Diary Silver Angel ~ Part 2

^^~ annyeong, readers.. mian, publish lanjutannya agak lama.. author lg bnyak tgs sekolah soalnya.. hehee.. happy reading!

.=> cuplikan part 1 <=

_Hyuna anakku sayang, selamat datang kembali di Korea. Mian, amma tidak bisa menyambutmu dengan pelukan hangat. Bogoshippoyo! Tapi kau tak perlu khawatir. Tetap kejar mimpimu. Dan jadilah yeoja yang kuat dan tegar. Jangan pernah perlihatkan airmatamu pada siapapun. Dan jangan pulang ke rumah sebelum kau berhasil. Aratchi? Youngwonhi, saranghae._

.=> part 2 dimulai <=

Sunny segera masuk ke ruangan Sooman setelah melihat Hyuna keluar ruangan itu.

“ahjussi, sebenarnya apa tujuanmu menyuruh Hyuna memainkan perasaan Ryeowook dan Henry?” tanya Sunny. Sooma menoleh terkejut.

“harusnya kau mengetuk pintu dulu sebelum masuk ke ruanganku, Sunny.”

“jawab pertanyaanku, ahjussi.”

“huft.. susahnya punya keponakan sepertimu. Kau mirip ibumu, noona-ku. Selalu ingin tahu ini dan itu. Baiklah. Kuberi tahu, sebenarnya itu cara yang cukup ampuh untuk membuat artis-artisku menciptakan lagu yang bernilai jual yang tinggi.”

“mwo?”

“kau masih tidak mengerti juga? Jadi begini, setelah Ryeowook patah hati, pasti ia akan terinspirasi membuat lagu yang sedih. Sedangkan Henry, jika Hyuna berhasil menjadi yeojachingu-nya, ia pasti akan terinspirasi membuat lagu yang bahagia. Bukankah itu akan meningkatkan pemasukan perusahaan?” jelas Sooman. Sunny menggelengkan kepalanya.

“ahjussi keterlaluan! Ini tidak adil bagi Hyuna.”

“ia akan mendapatkan balasannya saat debut nanti.” Ujar Sooman sambil tersenyum misterius.

“chagi, ingat! Jangan dekat-dekat dengan Hyuna. Ara?” bisik Yesung di telinga Eun yoo.

“wae, oppa?” tanya Eun yoo heran. Yesung melirik Hyuna yang sedang berjalan melewati mereka berdua dengan cuek.

“kau lihat sendiri kan? Dia aneh. Ia datar dan dingin seperti patung liberty. Ia tak pernah marah dan menangis.”

“kau kan juga aneh!” cela Eun yoo. Plakk! Yesung menjitaknya.

“enak saja!”

“aiiish.. oppa! Bagaimana kau bisa yakin ia tak pernah marah ataupun menangis? Kau kan tidak selalu ada disisinya.” Ujar Eun yoo sambil mengelus dahinya yang memerah oleh jitakan Yesung.

“Wookie, Namjachingu.. eh, maksudku mantan namjachingu Hyuna selalu menceritakan tentang Hyuna padaku. Ia sangat mencintai Hyuna. tapi tega sekali Hyuna memutuskannya secara sepihak tanpa memberi tahu alasannya.”

“tapi tidak semua yang diceritakan Wookie oppa itu keburukan Hyuna kan?”

“emm.. ne. sebenarnya ada sisi baiknya juga sih! Dia..”

“stop! Jangan katakan lagi tentang Hyuna. biar aku yang mengenalnya sebagai teman.”

“ya sudah. Selamat tidur! Sampai jumpa besok, nae chagiya.” Ucap Yesung lembut. Ia mengecup dahi Eun yoo yang masih memerah lalu pergi secepat kilat. Eun yoo berusaha menahan senyumnya.

“Eun ah! kajja! Kita harus menyambut 2 penghuni baru di dorm kita.” Tiba-tiba Jinie merangkul Eun yoo berjalan kearah berlawanan dengan Yesung.

..di dorm baru Hyuna dan Yunyun..

“Otteohke? Kalian suka?” tanya Tiffany. Hyuna dan Yunyun melihat ke sekeliling dorm.

“aku suka!” jawab Yunyun antusias. Hyuna hanya diam seperti ada sesuatu yang mengganggu pikirannya.

“jinja? ah, syukurlah kau suka.” Ujar Amber senang.

“kami sendiri lho yang mendesain dorm untuk menyambut kalian!” ucap Sunny membusungkan dadanya. Seohyun tertawa.

“Hyuna? bagaimana denganmu?” tanya Sulli. Hyuna hanya mendengus pelan.

“kalian ingin jawaban yang baik atau yang buruk?” Hyuna balik bertanya.

“baik!” seru Amber, Sunny, dan Seohyun.

“buruk!” seru Tiffany dan Sulli.

“baiklah. Jawaban baiknya, aku berterima kasih atas penyambutan kalian. Dan jawaban buruknya, aku tidak suka desainnya.” Ucap Hyuna sambil menatap sebuah lukisan.

“dan juga lukisan ini. siapa pelukisnya? Mataku sakit melihat ini.”

“itu lukisan Key. Dia sendiri yang meminta kami memajangnya disini.” Jawab Seohyun. Hyuna menoleh terkejut sambil mengernyitkan dahinya.

“Key bisa melukis?”

“masak kau tidak tahu? Kalian kan sudah lama bersahabat!” sahut Sulli. Tiba-tiba Eun yoo dan Jinie datang.

“emm.. itu kamarku dan Jinie. Yunyun, ini kamarmu. Kau akan tidur dengan…” belum selesai Eun yoo bicara, Hyuna mencelanya.

“SOO IN!”

“Soo in? kau juga mengenalnya?” tanya Jinie. Hyuna memutar bola matanya sejenak.

“anhi.” Jawabnya kemudian. “tapi besok aku akan mengenalinya di sekolah.”

“dia tidak akan mau.” ujar Eun yoo.

“dia harus mau. aku harus membawanya tinggal bersama kita di dorm.”

“bagaimana denganmu?” tanya Yunyun.

“aku kan sudah dewasa! bukan anak kecil lagi! aku akan tidur sendirian.” Hyuna tersenyum dan beranjak ke kamar kosong yang lain. Mereka semua saling berpandangan.

“apa yang dikatakan Yesung oppa tadi benar? Apa Hyuna benar-benar datar dan dingin? Atau perasaannya tidak peka?” gumam Eun yoo pelan.

“anhi! Aku dan Sulli mengenal Hyuna dengan sangat baik. Dulu ia tidak seperti itu.” Ucap Tiffany yang disambut anggukan Sulli. Tiba-tiba ponsel Yunyun berbunyi.

..Donghae oppa calling..

“angkat saja! kami akan segera pergi tidur. Bye.” Eun yoo mengedipkan matanya pada Yunyun. Lalu menarik tangan Jinie ke kamar mereka. Dan yang lainnya segera beranjak keluar. Yunyun menatap layar ponselnya dan tersenyum. Setelah menarik napasnya sesaat, ia mengangkat telponnya sambil memasuki kamar barunya.

“hallo? Donghae oppa?….”

*Yunyun’s POV*

Aku senang sekali! Donghae oppa baru saja menelponku. Ia bilang ia akan segera kembali ke Korea setelah menyelesaikan syuting dramanya di Taiwan. Ia sempat mengatakan ia khawatir karna bahasa Koreaku yang buruk. Tapi aku meyakinkannya bahwa bahasa Inggrisku sangat baik dan Hyuna pasti akan membantuku jika aku kesulitan. Ah.. aku sangat senang mengetahui ia mengkhawatirkanku. Seandainya koko Henly tidak melarangku dekat dengan Donghae oppa, aku pasti sudah menyatakan perasaanku padanya sejak dulu. Kenapa sih koko Henly tidak ingin aku dekat dengan Donghae oppa? Menyebalkan! Awas saja! aku akan balas membuatnya sulit mendapatkan kisah manis dengan yeojachingu-nya. Ups! Aku lupa. Ia kan belum memiliki yeojachingu. Hehee.. dasar namja galak! Mana ada yeoja yang ingin menjadi yeojachingu-nya. Masalah sepele saja bisa ia besar-besarkan. Berbeda dengan Donghae oppa. Hmm.. mengingat Donghae oppa pasti akan membuat aku mimpi indah malam ini. wo ai ni, oppa.

*Yunyun’s POV end*

..keesokan harinya, pukul 05.00 pagi..

_I Dream High nan kkumeul kkujyo
Hindeul ttaemyeon nan nuneul gamgo
Kkumi irweojineun geu sunganeul
Gyesok tteoollimyeo ireonajyo_

Alarm ponsel Hyuna berbunyi nyaring sekali pagi itu. Bahkan ketiga temannya yang lain pun ikut terbangun. Tapi Hyuna justru mematikan alarm itu tanpa membuka matanya sedikit pun dan melanjutkan tidurnya.

“Hyun ah! bangun! Buka pintunya! kajja ikut oppa ke gym!” seru Siwon sambil mengetuk pintu kamar Hyuna.

“apa Minho oppa ada di gym?” tanya Jinie. Siwon mengangguk. Jinie yang sebenarnya tidak suka berolahraga langsung berlari ke gym dengan penuh semangat. Eun yoo dan Yunyun mengikutinya. Hyuna membuka pintunya dengan malas.

“oppa ajak saja yang lain. Aku tidak suka ke gym.”

“ayolah! Ada Tiffany dan Sulli juga disana.”

“jinja?” akhirnya Hyuna pergi ke gym. Meski niatnya hanya untuk menemui Tiffany dan Sulli.

“oppa, Yunyun dan Eun yoo juga ikut kan?” tanya Hyuna. Siwon mengangguk.

“aku baru saja menempelkan jadwal kegiatan sehari-hari kalian di dinding ruang tengah. Di jadwal itu ada jadwal ke gym hingga jadwal latihan vocal dan dance.”

“mwo?” Hyuna mendengus kesal. Lengkap sudah penderitaannya kali ini.

*Jinie’s POV*

Ehm.. aku gugup sekali. Padahal setiap hari selalu melihatnya. Tapi entah mengapa, aku selalu salah tingkah jika di dekatnya. Walaupun Teuk oppa menyuruhku melupakannya daripada terus-menerus sakit hati memendam perasaan ini, aku tidak bisa. Bahkan meski hanya untuk melihatnya olahraga di gym, aku tidak bisa menahan kakiku untuk tidak berlari. Bagiku ia amat sempurna. Makhluk tertampan yang pernah kutemui!

“Jinie, tunggu!” seru Yunyun dibelakangku. Kuhentikan langkahku sejenak. Jika Yunyun tahu aku se-semangat ini karna Minho oppa, ia pasti akan menertawakanku.

“mian, Yunyun. Sebaiknya kau olahraga dengan Eun yoo atau Hyuna saja. aku ada urusan lain.”

“Eun yoo sedang bertengkar dengan Yesung oppa. Sedangkan Hyuna sedang bertengkar dengan Heechul oppa.”

“mwo?” aku terkejut mendengar ucapan Yunyun. Eun yoo dan Yesung oppa bertengkar? Dan Hyuna juga bertengkar dengan Heechul oppa? Waeyo? Yunyun terlihat lebih bingung dari aku. Sekilas aku berpikir, akan ke gym atau menemui Eun yoo dan Hyuna? tiba-tiba Minho oppa berjalan melewatiku. Membuatku membeku dan menatapnya penuh harap. Berharap ia menoleh dan berbagi senyum manisnya padaku. Ayolah! Sekaliii saja! sedetiiik saja! tapi harapanku sia-sia. Ia tidak menoleh sedikit pun.

“Jinie!” panggil Yunyun tak sabar. Aku berbalik dan berjalan bersamanya menjauhi gym dengan murung.

“Jinie?” DEG! DEG! DEG! Suara itu? Benarkah itu suara…

“kau Jinie kan?” ucapnya lagi. aku pun menoleh. Dan benar saja. dia… Minho oppa!

“eh, ne, oppa. Jinie imnida.” Aku sedikit membungkukkan badanku.

“kata Teukie hyung, kau sedang membutuhkan buku otobiografi untuk tugas sekolahmu. Aku punya beberapa buku yang bagus. Apa kau mau melihatnya? Mungkin itu bisa membantumu.” Ujarnya sambil tersenyum tipis. Aigho! Manisnya! Ketampanannya begitu sempurna! Menyihirku hingga terdiam kaku seperti pahatan di candi Borobudur. (?)

“otteohke?” tanya Minho oppa. Aku kembali tersadar dan gugup.

“ah, eh, ne, oppa.” Jawabku malu. Ia menggandeng tanganku. Omona! Minho oppa menggandeng tanganku?! Jika ini mimpi, kumohon jangan bangunkan aku sekarang.

*Jinie’s POV end*
“lalu bagaimana dengan Eun yoo dan Hyuna?” tanya Yunyun.

“kau tenangka mereka ya! Nanti kita berangkat sekolah bersama.” Jinie melambaikan tangan kanannya dan pergi dengan Minho. Yunyun menggerutu dengan bahasa mandarinnya.

“zai le xin di fang zai le chun bian! chang dian ying de wan jie pian!” Onew yang baru saja berlari maraton keliling dorm pun heran.

“kau ini bicara apa?”

“sudah lah kalau kau tidak mengerti. Aku sedang kesal.” Yunyun menyandarkan tubuhnya di dinding. Onew mendekatinya.

“kesal kenapa?”

“aku benar-benar merasa terasingkan disini. Hyuna yang biasa membantuku, sekarang sedang ada masalah dan aku tidak dapat membantunya.” Jawab Yunyun sedih.

“emm.. tadi kulihat Hyuna berlari mengelilingi dorm.” Onew memberikan botol jusnya pada Yunyun. Dan Yunyun, entah karna memang sedang kesal atau apa, langsung menenggak jus itu sampai habis tak tersisa setetes pun. Onew hanya membelalakkan mata dan menelan ludahnya.

“Onew oppa, maukah kau membantuku?”

“mwo?”

“buat aku fasih berbahasa Korea! Aku tidak mungkin selalu bergantung pada Hyuna ataupun lainnya.”

“oke! Tapi ada sarat yang harus kau penuhi.” Ucap Onew dengan seringai licik. Membuat Yunyun penasaran.

“apa saratnya?”
“kau harus menemaniku lari maraton tiap pagi.”

“mwo?” Yunyun terkejut. ‘lari maraton? Arrrght.. kenapa harus lari maraton? Aku tidak suka berlari! Kenapa tidak berenang saja sih?’ gerutu Yunyun dalam hati. Onew tersenyum dan mengusap tetesan jus di dagu Yunyun. Sedetik, Yunyun merasa wajahnya memanas saat tangan Onew menyentuhnya lembut. Tapi sedetik kemudian ia teringat Donghae kembali.

..sementara itu di tempat yang lain..

“kenapa foto ini masih kau simpan, oppa? Bukankah waktu itu kau bilang sudah kau buang?” tanya Eun yoo marah. Yesung hanya menunduk. Eun yoo membanting ponsel Yesung yang membuatnya marah karna ada foto Moon geun young. Brakk!

“Eun yoo, apa yang kau lakukan?” Yesung memungut bagian-bagian ponselnya yang berantakan. Eun yoo berjalan menghentakkan kakinya dengan kasar.

“aku bosan dengan ketertarikanmu pada artis itu!”

“yak! Kau… arrrght.. dasar!” Yesung meninju dinding dengan tangan kanannya. Tidak jauh dari Yesung, Heechul tampak sedang memarahi Hyuna.

“Hyun ah! ini baru 5 putaran, bukan? Kenapa berhenti?” bentak Heechul keras. Siwon, Tiffany dan Sulli mulai tidak tega melihat Hyuna kelelahan dan bermandikan keringat. Ini sudah pukul 06.00.

“oppa, biarkan Hyuna istirahat sejenak.” Rayu Sulli sambil memasang wajah aegyo-nya. Namun Heechul tidak bergeming.

“jika presdir Sooman yang menyuruhmu, kau pasti akan mematuhinya kan?” bentak Heechul lagi. Hyuna melepaskan kedua sepatunya dan kembali berlari dengan bertelanjang kaki. Heechul ikut berlari disampingnya.

“kau dan pak tua sama saja. selalu menjauhiku dari hal yang kusukai. Menyuruhku ini dan itu tanpa memberikanku kesempatan untuk mengiyakan atau menolak.” Ucap Hyuna sambil mempercepat laju larinya.

“mwo?” sahut Heechul sambil mengejarnya.

“aku menyesali keputusan Yunho ahjussi yang mempercayakanku padamu. Kau tidak pernah menjagaku dengan baik. Tapi kau selalu menganggapku anak kecil. Aku sudah dewasa! Bagaimana caranya supaya kau bisa melihat kedewasaanku? Hah?”

“MWO?”

“saat aku sendiri di China, apa kau memikirkan perasaanku? Anhi! Dan selama ini, apa aku pernah meminta sesuatu darimu? Anhi! Aku hanya ingin segera debut. Hanya itu. Agar aku bisa mewujudkan mimpiku. Apa masa trainee-ku kurang lama? Apa aku masih kurang mematuhi perintahmu dan pak tua?” Hyuna berhenti berlari. Dari ucapan dan sikapnya, ia tampak sangat marah pada Heechul. Tapi ekspresi wajahnya datar dan dingin.

“mianhe.” Ucap Heechul pelan. Ia mengusap keringat di dahi Hyuna. tapi Hyuna menghempaskan tangannya dan kembali berlari. Kali ini Heechul tidak mengejarnya.

“oppa, kenapa kau tidak mengejar Hyuna?” tanya Sulli.

“Hyuna! pakai sepatumu! Nanti kakimu lecet.” Teriak Ryeowook yang tiba-tiba ikut mengejarnya sambil membawa sepatu yang tadi dilepas Hyuna. akhirnya Ryeowook berhasil mengejar Hyuna dan menghentikannya.

“kenapa kau menghentikanku, pabo?!”

“pakai dulu sepatumu, baru kau boleh berlari lagi.” Ryeowook menunduk dan tercenung saat menatap telapak kaki Hyuna yang penuh luka.

“itu sakit kan?” tanya Ryeowook.

“tidak seberapa.” Jawab hyuna dingin sambil melangkah pelan kedalam dorm. Meninggalkan Ryeowook dan sepatunya. ‘mianhe. kumohon jangan benci aku, oppa. Jebal!’ ucap Hyuna dalam hati. Untuk kesekian kalinya, Hyuna sukses menahan airmatanya.

..beberapa jam kemudian, di sekolah, saat istirahat di kantin, Eun yoo, Jinie, dan Yunyun mengobrol dengan sangat kaku karna sama-sama memiliki masalah.

“huuh.. Yesung oppa menyebalkan! Sudah punya kau, masih saja menyukai yeoja lain. Eun yoo, mianhe. Aku bukannya mengabaikanmu. Tapi tadi Minho oppa…”

“sudah lah, Jinie. Arasseoyo. Kau kan sangat menyukai Minho oppa. Jadi wajar kalau kau lebih memilih ikut dengannya daripada menemani dan menghiburku.” Sahut Eun yoo dengan wajah murung.

“aku juga minta maaf, Eun yoo. Sepulang sekolah nanti, aku harus belajar bahasa mandarin dengan Onew oppa.” Ucap Yunyun. Eun yoo mendengus kesal dan menenggelamkan wajahnya di atas tumpukan kedua tangannya.

“bagaimana dengan Hyuna? aku tidak melihatnya sejak pagi?” tanya Jinie. Yunyun menggeleng.

“iya ya. Lagipula, kenapa kita berempat ditempatkan di kelas yang berbeda?” tanya Yunyun. Jinie mengangkat bahunya.

“oh y, menurut kalian, Hyuna itu orang yang seperti apa?” tanya Eun yoo setengah berbisik. Kemudian mereka bertiga saling mendekatkan wajah dan berbisik.

“terlalu datar!”

“dingin!”
“terlalu cuek!”

“tidak peka!”

“tapi baik.”

“akhirnya aku menemukanmu!” seru Hyuna. Eun yoo, Jinie, dan Yunyun yang terkejut langsung memperbaiki posisi duduk mereka dengan gugup.

“eh, Hyuna, kami baru saja ingin mencarimu. Ada apa?” tanya Yunyun.

“bukan kau! Tapi dia.” Hyuna menunjuk seorang yeoja di belakang Yunyun. Berambut pendek, bertubuh langsing, memakai banyak aksesories dan wangi parfumnya yang lembut dan bermerk tercium di penjuru kantin.

“SOO IN?” seru Eun yoo kaget.

“sejak kapan kau duduk disitu?” tanya Jinie cemas sambil melirik Hyuna.

“sejak kalian membicarakan tentang…” belum selesai Soo in menjawab, Yunyun menempelkan jari telunjuk kanannya di depan bibirnya sendiri. Soo in tersenyum licik.

“ada apa kau mencariku?” tanya Soo in mengalihkan pembicaraan sambil merangkul Hyuna pergi dari kantin. Eun yoo, Jinie, dan Yunyun mendengus lega.

“huft..”

“tinggal lah di dorm!” ajak Hyuna dengan wajah datar.

“hei, jika kau menawarkan sesuatu, harusnya kau memasang aegyo. Bukan tampang menyeramkan seperti itu.” Ucap Soo in sinis. Hyuna langsung mengubah ekspresinya se-ceria yang ia bisa.

“Soo in, tinggal lah di dorm bersamaku, Eun yoo, Yunyun, dan Jinie. Bukan kah kau ingin segera debut?”

“huh.. kau adalah orang kesekian yang memintaku tinggal di dorm. Dan jawabanku belum berubah. ANHI! Aku kan model terkenal. Masak di trainee di dorm bersama orang biasa lainnya?” ujar Soo in angkuh sambil mengibaskan rambutnya. Membuat Hyuna jijik untuk beberapa saat.

“aku akan melakukan apapun asalkan kau ikut tinggal bersamaku di dorm.”

“jinja?”

“ne. katakan saja apa mau mu.” ucap Hyuna tegas. Soo in mengangkat sebelah alisnya.

“belikan aku kaset film drama terbaru ku dengan Siwon oppa!”

“hanya itu?”

“ne. tapi kau harus menyerahkannya padaku sebelum jam tidurku.”

“kapan kau tidur?”

“jika ku beri tahu, game-nya tidak seru.” Soo in tertawa dan berlari-lari kecil menuju kelasnya disusul bel masuk yang berbunyi.

..sepulang sekolah, Yunyun mencari Onew di dorm Shinee. Namun dorm itu terlihat sangat sepi.

“mungkin Onew oppa sedang tour keluar kota.” Gumamnya pelan. Tiba-tiba Onew mengangetkannya dari belakang.

“TADA!”

“AAA…!!!” secara refleks, Yunyun menampar pipi Onew.

“auw! Kenapa kau menamparku?”

“ah, sorry! Kalau kaget, sejak kecil aku memang terbiasa asal menampar pipi si pembuat kaget.” Jawab Yunyun malu sambil mengusap tangannya di pipi Onew. sedangkan Onew hanya berpura-pura meringis kesakitan. Minho yang melihat tingkah kekanakan Onew hanya menggeleng dan tertawa. Jinie yang sedang membaca buku disampingnya tampak tersenyum memperhatikannya. Begitu melihat Jinie memandangnya, Minho menghentikan tawanya.

“ehm.. apa kau sudah menemukan buku yang sesuai dengan tugas sekolahmu?” tanya Minho gugup. Jinie langsung menggeleng cepat. Sebenarnya bukan karna belum menemuka buku yang ia cari, tapi karna ia masih ingin berada di sisi Minho untuk waktu yang lama. Eun yoo yang mengikuti jadwal latihan vocal siang itu memutuskan untuk menggantinya dengan latihan dance karna ia tidak ingin bertemu dengan Yesung untuk sementara waktu. Namun emosinya yang sedang tidak baik justru membuat koreografi yang diajarkan Taemin berantakan. Akhirnya Eun yoo hanya terduduk lemas di lantai dengan mata berkaca-kaca.

“wae?” tanya Taemin sambil duduk di dekat Eun yoo. Melihat Eun yoo menggeleng, Taemin mulai mengerti apa yang sedang dipikirkan Eun yoo.

“apa ada yang bisa kubantu?”

“anhi.” Jawab Eun yoo lirih. Ia bangkit dan kembali nge-dance. Tapi Taemin malah menarik tangannya dan mengajak berdansa.

“jika mood-mu tidak baik, lebih baik berdansa daripada breakdance.” Bisiknya sambil tersenyum lebar. Eun yoo balas tersenyum. Yesung mengintip mereka di balik pintu dengan tangan mengepal.

“kenapa tidak masuk?” tanya Hyuna mengagetkan Yesung.

“ssstt..”

“wae? oppa jealous kan dengan mereka?” ledek Hyuna. wajah Yesung memerah.

“anhi. Untuk apa aku jealous? Masih banyak yang lebih penting daripada Eun yoo.”

“jinja?”

“ne. aiiish.. sudah lah! Daripada ikut campur masalahku, lebih baik kau selesaikan masalahmu dengan wookie.” Gerutu Yesung sambil berlalu. Hyuna terlihat merasa bersalah lagi pada Ryeowook. Ia memasangkan headset-nya untuk membuatnya melupakan memori-memori indah tentang Ryeowook yag kembali terlintas di otaknya dan pergi ke toko kaset untuk memenuhi permintaan Soo in. namun lagu yang terdengar olehnya justru lagu-lagu SuJu yang didominasi oleh suara Ryeowook. Ia terlihat kesal dan melepaskan headset-nya dengan gusar. Tiba-tiba ada yang memasangkan headset di telinga kanannya.

“Key?”

“ssstt.. dengar, sahabatmu, kim kibum sedang menyenandungkan suara merdunya.” Ucap Key. Hyuna terdiam. Ia mendengar suara Key di salah satu intro lagu Hello. Hyuna tersenyum.

“suaramu fals. Penampilanmu di video clip juga jelek.”

“apa kau tidak bisa sedikit saja memujiku?” gerutu Key. “coba dengar baik-baik! Suaraku tidak fals!” Key memasangkan headset yang tadinya terpasang di telinga kirinya ke telinga kiri Hyuna.

“Hyun ah! maen game yuk!” ajak Kyu tiba-tiba. Hyuna melepaskan sebelah headsetnya.

“mwo? Maen game? Emm.. anhi. Aku harus ke toko kaset sekarang.”

“untuk apa?” tanya Kyu.

“y membeli kaset lah! Masak membeli pizza!” jawab Hyuna.

“aku ikuuut!!!” seru Jinie beberapa meter di belakang Hyuna.

“baiklah. Kita berempat pergi ke toko kaset.” Ujar Hyuna sambil melangkah keluar dorm.

“berempat? Jadi aku juga ikut?” tanya Key dengan mata berbinar.

“wae? kalau tidak mau, ya sudah.” Hyuna memasang headset Key lagi. Key tersenyum mensejajarkan langkahnya dengan Hyuna. sepanjang jalan, Kyu dan Jinie bertengkar kecil karna meributkan masalah kaset film baru apa yang paling menarik untuk ditonton.

..sementara itu disebuah lokasi syuting..

“mwo? Jadi kau menyuruhnya mencari kaset drama terbaru kita? Micheyo! Syutingnya saja belum selesai, bagaimana mungkin ia bisa mendapatkan kasetnya.” Ucap Siwon. Soo in tertawa terbahak-bahak.

“ne, oppa. Aku kan hanya mengujinya. Kira-kira, Hyuna akan pulang dari toko kaset itu jam berapa ya?”

“Siwon! Soo in! palli! Ada scene baru.” Panggil seorang sutradara. Siwon dan Soo in menghampirinya.

“mwo? Scene kisseu?” pekik Soo in. ia segera menutup mulutnya dan tersenyum malu pada Siwon. ‘omonaaa.. amma, appa, otteohke? Aku tidak hanya ingin menjadi couple-nya di drama. Tapi juga di dunia nyata.’ Ucap Soo in dalam hati. Ia melirik Siwon diam-diam.

.=> part 2 end <=

RCL y! RCL! Penasaran gak gmn lanjutan kisah ini? klu penasaran, tunjukin like and coment-nya y.. jadilah readers setia yang baik! Aratchi? ^^~

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s