. Ia masih kecil. Tidak tahu apa-apa. Terlebih lagi, ahjussi-nya sendiri yang menitipkannya padaku. Apa kau tidak bisa beri sedikit toleransi? Kau tahu kan betapa sulitnya ia diatur? Ia jelas-jelas anak yang sangat keras kepala.”

“huh.. aku tidak peduli sekalipun ia adalah keponakan Yunho, sahabat karibmu dan juga orang yang sangat kukenal. Kenapa satu anak kecil saja tak bisa kau jaga dengan baik? Saat kuputuskan untuk men-trainee dia di China, kau protes dengan alasan disana tak ada yang menjaganya. Dan sekarang setelah kuputuskan ia kembali untuk trainee di Korea, kau juga protes dengan alasan kau tak punya cukup waktu untuk menjaganya.”

“aku tidak akan protes seandainya dulu kau mengijinkan Siwon untuk tinggal sementara di dorm China.”

“kau pikir aku se-pabo itu? Hah? Jika Siwon tinggal di China untuk menggantikanmu menjaga anak kecil itu, apa kau akan menggantikan Siwon untuk syuting drama terbarunya?” Heechul hanya bisa menggerutu pelan sementara Sooman tak berhenti mengoceh.

“Sudah lah! Kau dan anak kecil itu sama saja! sama-sama membuat kepalaku pusing.” Ujar Sooman marah sambil memegang dahinya.

“kau ingin obat sakit kepala?” tanya Heechul. Sooman menggebrak mejanya. BRAKK!

“KAU PIKIR AKU SEDANG BERCANDA? HAH? CEPAT JEMPUT DIA DI BANDARAAA…!!!” teriakan Sooman menggema di seluruh kantor SM Entertainment pagi itu. Membuat Heechul segera keluar ruangan sambil menutup telinganya rapat-rapat. Ya. 2 orang yang berbicara di ruangan tadi adalah Lee Sooman, petinggi sebuah perusahaan Entertainment ternama di Korea Selatan, dan Kim Heechul, personel sebuah boyband terkenal, Super Junior. Heechul terkejut begitu membuka pintu ternyata Siwon, Ryeowook, Kyuhyun, dan Onew ada didepan pintu sejak tadi untuk menguping pembicaraannya dengan Sooman.

“kalian? Hei, sedang apa kalian disini? Menguping ya? Dasar kurang kerjaan!”

“kami hanya menguping sedikit.” Jawab Ryeowook sambil tersenyum malu.

“aku tidak bermaksud menguping. Lagipula aku tidak mengerti yang kau dan Sooman ahjussi bicarakan. Aku hanya ikut-ikutan.” Ujar Onew sambil tertawa pelan.

“hyung, jadi benar dongsaeng kecilku akan pulang ke Korea?” tanya Siwon antusias. Heechul membenahi poni rambutnya sambil bersiul lembut. Ia memang selalu begitu. Jika ada orang yang bertanya dengan semangat padanya, ia akan mengulur-ulur waktu untuk menjawabnya. Dengan sabar, Siwon mengikuti langkah Heechul disampingnya.

“apa benar yang kau dan Sooman sebut ‘anak kecil’ tadi adalah Hyuna?” tanya Kyuhyun yang mulai tidak sabar menunggu kata-kata keluar dari mulut si dingin ‘Heechul’. PLAKK~ Ryeowook melayangkan jitakannya yang cukup kuat ke kepala belakang Kyuhyun.

“AUW!!!”

“yang kau bilang ‘anak kecil’ itu yeojachingu-ku, hyung-mu!”

“aiiish.. ne, arasso. Tapi kau kan tidak perlu memukulku.”

“hyung, bicara lah! Ceritakan pada kami. Tadi kami tak bisa menguping dengan jelas karna pintunya tertutup sangat rapat.” Desak Siwon. Heechul mengehentikan langkahnya tepat di depan mobilnya.

“anak kecil yang suka berulah dan keras kepala bernama Park Hyun Kyo itu sekarang sedang menikmati perjalanannya di pesawat bersama Henry menuju Seoul International Airport.”

“Park Hyun Kyo? Jadi benar Hyuna kembali ke Korea? Aigho! Aku hampir melupakannya karna lama tidak bertemu.” Ucap Onew sambil diam-diam menuliskan sms untuk Key dan memberitahunya tentang apa yang baru saja ia dengar.

“wah, aku sudah tidak sabar tanding game dengannya lagi. Dulu dia menang, tapi sekarang pasti hasilnya berbeda.” Gumam Kyu.

“yak! Kau dan Hyuna memang pantas disebut anak kecil. Awas saja kalau kau mengganggu trainee Hyuna dengan mengajaknya bermain game tanpa melihat waktu!” ancam Heechul sambil mengepalkan tinjunya.

“kapan ia sampai, hyung?” tanya Siwon.

“Mungkin 15 menit lagi mereka sudah sampai. Dan aku harus menjemputnya. Apa ada yang mau ikut?”

“aku ikut!” jawab Onew, Siwon dan Kyuhyun bersamaan. Heechul bingung karna Ryeowook hanya diam.

“aku menunggu saja ya, hyung. Lagipula ada buah apel kita belum dikupas.” Ujar Ryeowook. Heechul mengangguk.

“mwo? Yeojachingu-mu pulang ke Korea setelah pergi selama 2 tahun lebih dan kau tidak menjemputnya di airport malah memikirkan kulit apel yang belum dikupas? Keterlaluan sekali kau, hyung!” ucap Kyuhyun. Tapi yang lain tidak mempedulikannya.

“sebenarnya aku tahu dimana aku bisa menemukan Hyuna lebih dulu dari kalian.” Gumam Ryeowook setelah mereka pergi.

..sementara itu, di sebuah pesawat China yang sedang mengudara dan sebentar lagi mendarat di Korea..

“Hyuna, aku gugup.” Gumam Yunyun sambil melepaskan headset-nya. Hyuna mengalihkan pandangannya dari novel Harry Potter and the deathly hallow.

“tenanglah! Kau kan sudah belajar bahasa Korea dengan Donghae oppa.”

“tapi Donghae oppa tidak disini. Dia masih sibuk dengan drama-nya di Taiwan. Padahal bahasa Korea-ku tidak terlalu fasih. Logat Korea ku pun sangat kaku dan aku hanya bisa berbicara formal. Hanya dia yang bisa menghilangkan kegugupanku.”

“kau jangan terlalu bergantung pada Donghae oppa. Remember, kau harus percaya diri! Aratchi?”

“oke!” jawab Yunyun sambil tersenyum. Tiba-tiba seorang namja tampan yang tampak beberapa tahun lebih tua dari mereka menepuk bahu Hyuna.

“kau tak perlu menyemangatinya, Hyun ah! biarkan saja ia rasakan akibat tidak mendengar perkataanku. Dia pikir trainee itu menyenangkan? Huh!”

“uuh.. koko Henly! Tidak kah kau mengerti perasaanku?” gerutu Yunyun.

“hei! You wanna trainee cause Donghae hyung, right? Don’t lie!” bentak Henry. Yunyun menunduk dalam. Hyuna yang merasa tidak nyaman dengan suasana itu pun segera mengalihkan pembicaraan.

“15 menit lagi kita sampai di bandara. Emm.. sampai di bandara nanti aku ingin pergi ke toilet sebentar. Sebaiknya Henry oppa dan Yunyun segera mencari penjemput kita di bandara.”

“apa kami perlu menemanimu?” tanya Henry. Hyuna menggeleng cepat.

“a..anhi. aku kalau ke toilet agak lama. Jadi sebaiknya kalian berdua menungguku di luar bandara.”

“baiklah. Tapi siapa penjemput kita nanti?”

“pak tua itu pasti mengutus Heechul oppa atau Siwon oppa untuk menjemputku.”

“siapa pak tua, Heechul dan Siwon?” tanya Yunyun yang mulai mempraktekan bahasa Koreanya yang tidak begitu lancar.

“yang kusebut pak tua itu Lee Sooman. Kau mengenalnya kan? Heechul oppa adalah sahabat ahjussi-ku, Yunho ahjussi, sedangkan Siwon oppa sudah kuanggap seperti oppa kandungku sendiri. Ia lah yang dulu mengantarkanku ke China.” Jawab Hyuna. Ia menawarkan permen karetnya pada Yunyun dan Henry. Dan keduanya menolak sambil tersenyum. Beberapa menit kemudian Hyuna, Yunyun dan Henry telah menapakkan kakinya di daratan kota Seoul. Henry segera memasang masker dan kacamata hitam untuk menutupi wajahnya.

“Hyuna, hati-hati ya. Aku dan Henry oppa akan menunggumu di luar.” Ucap Yunyun setelah Hyuna berjalan menjauhi mereka. Hyuna hanya membalasnya dengan senyum tipis dan lambaian tangan kanannya.

“HENRY!” seru Siwon sambil memeluk Henry. Lalu bergantian dengan Kyuhyun.

“apa kabar, magnae?”

“I’m fine.”

“dimana Hyuna?” tanya Heechul yang sedari tadi celingukan kesana-kemari.

“tadi dia bilang mau ke toilet. Jadi kami berdua memutuskan untuk menunggu di luar.” Jawab Yunyun pelan. Onew, Heechul, Siwon dan Kyuhyun menoleh padanya.

“perkenalkan, dia Yunyun, my sister.”

“aku Onew.” Onew tersenyum dan langsung menarik tangan Yunyun dengan semangat dan mengajaknya berjabat tangan.

“tunggu! Kau bilang tadi Hyuna ke toilet? Omo! Siwon, Kyuhyun, kalian bantu aku mencari Hyuna. Onew, kau antarkan Henry dan Yunyun ke dorm.” Ucap Heechul tergesa-gesa. Ia segera menarik tangan Siwon dan Kyuhyun ke arah toilet yeoja.

“hyung, kau kenapa? Hyuna kan sudah 17 tahun. Masak ke toilet saja dikhawatirkan?” gerutu Kyu yang tampak kehabisan napas karna tiba-tiba diajak berlari.

“kau salah, Kyu! Hyuna memang sudah 17 tahun. Tapi tingkahnya yang suka berulah seperti anak berumur 7 tahun dan sikapnya yang berlawanan dengan kata ‘penurut’ bukan hanya membuatku khawatir, tapi juga…” ucapan Heechul terhenti saat ia melihat lorong toilet kosong. Tak ada satu pun yeoja tampak disitu.

“hyung, jangan-jangan seperti di China dulu… Hyuna…” Siwon tampak gugup dan melirik ekspresi Heechul.

“dasar merepotkan saja!” umpat Heechul pelan. Lalu ia segera berlari menerobos kerumunan orang-orang di bandara. Siwon dan Kyuhyun mengikutinya dari belakang.

“HYUNA!” panggil Heechul dengan suara keras. Hyuna tersenyum dan menempelkan permen karet dari mulutnya ke sepatu seseorang yang berjalan disampingnya.

“kyaaa.. apa yang kau lakukan? Menjijikkan!” keluh orang tersebut. Hyuna melihat 3 namja yang mengejarnya semakin dekat.

“mianhe.” Ucap Hyuna sambil berlari. Saat Heechul mengejarnya, ia menabrak orang yang dijahili Hyuna hingga mereka kehilangan jejak Hyuna.

..di sebuah persimpangan jalan dekat pusat jajanan kota Seoul distrik Chunhyang..

“ahjumma, aku mau cake yang itu!” Hyuna menunjuk beberapa kue berwarna-warni lalu memberikan sejumlah uang kepada penjual kue pinggir jalan tersebut. Ia tersenyum senang sambil menggigit cake lembut sambil berjalan pelan menyusuri keramaian sisi kiri jalan yang dipenuhi toko-toko kecil. Hari sudah mulai sore. Sinar matahari mulai meredup dan lampu-lampu jalan dinyalakan. Menambah suasana yang dirindukan Hyuna dulu. Sebelum ia dipaksa pergi trainee ke China.

“ehm.. apakah kau mau memberikan cake-mu untukku, adik kecil?” seorang namja yang memakai topi dan masker dan lebih tinggi dari Hyuna menghalangi jalannya.

“aku tidak mau. Dan jangan panggil aku anak kecil. Umurku 17 tahun.”

“kalau aku mentraktirmu dinner, apa kau akan memberikan cake-mu sebagai imbalannya?” tanya namja itu lagi. Ia membuka topi dan maskernya hingga Hyuna dapat melihat wajahnya dengan jelas.

“Wookie oppa?”

“ne, chagi. Jeongmal bogoshippo!” Ryeowook memeluk Hyuna. tak sengaja membuat cake yang dipegang Hyuna terjatuh. Hyuna melepaskan pelukannya.

“kan cake-nya jatuh! Oppa sih!” gerutunya sambil mengerucutkan bibir. Ryeowook tertawa.

“hahaa.. kau tenang saja. oppa akan membelikan cake yang lebih besar dan lebih enak dari itu.”

“anhi. Aku mau oppa menggantinya dengan cake buatan oppa sendiri.”

“ne. as your wish, chagi.” Ryeowook merangkul Hyuna sambil menyusuri jalan. Ia memasang kembali maskernya dan memasangkan topinya pada Hyuna. mereka pergi ke sebuah restoran untuk makan malam sebentar. Kemudian Ryeowook mengajak Hyuna pulang dengan berjalan kaki. Karna memang dorm-dorm SME tak jauh darisana.

“darimana oppa tahu aku ada disini?”

“dari hatiku.”

“oppa, aku serius.”

“kau kan penggila cake. Dan jalan ini adalah surga bagi pedagang cake favorite-mu. kupikir, mungkin kau akan sangat merindukan tempat ini. dulu kita kan sering berkencan disini.”

“ow.. bagaimana dengan Heechul oppa dan Siwon oppa?”

“begitu melihatmu dari seberang jalan, aku langsung menelpon Heechul hyung dan mengatakan bahwa ia tak perlu khawatir lagi karna aku sudah menemukanmu. Lalu ia marah-marah tak jelas dan memintaku untuk segera membawamu ke dorm. Sepertinya kau akan mendapat masalah besar.” Jelas Ryeowook. Hyuna tersenyum.

“oppa.”

“eung?”

“saranghae.” Ucap Hyuna lembut. Ryeowook meghentikan langkahnya.

“nado saranghae.” Balasnya sambil memegang kedua bahu Hyuna. perlahan ia mendekatkan wajahnya ke wajah Hyuna. namun kedua tangan Hyuna menahannya dengan memegang kedua pipinya.

“bolehkah aku meminta sesuatu?”

“mwo?”

“oppa berjanji untuk memenuhi permintaanku tanpa marah padaku ya?”

“ne. oppa janji. Memangnya kau mau minta apa?”

“oppa, a…aku…mau minta…putus.” Jawab Hyuna gugup. Ryeowook sangat terkejut mendengarnya.

..mereka berdua menyusuri jalan dalam kebisuan. Hyuna berjalan di sisi kiri jalan, sedangkan Ryeowook berjalan di sisi kanan jalan. Akhirnya mereka sampai di depan gerbang dorm.

“HYUNA!” seru Heechul marah. Ia dan Siwon berlari menghampiri Hyuna.

“dasar anak nakal!” Heechul menjitak dahi Hyuna cukup keras hingga memerah.

“AUW! Appo!” gerutu Hyuna sambil mengusap dahinya.

“sudah lah, hyung. Biarkan Hyuna masuk dulu.” Siwon menggandeng tangan Hyuna memasuki lingkungan dorm. Di luar dorm tampak sepi. Namun ternyata di dalam dorm sangat ramai. Saat Siwon mempersilahkan Hyuna masuk, semua mata tertuju padanya.

“masih ingat dongsaeng kita yang satu ini?” tanya Siwon sambil tersenyum memamerkan lesung pipinya. Semuanya terdiam. Hyuna memandang semua wajah di ruangan itu bergantian. Ekspresinya tampak datar seolah-olah tidak mengenali mereka. Dan yang pertama kali bereaksi adalah Tiffany dan Sulli, salah satu member SNSD dan f(x). mereka berdua berebut memeluk Hyuna.

“omo! Hyuna sudah besar rupanya.” Ucap Tiffany sambil mencubit pipi Hyuna dengan gemas.

“kau tidak jauh berbeda dengan Hyuna yang dulu.” Ujar Sulli senang.

“Teuk oppa yang baik hati, Yesung oppa yang menyeramkan, Kyuhyun oppa yang kekanakan, Onew oppa yang lucu, Minho oppa yang selalu cool, dan…” Hyuna berhenti sejenak. Menatap seorang namja kurus, tinggi, berambut pirang dan bermata kucing yang bibir tipisnya mengulum senyum yang selalu mempesonanya.

“Key oppa yang sudah banyak berubah.” Lanjutnya lagi. Senyum Key memudar.

“welcome back, Hyun ah! apa perjalananmu tadi menyenangkan?” tanya Teukie sambil memberikan segelas jus apel pada Hyuna.

“sangat menyenangkan. Emm.. sepertinya aku belum mengenal kalian.” Ujar Hyuna pada 2 orang yang berdiri di samping Yunyun.

“aku Eun yoo dan dia Jinie. Bhanggapseumnida.” Eun yoo dan Jinie memberi bow 90 derajat. Dan Hyuna membalasnya.

“nado bhanggapseumnida. Akhirnya aku punya  teman seumuran.” Ujar Hyuna senang. Eun yoo dan Jinie tersenyum.

“Hyuna, Jinie ini dongsaeng favorite-ku.” Teuki merangkul Jinie. Sedangkan Jinie melirik Minho yang tampak cuek. Yesung membisikkan sesuatu di telinga Eun yoo. ‘dia yeoja yang pernah kuceritakan.’ Eun yoo mengerutkan alisnya sesaat kemudian mengangguk pelan. Yesung membelai rambutnya lembut dengan tatapan hangat. Cukup untuk membuat wajah Eun yoo memerah. Sementara Jinie hanya memandang iri. Lagi-lagi ia melirik Minho yang kini tampak asyik mengobrol dengan Key.

“sudah kubilang jangan pedulikan dia lagi. Dia saja selalu dingin padamu. Tapi sepertinya kau tak bisa jika tidak melihatnya.” Bisik Teukie.

“mian, oppa.” Gumam Jinie pelan.

“Eun yoo, apa kau yeojachingu Yesung oppa?” tanya Hyuna sambil mengangkat alis kirinya. Seingatnya, ia pernah membaca berita heboh tentang Yesung dan Eun yoo di majalah langganannya di China.

“ne. dan kau yeojachingu Ryeowook oppa kan?”

“sekarang tidak lagi.” Jawab Hyuna santai. Seakan-akan apa yang diucapkannya barusan adalah hal biasa. Selama beberapa detik, ruangan itu sunyi dan hanya ada tatapan penasaran yang mengarah pada Hyuna. ketika Ryeowook masuk, perhatian beralih padanya.

“ada apa ya dengan mereka berdua?” tanya Onew pelan di samping Yunyun. Dengan gugup, Yunyun membuka kamus kecil Korea-nya. Onew jadi bingung.

“gwenchana?”

“aku tidak lancar berbahasa Korea.” Jawab Yunyun malu. Onew tertawa.

“Fany onnie, apa pak tua ada di ruangannya sekarang?” tanya Hyuna. Tiffany mengangkat kedua bahunya.

“tadi sepertinya ada.” Jawab Sulli ragu. Hyuna menenggak jusnya sampai habis dengan tergesa-gesa. Lalu berlari menuju ruang kerja Sooman.

“pak tua!”

“Hyuna? huft.. kau tau? Aku sudah minum 2 tablet obat penenang sekaligus karna ulahmu. Darimana saja kau hari ini? hah? Apa kau pulang bersama Heechul?” Sooman terlihat berusaha menahan amarahnya yang memuncak.

“sepertinya kau butuh 3 tablet obat penenang lagi.”

“HYUNAAA…!!!” teriakan Sooman lagi-lagi menggema di seluruh sudut dorm. Tiba-tiba pintu berdebam terbuka. BRAKK!

“Hyuna pulang bersamaku. Jadi kumohon jangan hukum dia.” Ucap Heechul tegas. Tapi Hyuna tampak tak setuju dengan kebohongannya.

“oppa…”

“ssstt…” Heechul mendekati Hyuna dan berbisik, “kumohon kali ini kau diam dan menurut. Oke?”

“bagus. Sepertinya kau sudah dewasa dan siap untuk debut.”

“andwae! Dia masih kecil. Beri dia lebih banyak waktu.”

“dia sudah trainee selama 3 tahun, Heechul. Dan umurnya sudah 17 tahun.”

“tapi…”

“cukup, Heechul! Tugasmu sudah selesai. Mulai detik ini, aku lah yang bertanggung jawab penuh atas Hyuna.” ucap Sooman tegas. Heechul meremas kedua tangannya dengan erat lalu beranjak pergi keluar ruangan itu. Saat Hyuna ingin mengikuti Heechul keluar, Sooman memanggilnya.

“Hyuna!”

“eung?”
“giliran berikutnya adalah Henry. Arasso?”
“bagaimana jika aku tidak mau?”

“aku akan mengirimmu kembali ke China. Emm.. atau ke Taiwan, maybe.”

“jadi kau bohong lagi tentang debutku? Pak tua, kenapa kau selalu menyuruhku ini itu tanpa tujuan yang jelas? Kau memintaku meminta Wookie oppa menjadi pacarku, lalu memutuskannya, dan sekarang Henry oppa?” gerutu Hyuna dengan wajah memerah. Sooman tampak mengacuhkannya dan membalikkan badan menghadap jendela dengan gelas anggur di tangannya. Hyuna mendengus kesal.

“besok kau harus bangun pagi untuk sekolah barumu. Dan mulai malam ini kau akan tinggal satu lantai dengan Yunyun, Soo in, Eun yoo, dan Jinie.”

“Soo in? siapa lagi dia?”

“kau akan bertemu dengannya di sekolah besok. Dan kau pula yang harus membawanya ikut tinggal di dorm. Aratchi?”

“anhi. Aku tidak mengerti, pak tua. Aku tak mengenalnya. Jadi bagaimana mungkin aku membawanya kesini?”

“aku tahu kau pintar, Hyuna. gunakan otakmu! Paling tidak, demi kertas kecil ini.” Sooman melambai-lambaikan selembar kertas yang familiar bagi Hyuna.

“i…itu… surat dari amma?” mata Hyuna berkaca-kaca. Sooman memberikan kertas itu pada Hyuna.

“ingat semua mimpi-mimpimu setiap malam sebelum kau tidur, Hyuna.” seru Sooman saat Hyuna membaca tulisan tangan di kertas itu sambil berjalan keluar.

_Hyuna anakku sayang, selamat datang kembali di Korea. Mian, amma tidak bisa menyambutmu dengan pelukan hangat. Bogoshippoyo! Tapi kau tak perlu khawatir. Tetap kejar mimpimu. Dan jadilah yeoja yang kuat dan tegar. Jangan pernah perlihatkan airmatamu pada siapapun. Dan jangan pulang ke rumah sebelum kau berhasil. Aratchi? Youngwonhi, saranghae._

.=> part 1 end <=

AYOOO RCL! RCL! RCL! #asah samurai xD

Well,, baru openingnya sih! Sklian intro para cast-nya.. moga aja kalian penasaran part lanjutannya gmn.. yg gak RCL, gak d tag lg ah.. hargai authornya donk! Paling gak, tunjukin rasa tertarik kalian.. juga kritik dan saran.. author kan masih belajar, jd mohon koreksi setelah membaca.. jgn Cuma coment “bagus” atau “lanjutkan” y! apalagi yg Cuma kasih jempol palsu.. kan nulis gini gak gampang.. y walaupun gak terlalu susah jg sih! *lho kok jd curcol?* Hehee.. nantikan next part y! ^^~

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s