Saranghaeyo part 2 (I believe you can make him revolusi)

Annyeonghasseo~ *lambai-lambai bareng Yesung oppa*

Author abal-abal kembali lagi nih ^^

Masih ingat dengan cerita author ? part 1 ?

Moga moga masih ingat ne ^^

OKE ! author kembali dengan FF yang abal-abal , yang mau baca dan memberikan RCL TERIMA KASIH  dan yang jadi Silent Reader tolong hargai author ne^^

Author terima saran dan kritik tapi gak terima BASH !

Oke langsung aja ke cerita ^^

*tendang author ke laut

Image

Title : Saranghaeyo part 2

(I believe you can make him revolusi)

Cast   : -Lee Donghae

-Han Na Rha

-And supporting cast

Genre : Romance (may be?)
Rate   : Teen 16+

Author : Kim Eun Yoo (Okthe dwi sartika)

Fb      : Okthe Dwiie Sartiqqa II

Twitter : @Eun_Yoo3424

(entertainmentangel.wordpress.com)

Re-view part 1

Na Rha mematikan sambungan panggilannya.

 

“hmm,, mianhaeyo~ Jung Woon-ssi aku harus segera pulang supir ku sudah menunggu” ucap Na Rha pada Jung Woon yang langsung menoleh ke arahnya

“ah ne Na Rha-ssi , hati-hati ne ?” ucap Jung Woon

“ne.. annyeong~” Na Rha segera melesat pergi meninggal kan mereka berdua yang sepertinya kembali melanjutkan pembicaraan yang serius

 

“Donghae-ya, sepertinya aku tau siapa orangnya” ucap Jung Woon sambil tersenyum penuh arti

“maksudmu??? Jangan katakan kalau—“

Part 2 di mulai>>>

“aku tidak setuju dengan apa yang kau fikirkan Jung Woon!” ucap Donghae tegas

. Nampak sekali kalau ia tak suka dengan apa yang di pikirkan Jung Woon

“waeyo? Aku belum berkata soal apapun tapi kau sudah bersih keras menolaknya < well, apakah kau punya indra ke 6 ? sehingga kau bisa membaca pikiran ku sekarang ?” canda Jung Woon yang langsung mendapat pandangan sengit dari Donghae

“aku sedang tidak bercanda Jung Woon Hee!” dengan sekuat tenaga Jung Woon berusaha menutup mulutnya menahan tawa

“oke ! walaupun kau tak setuju dengan apa yang aku fikirkan,, aku rasa tidak ada salahnya jika mencoba” ujar Jung Woon mantap. Matanya memperlihatkan semangat yan membara

“terserah kau saja” ucap Donghae sembari mengelus puncak kepala Jung Woon

===========================================================

“appa, aku berangkat ne” ucap Na Rha kepada ayahnya saat ia sudah siap untuk berangkat ke sekolah
“ne josimae chagiya~ oh iya appa hampir lupa bagaimana dengan sekolahmu?” Tanya sang appa

“hmm cukup melelahkan appa” Na Rha menghembuskan nafasnya.

“waeyo? Bukan kah menyenangkan kau kan jadi banyak dapat teman” ujar sang appa sambil mengelus pucuk kepala Na Rha lembut—sayang

“ya sudah appa kita bicarakan ini nanti saja appa, skrg aku harus berangkat sekolah” Na Rha segera sedikit menjauhkan tubuhnya dan segera mengambil tasnya

“ne chagiya~ josimae”

Na Rha segera melesak cepat kearah Kang ahjussi—supirnya yang sudah setia menunggu

“ah mian ahjussi, td aku bicara dengan appa sebentar”

“ne gwaencana nona, palliwa kita berangkat” ujar Kang ahjussi sambil membukakan pintu untuknya

“ne” Na Rha pun segera masuk ke dalam sedan hitam itu

===============================================================

Akhirnya Na Rha sampai juga di sekolah dalam waktu jam 7 kurang 5 menit. Dan itu yang membuat Na Rha cepat-cepat melesakkan kakinya. Saat sampai di kelas Na Rha melihat pemandangan yang tak biasa untuknya. Ya ! iya melihat Donghae tertawa dengan lepasnya saat mengbrol dengan Jung Woon , aigo~ itu pemandangan yang langka. Na Rha segera mendekati mereka, dan sepertinya mereka cepat sadar. Karna ketika Na Rha datang mereka langsung menghentikan aktivitasnya

“ah~ Na Rha-ssi , kau sudah datang rupanya” ujar Jung Woon

“ne, mian kalau aku mengganggu kalian” ucap Na Rha tulus. Sesekali matanya melirik kearah Donghae dan hei! Apa kalian tau ? wajah Donghae kembali datar dan dingin bahkan tak ada tanda-tanda kalau dia habis tertawa lepas tadi. Dan justru ia sekarang sibuk berkutat dengan buku camble yang tebalnya minta apun itu

“ah gwaenchanayo, ah kebetulan kau datang. Tadi kami sedang membicarakan tentang mu” ujar Jung Woon lagi. Ia kembali dengan tersenyum

“tentang aku?” alis Na Rha berkerut, jadi Donghae tertawa karena sedang membicarakannya.
“ahh tidak untuk kami tertawa tadi Na Rha-ssi,” sergah Jung Woon cepat seolah tau apa yang sedang di pikirkan oleh Na Rha

Na Rha langsung tersenyum kaku, bagaimana ia Jung Woon bisa tau? Astaga sebegitu poloskah fikiran Na Rha

“kami akan mengajakmu untuk lomba membuat sebuah karya tulis ilmiah . Kau mau tidak?” tawar Jung Woon

“hah ? aku?” Na Rha menunjuk dirinya sendiri. Dan Jung Woon hanya menganggukan kepalanya

“mau?” Tanya Jung Woon lagi

“ta..tapi aku tak bisadalam hal seperti itu. Mian—“

Belum sempat Na Rha menyelesaikan ucapannya Jung Woon sudah memotongnya cepat “ayolah tak apa kau tak bisa , nanti kita akan belajar bersama kita berdua nanti kan belajar dengan Donghae, kau tau Donghae itumurid  yang hebat. Ia kan Donghae-ya?” Jung Woon menyenggol sedikit siku Donghae dan membuat Donghae menatap Na Rha sebentar lalu kembali ke buku tebal miliknya sambil sesekali membenarkan posisi kaca matanya

“hmm..bertiga? dengan manusia e—emm maksudku dengan Donghae?” ujar Na Rha sedikit tak percaya

“yups ! kau mau kan ?” Tanya Jung Woon mengeluarkan puppye eyes nya

“hmm baiklah tapi kau janji akan mengajarkan ku kan ?” Tanya Na Rha ragu

“tentu aku dan Donghae akan mengajarkan mu”

“HAH ! AKU ?” pekik Donghae keras

>>>>SKIP<<<<

*(ceritanya di skip ya author males nih mau nulis apa yang mau di tulis hehe jadi mianhaeyo J )

Rencana nya hari ini mereka bertiga akan mulai memasak di rumah Donghae. Ya mereka akan mengikuti lomba itu 3 bulan mendatang tapi walau bagaimana pun mereka harus menyiptakan 10 menu masakan baru. Dan itu tidak mudah.

“Na Rha sudah?” Tanya Jung Woon dari depan pintu

“hmm chankamman” Na Rha segera memakai sweter pink miliknya dan segera menghampiri Jung Woon dan Donghae

“kajja”

@Donghae Home~

Kini mereka telah sampai di rumah Donghae yang sederhana namun cukup asri. Rumah yang berdesign ala korea asli, dengan 2 pohon yang seperti menjadi gerbangnya. Hmm~
kami bertiga pun segera masuk ke dalam rumah Donghae, dan seketika kami di sambut oleh seorang ahjumma yang di rasa tidak terlalu tua. Bahkan ia masih sangat cantik

“ah~ annyeong” sapanya ramah

“annyeong” ucap Jung Woon dan Na Rha bersamaan

“kajja silahkan masuk” ucap Lee ahjumma ramah

Mereka berdua pun masuk dan duduk manis di ruang tamu yang benar-benar asli design korea *(lesehan maksudnya) sementara Donghae sudah dari tadi masuk ke dalam dan sekarang ia telah mengganti bajunya. Lee ahjumma pun mengantarkan es jeruk buat mereka berdua

“ini minumannya, silahkan diminum” ucap Lee ahjumma sambil meletakan minuman itu di hadapan mereka masing-masing

“gamsahamnida~”

“oh ia Jung Woon apakah ini teman kalian juga” Tanya Lee ahjumma sambil tersenyum ramah kearah Na Rha
“ah ne ahjumma ini Han Na Rha” ujar Jung Woon

“ Han Na Rha imnida J” Na Rha mengeluarkan senyuman termanis miliknya

“ahh ne ~ aku harap kalian nanti akan menang ne” ujar Lee ahjumma

10 menit kemudian>>>

Donghae telah selesai mengganti bajunya , dan sekarang ia sudah terlihat santai dengan baju kaos putih v neck dan celana jeans selutut. Donghae pun mengahampiri Jung Woon dan Na Rha yang sedang mengobrol dengan ammanya

“eh kau sudah selesai?” Tanya Jung Woon saat menyadari kehadiran Donghae

“ne, palliwa” ucap Donghae datar

“hmm chamkamman kau dan Na Rha tunggulah di sini amma daan Jung Woon akan ke supermarket sebentar ada bahan yang kurang untuk amma memasak” ujar Lee ahjumma

“hmm baiklah”

“oke Jung Woon kajja” ajak Lee ahjumma

Dan mereka berdua pun meninggal kan Na Rha dan Donghae berdua, seketika itu juga suasana langsung hening. Donghae meninggalkan Na Rha sendirian ke dapur. Sepertinya ia sedang memeriksakan bahan-bahan untuk ammanya masak nanti

Sementara Na Rha yang di rundung rasa bosan pun mencari cari kegiatan yang dapat membuat bosannya hilang. Ternyata ia menemukan sebuah album foto. Na Rha pun segera membuka album foto itu. Dan terpampang lah foto-foto yang sepertinya foto keluarga Donghae

Hmm ada foto 2 anak laki-laki disana, satu anak laki-laki yang berwajah ceria dan satunya yang berwajah suram. Hmm dan sepertinya anak yang berwajah suram itu Donghae ya di situ juga ada keterangan :

Donghwan berwajah cerita dan Donghae yang berwajah murung haha itu sungguh lucu dan dapat membuat ini kalian bisa membedakan antara Donghae dan Donghwan’

 

“hei Donghae-ssi apakah ini fotomu ?” tanya Na Rha. Dan Na Rha tak mendapat jawaban dari Donghae

“heii kau tak berubah ya dari dulu sampai sekarang tetap wajahmu dingin dan kaku” komentar Na Rha lagi

“letakan album itu kembali ketempatnya!” sergah Donghae cepat saat ia ada di hadapan Na Rha

“eh?”mata Na Rha membulat saat melihat foto yang memperlihatkan Donghae kecil sedang merayakan ulang tahunnya. Di situ ia bisa tersenyum. Ia tersenyum sambil di cium oleh appa dan amma nya

“waeyo?” Tanya Donghae yang melihat perubahan air wajah Na Rha yang tadi biasa sekarang sedikit muram

Na Rha tidak menjawab dan ia segera menutup album itu dan mengembalikannya ke meja buffet kecil

“aniya~ aku hanya.. mengingat amma ku saja” ujar Na Rha sambil berusaha tersenyum

“memangnya ammamu oddikae?” Tanya Donghae yang sekarang sudah duduk berhadapan dengan Na Rha

“ammaku sudah bercerai dengan appa sejak aku umur 3 tahun dan sejak itu appa melarangku untuk menumui amma walau hanya sekali” entah apa yang membuat Na Rha mau menceritakan ini pada Donghae padahal pada Jung Woon ia belum cerita apapun, tapi dengan Donghae kata-kata itu keluar dengan lancarnya dari bibir plum mungil miliknya

“ahh mian” ucap Donghae tulus

“gwaencana”

Suasana kembali hening. Na Rha dan Donghae tenggelam dengan fikiran mereka masing-masing sapai akhirnya bunyi bel menyentakan mereka kembali kealam nyata

“kami pulang” ucap Jung Woon

“ahh kalian sudah pulang rupanya , sini aku bantu bawakan” ujar Na Rha

“biar aku saja” Donghae segera mengambil 2 kantong plastic besar dari tangan ammanya dan Jung Woon

Tanpa sadar Donghae tersenyum tipis entah pada Jung Woon atau pada Na Rha

@kitchen room

“aku akan membantu amma mu dulu Donghae baru kita akan belajar bersama” ujar Na Rha

“terserah kau saja” ketus Donghae kembali pada sikapnya awal

Setelah meletakan barang-barang itu mereka pun segera memulai membagi tugas untuk memasak. Lee ahjumma dan Donghae bertugas untuk memasak sementara Na Rha dan Jung Woon mempersiapkan bumbu yang di perlukan

“wortel ini di apakan ahjumma?” Tanya Jung Woo pada Lee ahjumma

“di potong tipis-tipis dan panjang ne” ujar Lee ahjumma yang tangan nya masih sibuk berkutat dengan ayam yang di kukus

Jung Woon pun menghampiri Na Rha yang tak jauh darinya.

“Na Rha-ssi bisakah kau memotong wortel ini dengan pisau ini?” Tanya Jung Woon . aku harus membuat garnisnya” lanjutnya lagi

“ah..n-ne” sahut Na Rha yang segera mengambil pisau dan wortel itu. Sebenarnya ia ragu bagaimana  bisa ia memotong sementara saja di rumah ia tak bisa memotong. Tapi dengan percaya diri yang tinggi Na Rha segera memotong wortel itu

‘tek’

Potongan pertama berhasil

‘tek’

Potongan kedua juga berhasil

Na Rha menarik nafas panjang, seolah-olah ini membuat oksigen di dalam paru-parunya habis hanya karna memotong wortel

‘tek’

Saat potongan ke tiga Na Rha memekik keras

“aigo~ tangan ku” ringis Na Rha karna melihat darah segar yang mengalir dari ujung jarinya keluar cukup banyak

“Na Rha gwaencana?” Tanya Lee ahjumma cemas
“tanganku terluka ahjumma” ringis Na Rha

Tanpa di sangka Donghae langsung mengambil jari Na Rha yang terluka dan memasukkan nya ke dalam mulutnya. Kemudian menyedot darah yang keluar dari jari Na Rha. Sontak itu membuat mata Na Rha membulat

“ap-apa yang kau lakukan?” Tanya Na Rha gugup

“pabbo! Aku sedang menghentikan darahmu” Donghae mengelurkan jari Na Rha dari dalm mulutnya kemudian menuntun Na Rha kearah wastafel untuk membersihkan jarinya

“sshhh appayo” desis Na Rha saat jarinya terkena air keran

“tahan sebentar” ucap Donghae. “nah sudah”

“Na Rha-ssi ini plesternya” Jung Woon memberikan plaster itu pada Na Rha dan segera Na Rha memasangnya

“gomawo, mian aku sudah merepotkan kalian” ucap Na Rha dengan nada menyesal

“gwaencana, kau juga masih belajar Na Rha” ucap Lee ahjumma bijak

“ne ahjumma , dan kajja kita lanjutkan lagi”

“ne~”

Na Rha tersenyum tulus pada Donghae saat ia mengucapkan terima kasih. Tapi namanya juga Donghae ia tetap saja datar tak ada reaksi sama sekali

Namun ada perubahan dari wajah Jung Woon , wajah nya kini muram tidah berseri-seri seperti pada awal mereka akan memasak tadi

“Jung Woon waeyo?” Tanya Na Rha cemas

“ahh aku—“

TBC

Bagaimana ? membosankan kah? Huhu mian ne J jika membosankan , tapi author harap setidaknya sedikit mengibur buat para readers

Oh ya jangan lupa RCL buat yang kena tag tapi gak suka bisa koment kok J
buat silent reader hargai lah author setidaknya berikan like atau koment

Buat yang suka BASHING . DON’T BASH MY FANFICTION !!!

Oke selamat bertemu di part 3 ya J bye …
*Bow bareng Yesung oppa*

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s