Title : Saranghaeyo part 1 (I believe you can make him revolusi)

Image

Annyeonghasseo~ *lambai-lambai bareng Yesung oppa*

Author abal-abal kembali lagi nih ^^

Masih ingat dengan cerita author ? ah author jamin nih 99% tidak ingat heheh😀

OKE ! author kembali dengan FF yang abal-abal , yang mau baca dan memberikan RCL TERIMA KASIH  dan yang jadi Silent Reader tolong hargai author ne^^

Author terima saran dan kritik tapi gak terima BASH !

Oke langsung aja ke cerita ^^

*tendang author ke laut

Title : Saranghaeyo part 1

            (I believe you can make him revolusi)

Cast   : -Lee Donghae

            -Han Na Rha

            -And supporting cast

Genre : Romance (may be?)

Rate   : Teen 16+

Author : Kim Eun Yoo (Okthe dwi sartika)

Fb      : Okthe Dwiie Sartiqqa II

Twitter : @Eun_Yoo3424

(entertainmentangel.wordpress.com)

Summary : “si manusia es kini telah mencair oleh ke bawelan dan keceriaan seorang yeoja “

==================================================================

Part 1 di mulai >>>

“ahjussi, sampai sini saja mengantarku. Sekolah ku sudah di depan sana” ucap seorang yeoja berambut hitam sebahu dari dalam mobil kepada supir pribadinya

“gureom, agashi… josime ne” sahut sang supir kepada yeoja itu. Setelah itu ia buru-buru turun mengambil tasnya dan turun dari dalam mobil sedan silverya itu. Ketika hendak berjalan sang supir memanggilnya kembali

“nonaaa..nona Na Rha-ya ini jaket mu ketinggalan” sang supir pun langsung memberikan jaket itu pada yeoja yang ternyata bernama Na Rha

“ahh~ gamsahamnida ahjussi” ucsp Na Rha sambil mengambil jaket itu kemudian ia langsung pergi menuju ke sekolahnya

Na Rha POV~

Hari ini adalah hari dimana aku pertama masuk sekolah ART busan, ya aku adalah murid pindahan dari Canada. Awalnya aku mememang tinggal di korea tapi, semenjak appa dan amma memutuskan untuk bercerai. Appa memenang kan hak asuh terhadapku. Jadi, mau tidak mau aku ikut appa ke Canada. Dan sekarang appa memutuskan untuk kembali ke korea karna appa membuka perusahaan di korea.

Tettt tettt

Ahh sepertinya sudah bel masuk. Aku pun percepat langkah kaki ku. Aku tidak ingin di hari pertama ku sekolah aku mendapat kan image buruk tentang itu.

Ahh dimana kantor guru ? knapa dari tadi aku tak menemukannya. Aiisshhh~ lagi pula kenapa appa harus memasukan ku di sekolah biasa seperti ini. Mengapa tidak seperti di Canada, homeschooling aku rasa lebih baik. Aku terus saja meruntuki nasib ku, sampai tak sadar aku menabrak seseorang

BURGH

“aigoo~ appayo” ucapku sambil mengelus bokong ku yang sakit karna saat menabrak orang itu aku langsung terjatuh. Aku langsung melihat kearah orang yang aku tabrak itu. Omo~ tenyata yang kutabrak adalah seorang namja. Dan sekarang aku melihat ia sedang memunguti buku-bunya yang terjatuh ya sepertinya akibat bertabrakan dengan ku tadi—ceroboh.

Aku pun segera ikut membereskan buku-bukunya. Dan ketika sudah selesai aku langsung memberikan buku-bukunya yang aku pegang

“ahh~ mianhaeyo. Ini buku-buku mu” ucapku tulus sambil sedikit tersenyum—tentu saja tulus.

“gamsahamnida” ucap namja berkaca mata itu cepat. Ia langsung mengambil buku-buku itu dari tangan ku dan segera pergi. Aigo~ tidak sopan santun sekali. Kemana sopan santun namja itu ?

Sejenak aku kembali ingat, tujuan ku adalah mencari kantor guru. Ah aku Tanya saja pada namja itu

“heiii” pekik ku memanggilnya. Dan untung lah setidaknya ia mau menghentikan langkahnya. Namja itu kemudian menoleh

“waeyo?” Tanya nya dengan nada yang tak berubah tetap dingin juga kaku

aku pun segera mendekatinya.

“hhh~ aku mau bertanya padamu. Dimana letak kantor guru. Dari tadi aku mencari kantor guru tapi tidak da—“ belum selesai aku bicara ia langsung memotong ucapan ku

“dari sini kau tinggal belok kekiri dekat koridor 1, kau akan menemukan ruangan yang pintunya berbeda sendiri dan itu lah kantor guru”. Aku langsung menutup mulutku cepat. Ya tuhan kenapa kau ciptakan manusia seperti ini. Dan seperti awal, setelah ia selesai ia langsung meninggalkan ku. Hhhh~

“gamsahamnida~” pekikku. Aiish terserah lah dia mendengarnya atau tidak, tapi setidaknya aku sudah bersikap yang benar

===============================================================

Ah ! ini dia, ruangan yang pintunya berbeda sendiri. Aku pun cepat memutar knop pintu itu

“annyeonghasseo” sapa ku pada seorang pria yang mungkin umurnya sudah separuh baya

“annyeong~ ahh silahkan masuk” ucapnya ramah. Aku pun segera duduk di kursi yang berada tepat di hadapannya

“aku Han Na Rha” ucapku tulus

“ah kau murid pindahan dari Canada, putra Han Ji Seok benar?” ia mengulas senyum penuh arti padaku

“ah benar”

“oke aku harap kau bisa menyesuaikan diri di sini. Dan mari akan ku antar kau ke kekelasmu”

“ahh ne” aku pun segera mengikuti nya menuju ruangan yang akan menuju kelas ku nanti

===============================================================

Kami pun berhenti di sebuah ruangan yang sepertinya ini ruangan kelasku. Huft kenapa aku jadi grogi seperti ini. Lalu pria itu membuka knop pintu dan dapat kulihat sekarang semua orang yang ada di kelas ini melihat ke kami berdua. Atau tepatnya kearah ku

“sillyehamnida~ Park songsaengnim. Aku membawa murid baru pindahan dari Canada” ucap pria itu pada seorang pria yang lebih muda—ssaem sepertinya

“ne silahkan” ucapnya sambil mengulas senyum pada ku dan pria ini

“oke Han Na Rha ini sekarang menjadi kelas mu. Dan mereka semua adalah teman-temanmu” ucap pria itu. Kemudian ia pergi meninggalkan ku

“oke Han Na Rha, aku Park Jung Soo, guru matematika di sini. Dan tolong perkenalkan dirimu” ucap Park ssaem (*read: songsaengnim)

Aku pun menatap ke depan. Menatap ke seluruh murid yang menatapku dengan tatapan yang macam-macam.

“ann-annyeong joneun Han Na Rha—imnida, aku pindahan dari Canada. Mohon bantuannya” ucapku kemudian menunduk member salam pada mereka. Sontak kelas pun menjadi ramai. Oleh celotehan dan komentar-komentar dari setiap murid yang ada di sana

“Na Rha-ssi, berapa nomor hp mu ?” celetuk seorang murid namja yang berperawakan sedikit gemuk namun tampan

“yak! Kau itu dasar playboy Kangin-ssi!” pria yang duduk di sebelah Kangin itu menjawab

Aku hanya bisa menahan tertawa ku. Geli terhadap kelakuan mereka berdua. Namun mataku langsung tertuju pada seorang murid namja yang duduk di pojok belakang. Namja ini tidak ikut ricuh ketika aku datang dan ia malah sibuk dengan buku yang ia baca sambil sesekali membenarkan kacamata yang bertengger manis di hidung mancungnya.

“sudah—sudah *ala aziz gagap*” ucap Park ssaem menyadarkan ku dari perhatian ku  dari namja itu. “sekarang silahkan kau duduk di kuri kosong yang ada di samping Jung Woon itu Na Rha-ssi”

“ah ne gamsahamnida ssaem” aku membungkukan badan ku dan langsung menuju kursi yang dekat dengan seorang yeoja imut bernama Jung Woon itu

“annyeong Na Rha-ssi” ucap Jung Woon ramah

“annyeong” balas ku tak kalah ramah sambil mengulas senyum termanis yang ku punya

“Jung Woon Hee imnida senang bisa kenal dengan mu” ucap nya lembut

“ne mohon bantuannya”

Na Rha POVEND~

==============================================================

Author POV~

Setelah selesai empat jam penuh mendengarkan para ssaem menyampaikan materi akhirnya bel penyelamat datang. Hahah maksudnya bel istirahat.

“Na Rha-ssi, kau ingin ke kantin?” ajak Jung Woon pada Na Rha yang sedang membereskan buku-bukunya

“hmm, ne chakamman” dengan cepat Na Rha pun memasukan bukunya ke dalam tasnya. “kajja”

“atta!”

Segera Na Rha meninggalkan kelas yang hampir sepi itu. Ya karna ini adalah saat istirahat tentunya para murid banyak berkumpul di kantin atau paling tidak ke luar dari kelas yang merupakan nerakanya para pelajar. Paling hanya segelintir murid saja yang masih bertahan di dalam kelas. Seperti saat ini namja dingin berkata mata yang tetap sibuk pada buku sastra bahasa nya. Meskipun teman di sebelah nya mengajaknya untuk ke kantin

“kau ingin ke kantin tidak?”

“anniya” ucapnya yang tetap tak bergeming dari buku di hadapannya. Astaga!  Bahkan ia tak menoleh kearah temannya itu

“baiklah aku ke kantin ne?”

“hmm”

@kantin~

Hampir seluruh kursi kantin terisi penuh oleh seluruh murid-murid dan untung lah Jung Woon Dan Na Rha mendapatkan tempat. Mereka segera memesan makanan dan minuman

“Jung Woon-ya, boleh aku bertanya tidak?”Tanya Na Rha tiba-tiba

“hmm.. silahkan saja selagi aku bisa menjawabnya” ucap Jung Woon santai

“namja yang di kelas kita yang duduk di pojok , yang memakai kaca mata itu siapa namanya?” Tanya Na Rha lagi. Ya sejak pertemuan mereka yang tidak mengenakna  itu membuat Na Rha penasaran tentang namja itu

“Nugu?” Jung Woon mencoba menginggat ingat

“ya namja yang dingin dan tidak sopan itu” tutur Na Rha secara tidak sadar

“nuguya yang tidak sopan Na Rha-ssi?” Tanya Jung Woon heran. Dan tu membuat Na Rha tersadar dan langsung membekap mulutnya

“ah aniya” Na Rha menggeleng kan kepalanya cepat. “oh yak kau tau tidak?” Na Rha mengalihkan perhatian Jung Woon dengan kembali ke topic pertama

“mm ne dia Lee Donghae” ucapnya sambil tersenyum

“Donghae?” ulang Na Rha dan langsung mendapatkan anggukan kepala dari Jung Woon

“waeyo?” Tanya Jung Woon terlihat penasaran

“ahh~ aniyo, aku hanya bertanya. Kajja kita makan” Na Rha langsung melahap makanan yang ia pesan yang kebetulan sudah datang

============================================================

Setelah selesai makan, Na Rha dan Jung Woon segera menuju ke kelasnya. Tanpa sengaja saat ingin masuk ke kelas Na Rha dan Jung Woon berpapasan dengan Donghae. Donghae sempat menatap Na Rha kemudian seperti biasa ia langsung saja pergi. Tanpa mengatakan apapun.  Dasar namja es batu

Skip>>>>

Tetttt teettt

Akhirnya jam pelajaran pun selesai, murid-murid segera berhamburan keluar untuk pulang. Termasuk Na Rha, rasanya ia lelah sekali hari ini. Keadaan yang berbeda saat ia harus homeschooling yang belajar hanya 4 jam , tapi sekarang ia harus belajar 8 jam di sekolah

“kajja kita pulang” ajak Jung Woon pada Na Rha

“ne,” sahut Na Rha. Ya tak perlu waktu lama untuk Na Rha dan Jung Woon menjadi akrab—bukan kah memang seharusnya begitu?

Saat mereka berdua melewati koridor 1 , mereka bertemu dengan Donghae yang sepertinya juga akan pulang. Jung Woon pun segera menghampiri Donghae tapi tidak dengan Na Rha ia lebih memilih diam di tempat. Ia masih merasa kesal dengan sikap Donghae yang dingin itu

Terlihat Jung Woon terlibat percapan dengan Donghae, dan lupa dengan kehadiran Na Rha yang menunggu nya dari tadi. Heii ! apakah mereka tidak sadar di sini juga ada seorang anak manusia yang tidak tahu nasibnya. Na Rha mulai menghentak hentakan kaki nya tidak sabar. Dan terus saja menggerutu dalam hati

“Na Rha-ya sini” pekik Jung Woon namun sepertinya Na Rha tak mendengar nya .

“Na Rha-ya!” panggil Jung Woon sekali lagi. Dan baru lah Na Rha tersadar kemudian menoleh kearah Jung Woon. Na Rha menunjuk dirinya sendiri , kemudian di jawab anggukan oleh Jung Woon . dan dengan malas Na Rha menghampiri mereka berdua

“ada apa Jung Woon?” Tanya Na Rha dengan wajah yang innocent

“bukan kah kau belum berkenalan dengan Donghae?” Tanya Jung Woon

“ahh ne~” ucap Na Rha ia berusaha tersenyun pada donghae namun Donghae tetap DINGIN !

“oh ya Donghae ini Na Rha, dan Na Rha ini Donghae” ucap Jung Woon riang—hei untuk apa di kenalkan kembali bukankah kalian bertiga teman sekelas ?

“annyeong~” ucap Na Rha seraya mengulurkan tangannya seraya tersenyum tulus , ia tidak ingin terlihat buruk dan sombong

Namun bukan nya membalas uluran tangan Na Rha, Donghae malah mengajak Jung Woon kembali mengobrol. Dengan hati yang dongkol Na Rha menarik kembali tangannya dan kemudian berusaha tersenyum tulus walau sebenarnya lebih terlihat seperti dipaksakan dan sangat jelek!!

“bagaimana dengan lomba cipta lkitu ? apakah kau akan ikut juga ?” Tanya Donghae, raut wajahnya terlihat serius

“hmm setelah aku pikir-pikir aku akan ikut” ucap Jung Woon sambil tersenyum

“tapi kita kurang satu orang, apakah kau punya rekomendasi?” Tanya Donghae lagi

“untuk saat ini belum..”

Sementara Jung Woon dan Donghae Sibuk dengan percakapan mereka, Na Rha lebih memilih memain kan hp iphone miliknya.

Tak lama Na Rha menerima panggilan telpon

“yeobasseo~ ah ne ahjussi chamkkaman . aku akan kesana, ne”

Pip~

Na Rha mematikan sambungan panggilannya.

“hmm,, mianhaeyo~ Jung Woon-ssi aku harus segera pulang supir ku sudah menunggu” ucap Na Rha pada Jung Woon yang langsung menoleh ke arahnya

“ah ne Na Rha-ssi , hati-hati ne ?” ucap Jung Woon

“ne.. annyeong~” Na Rha segera melesat pergi meninggal kan mereka berdua yang sepertinya kembali melanjutkan pembicaraan yang serius

“Donghae-ya, sepertinya aku tau siapa orangnya” ucap Jung Woon sambil tersenyum penuh arti

“maksudmu??? Jangan katakana  kalau—“

TBC

Wah mianhaeyo *BOW kalau ceritanya membosan kan jelek dan membuat ingin muntah, hehe mohon di maklumi ne ^^

Author yang abal abal ini …

Yang kena tag Wajib RCL dan yang gak suka di tag mian , nanti koment aja ya..

Buat Silent Reader tolong hargai Author setidaknya kalian memberikan like agar authornya semangat ^^

Oke sekali lagi  Gamsahamnida~ *BOW bareng Yesung

Yang mau di tag tinggal coment ya ^^

2 thoughts on “Title : Saranghaeyo part 1 (I believe you can make him revolusi)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s