fanfict “SILVER ANGEL HELLO BABY” part2

Author : Park Hyun Kyo

Nama fb : Alwxa Kiikey Devita

twitter : alexa_kiikey

(entertainmentangel.wordpress.com)

Annyeong ! ~(^o^)~

Author sebenernya sempet ngerasa gak PeDe buat publish ff karna udah lama hiatus. Apalagi coment readers d part 1 kemarin gak sebanyak ff yg dulu. Tp author akan berusaha narik fans Silver Angel lg deh ! moga responnya bisa rame lg kyk dulu. J

 

.=> cuplikan part 1

 

“dan bagaimana jika keadaan dibalik, Donghae oppa yag berkencan dibelakangmu ?” timpal Eun yoo. Mendengar perdebatan mereka, pikiran negativ pun mulai melintasi otak Jinie.

“Hyun ah, bagaimana jika ternyata Minho oppa selingkuh ?” tanyanya dengan mata berkaca-kaca. Hyuna menggeleng cepat. Tapi tepat ketika ia ingin membuka mulutnya untuk membuang pikiran negativ Jinie, beberapa orang berseragam crew Hello Baby mendekati mereka dengan beberapa kamera.

“UMMAAA !!” seru seorang balita berusia kira-kira 2 tahun. Kelima member Silver Angel itu hanya melongo kaget.

 

.=> part 2 dimulai

 

Keadaan kaku sejenak. Hingga seorang crew berteriak dengan suaranya yang cempreng,

“CUT !” dan para kameramen pun mematikan kamera mereka.

“ekspresi kalian barusan bagus sekali. Benar-benar ekspresi kaget yang alami dan lucu. Tidak salah produser memilih Silver Angel untuk cast Hello Baby kali ini.” Puji salah seorang editor yeoja yang bertubuh gemuk. Senyumnya yang lebar menambah kesan ia tulus memuji mereka. *memuji ? wkwk* xD

“hmm.. mian, ahjumma, kami tidak syuting Hello Baby sekarang kan ?” tanya Hyuna dengan senyum yang terlihat dipaksakan.

“anhiyo. Lagipula kalian kan masih harus menyelesaikan ujian terakhir kalian siang ini. Tenang saja. Syuting mungkin akan dimulai nanti sore. Kami kesini hanya untuk pengambilan gambar pertama. Yah, untuk opening acaranya.” Jawab yeoja itu santai.

“lalu balita itu siapa ? apa ia yang akan kami urus ?” tanya Yunyun penasaran.

“anhiyo. Balita ini anakku. Balita yang akan kalian urus akan dihadirkan saat syuting nanti sore.” Jawab editor yeoja itu. Eun yoo dan Soo in mendengus lega. Huft.. syukurlah.

“bagus lah mulai syutingnya bukan sekarang. Jadi kita bisa siap-siap.” Ujar Jinie senang. Hyuna menatap tajam kearahnya.

“siap-siap apanya ?” ucapnya ketus. Raut wajah Jinie berubah seketika. Tiba-tiba seorang petinggi Sment, Lee Sooman, menghampiri mereka.

“sudah cukup pengambilan gambarnya ? kalau begitu sebaiknya semua kru segera meninggalkan sekolah ini. Silver Angel tidak suka menjadi sorotan di saat seperti ini. Mereka juga harus menghadapi ujian beberapa menit lagi.” Ucap Sooman lembut namun dengan maksud ‘mengusir kru’ dibalik wajah ramah yang ia perlihatkan. Lalu ia membungkuk pada semua kru yang berjalan pergi.

“sepertinya Pak Tua-mu suka membuat kita kaget ya, Hyuna ?” sindir Eun yoo.

“PAK TUA !” teriak Hyuna dengan suara nyaringnya yang khas.

“yak ! kenapa berteriak ?” protes Sooman. Hyuna dan Jinie menggembungkan pipinya dengan kesal. Sooman yang mengerti bahwa mereka tidak suka dengan kejutannya pun mulai memutar otak untuk meluluhkan hati mereka lagi.

“wah, lihat ekspresi wajah imut kalian ! menggemaskan sekali ! kalau raut wajah marah kalian seperti ini, aku jadi ingin selalu membuat kalian marah. Hahaa..” Sooman tertawa sambil mencubit pipi Hyuna dan Jinie. Namun Hyuna lah yang berhasil melepaskan cubitan pipinya.

“auw..” Jinie mengusap pipinya yang memerah. Sooman menghentikan tawanya.

“begini.. aku tidak memberi tahu kalian tentang ini karna kupikir pengambilan gambar pertama seharusnya dilakukan dengan ekspresi se-natural mungkin. Apa kalian tidak mengerti bahwa pemirsa di rumah lebih menyukai ekspresi yang natural daripada akting yang berlebihan ?” jelas Sooman. Saat Soo in ingin menyanggah perkataan Sooman, bel masuk berbunyi.

TEEEEEEEEEEETTT !!!!!!!!!!!! teeeeeeeeeeeeeetttttt !!!!!!!!!

Sooman tersenyum penuh kemenangan. Ia mendengus lega menatap kelima member Silver Angel bergantian.

“sepertinya kalian harus segera masuk kelas. Dan itu berarti perdebatan kita cukup sampai disini. Mulai nanti sore hingga beberapa minggu kedepan, kalian harus melakukan yang terbaik untuk Hello Baby demi menghasilkan rating yang tinggi. Arasseo ?” namun kelima yeoja itu hanya diam.

“arasseo ?” ulang Sooman lagi dengan geram. Akhirnya mereka mengangguk lemah. Sooman tersenyum lebih lebar.

 

“dan…….” Sooman tak melanjutkan ucapannya. Ia mengalihkan pandangannya kearah kelima yeoja dihadapannya. Sesaat, Sooman terlihat ragu untuk mengatakan sesuatu. Tapi kemudian tanpa diduga, ia mengepalkan tangannya ke udara dan berseru,

“SILVER ANGEL FIGHTING !”

 

Suasana setiap ruang kelas di sekolah ketika itu sama. Sunyi. Seluruh murid dihadapkan dengan lembara-lembaran kertas putih penuh soal. Raut wajah mereka sama-sama tegang. Namun yang berbeda adalah sikap mereka. Terlihat beberapa diantara mereka melakukan gerak-gerik yang mencurigakan. Ada yang terlihat gelisah, takut pada pengawas ujian, sibuk mencari cara untuk dapat bertukar jawaban dengan teman mereka, dan ada juga yang terlihat pucat dengan keringat dingin bercucuran di dahi. *kyknya author curcol nih !*😀

“ssstt.. Hyuna.” Panggil Minwoo pelan. Hyuna pun menoleh. Tempat duduk mereka yang bersebelahan memang menguntungkan mereka untuk dapat berkomunikasi dengan mudah. Atau kata lainnya, menguntungkan mereka untuk dapat bertukar jawaban dengan mudah.

“apa lagi ?” tanya Hyuna kesal. Mereka sudah beberapa kali hampir ditegur pengawas ujian gara-gara Minwoo sering memanggilnya.

“no 20 sampai 25.” Ucap Minwoo sambil melirik pengawas yang sedang berjalan cukup jauh dari meja mereka. Hyuna menuliskan jawabannya diatas sobekan kertas dan melipatnya kecil.

“palli ! lempar saja. Pengawasnya masih jauh.” Minwoo meyakinkannya. Hyuna terlihat ragu. Tapi ia segera melemparnya kearah Minwoo, yang ternyata tepat mengenai mata kirinya.

“aigo !” pekik Minwoo pelan. Mata kirinya tampak memerah. Pengawas menoleh cepat pada Minwoo. Hyuna menelan ludahnya dan jantungnya berdetak lebih kencang. DEG ! DEG ! DEG !

“eh, pensilku jatuh.” Ucap Minwoo sambil menunduk. Pengawas berwajah keras itu mengalihkan tatapan mautnya dari Minwoo dan kembali berjalan menjauh. Minwoo pun mengambil kertas dari Hyuna tadi sambil mengedipkan sebelah matanya pada Hyuna.

“kau terlihat jauh lebih gugup daripada aku.” Bisik Minwoo dengan senyum evil yang mengejek. Hyuna menggerutu dalam hati. ‘disaat seperti ini, dia masih sempat-sempatnya berbisik begitu di dekatku ? ckck. Dasar ! apa dia tidak berpikir bagaimana jika pengawas tadi memergoki dan menghukum dia dan aku ?’

 

Ponsel Minho terus berdering hingga baterainya melemah. Namun Minho tetap tidak mempedulikan itu. Ia sibuk dengan naskah drama barunya hingga Kristal menegurnya. (ket. Kristal magnae girlband F(x))

“oppa, cepat angkat telponnya ! luangkan sedikit waktumu dan beri penjelasan. lebih baik kau memutuskannya daripada mengacuhkannya begini.” Ucap Kristal. Minho menatapnya dengan ragu sesaat, lalu meraih ponsel dan mengangkat telponnya.

‘yeobaseyo ? ne, jinie… dengarkan aku baik-baik. Mian, aku tak punya banyak waktu untukmu. Kau tahu bahwa prioritas utamaku adalah karir kan ? ini keputusan yang berat bagiku, tapi… mulai sekarang sebaiknya kita jaga jarak. Kalau kau mau, kau bisa menungguku. Mian. Kuharap kau bisa lebih dewasa dan mengerti. Jinie, …” Minho tak meneruskan kata-katanya begitu mendengar suara telpon diputus.

“kenapa dia mematikan telpon sebelum aku selesai berbicara ? memintanya jaga jarak bukan berarti aku memutuskannya kan ?” Minho bertanya pada dirinya sendiri dan pada Kristal. Tapi Kristal hanya mengangkat kedua bahunya dengan ekspresi bingung. Sementara di sekolah, Jinie membanting ponselnya. Ia benar-benar sudah tidak tahan lagi menghadapi keegoisan Minho. Ia sudah kehilangan konsentrasinya di ujian terakhir gara-gara Minho menghindarinya sejak kemarin. Dan sekarang Minho mengangkat telponnya hanya untuk memintanya jaga jarak atau menunggu. Jinie sungguh kecewa. Ia sangat ingin marah pada Minho bahkan memukulnya habis-habisan. Tapi nyatanya ia hanya mampu menangis. ‘Minho oppa, apa aku terlalu kekanakan dan posesif hingga kau menjauhiku ? atau jangan-jangan kau bosan denganku dan menyukai yeoja lain ?’ ungkapnya dalam hati. Jinie menitikkan airmatanya sambil menggigit bibir menahan agar dia tidak menangis dengan suara sesenggukan. Ia buru-buru menghapus airmatanya ketika Yunyun berjalan mendekatinya sambil menelpon seseorang.

“mwo ? hahaa… Ne, oppa… besok pagi ? anhi. Waeyo ?… ne. Di taman yang kita datangi beberapa hari yang lalu ? ok !… bye, oppa.” Yunyun menutup telponnya dengan wajah merona bahagia. Jinie mengernyitkan dahinya.

“nugu ?” tanya Jinie.

“Sandeul oppa. Apa kau mengenalnya ?”

“Sandeul ? hmm.. member boyband B1A4 ?” Jinie tampak ragu. Tapi Yunyun mengangguk senang.

“aigo ! bukankah kemarin kau berkencan dengan Jeongmin oppa ? kenapa sekarang…” Jinie memasang wajah bingung. Yunyun tertawa geli.

“hahaa.. kalau kau mau, kau juga bisa sepertiku.” ucap Yunyun disambut jitakan Soo in yang ternyata ada dibelakangnya.

“kau jangan mengajari magnae kita untuk berselingkuh ya !” sindir Soo in. Yunyun balas menjitaknya. Lalu Soo in menjitak Jinie. Dan mereka pun mulai jitak-jitakan. *gubrakk*😀

 

Di lantai 5 dorm SMent, tampak Key sehabis menutup telpon duduk didekat seorang yeoja tomboy didekatnya.

“aku sudah menuruti saranmu, Amber. Sebulan ini aku selalu memarahinya tanpa sebab, menahan diri untuk tidak bertemu dengannya, jarang mengangkat telponnya, tidak membalas sms-nya, …” Key tidak melanjutkan ucapannya. (ket. Amber member girlband F(x))

“Selama ini Hyuna tidak pernah menangis saat kau memarahinya. ia juga tidak pernah marah karna cemburu dan tidak pernah gugup atau salah tingkah karenamu. Itu kan sangat mencurigakan, Key. apa dia menganggapmu namjachingu-nya atau hanya sahabat yang berstatus namjachingu ?” ucap Amber panjang lebar. Key hanya menunduk sambil memandang fotonya dan Hyuna di walpaper ponselnya. ia tampaknya menyesal karna sudah memarahi Hyuna tanpa alasan di telpon tadi.

“Aku sahabatmu, Key, jadi aku tahu apa yang terbaik untukmu.” Tambah Amber. Ia menatap Key yang masih tidak bergeming. ‘dan yang terbaik untukmu adalah aku, Key, bukan Hyuna. Mian, aku membohongimu.’ Ucap Amber dalam hati.

“ne, Amber. Aku percaya padamu.” Key mengangguk dan tersenyum. Dari kejauhan, Ryeowook melihat mereka berdua dan mulai curiga.

“yak ! wookie ! apa kau tahu daritadi aku mencarimu kesana-kemari ? ternyata kau ada disini. Sedang apa kau ? ada yang ingin kubicarakan padamu. Ini sangat penting bagiku.” Yesung tiba-tiba datang dan langsung bicara panjang lebar.

“mwo ?” tanya Ryeowook kesal karna kebawelan Yesung. Tapi Ryeowook pun mendengarkan baik-baik Yesung yang menceritakan tentang tingkah Eun yoo yang membuatnya galau akhir-akhir ini. *hahaa. Yesung galau euy !*😛

“wookie, tolong bantu aku sekali ini saja. Kau kan kenal dekat dengan Hyuna, sahabat Eun yoo yag paling dekat, jadi kau bisa mengorek info tentang Eun yoo darinya. Ne ? jebaaaaaL..!!” Yesung memasang puppy eyes dan wajah memelas andalannya. Lagipula Ryeowook tidak mungkin bisa berkata tidak pada siapapun yang memintanya. *kasian wookpa* -_-

 

Eun yoo menoleh kiri-kanan. Bel pulang sudah berbunyi beberapa menit yang lalu. tapi ia masih tidak beranjak dari depan kelasnya. Sesekali ia melirik jam tangannya dan mendengus kesal. Tidak lama kemudian terlihat sosok yang ia tunggu sejak tadi.

“yak ! Hyun ah ! kau tau aku paling benci disuruh menunggu kan ? kau darimana saja ? Yunyun, Soo in dan Jinie sudah pulang duluan. huuh.. Jika aku bukan sahabat terbaikmu, mana mungkin aku rela menunggu lama disini. Sebenarnya tadi kau mengangkat telpon dari siapa ?” oceh Eun yoo. Hyuna menatapnya tanpa ekspresi.

“mian membuatmu menunggu. yang menelponku barusan adalah Key.” jawab Hyuna lirih.

“wae ? apa dia memarahimu lagi ? aigho, namja itu benar-benar sudah berubah sekarang. Kau jadi sedih karnanya.” Ucap Eun yoo. Hyuna menghela napasnya lalu menggeleng.

“kata siapa aku sedih ? Aku masih bisa bersabar untuknya. Gwenchanayo.” Hyuna tersenyum sambil menarik tangan Eun yoo memasuki mobil mereka. 3 member Silver Angel lainnya sudah sampai di sebuah mall untuk membeli hadiah untuk anak di Hello Baby, Hyuna dan Eun yoo pun menyusul mereka. Karna mereka belum tahu sang Baby nanti berjenis namja atau yeoja, Yunyun pun memutuskan membeli bantal dan selimut, Soo in membeli sepeda yang mungil, Eun yoo membeli PSP kecil, Hyuna membeli seperangkat mainan, dan Jinie yang tidak tahu akan membeli apa memilih sebuah topi lucu. Ketika hendak pulang ke dorm, Hyuna tertarik melihat kedalam sebuah butik.

“eun yoo, bagaimana jika aku membelikan key sweater ini ? mungkin dengan ini ia bisa berhenti marah-marah padaku.” Hyuna memegang sweater rajutan berwarna pink. Eun yoo mengangguk.

“hmm.. kau pasti pilih yang itu karna Key suka warna pink, tapi sweater itu bagus juga.” Ujar Eun yoo. Hyuna tersenyum dan segera berjalan ke meja kasir.

“onnie, bisakah kau membungkusnya seperti kado ?” pinta Hyuna. Kasir tersebut tersenyum ramah dan mengangguk. Eun yoo juga membeli sweater yang menurutnya cocok untuk Yesung. Sesampainya mereka di dorm Silver Angel, mereka pun mulai sibuk menata ruangan untuk menyambut sang Baby. Mereka juga menyiapkan kamar Hyuna untuk dijadikan kamar si Baby selama syuting. Meski awalnya Hyuna keberatan kenapa kamarnya yang seolah-olah dijadikan ‘tumbal’. *plakk* xD

“apa tidak bisa kamar Yunyun-Soo in saja ? atau kamar Eun yoo-Jinie ? masak harus kamarku ?” bujuk Hyuna dengan puppy eyes-nya.

“jangan banyak protes ! patuhi kata leader !” ucap Yunyun sok memerintah. Hyuna mehrong kearahnya. (mehrong=memeletkan lidah)

“untuk sementara ini, kau kan bisa tidur bersamaku dan Jinie, hyun ah. Kamarmu pasti kembali setelah syuting berakhir.” Ujar Eun yoo. Hyuna mengangguk pasrah.

“tapi syuting ini akan memakan waktu sekitar 3 bulan.” Ucap Jinie lugu sambil menghitung dengan jari-jarinya.

“MWO ?” pekik Hyuna kaget. Soo in menertawakannya.

 

Akhirnya syuting Hello Baby dimulai.

TOK ! TOK !! TOK !!!

Jinie segera beranjak ke pintu dan membukanya. Hyuna yang berjalan dibelakang Jinie spontan berseru,

“ANNYEONG !”

“siapa namamu ?” tanya Jinie sambil mengusap rambut balita itu.

“a..nye..ooong. Jang Jae Young im..ni..daaa.” cara bicara balita namja itu sedikit terbata-bata, sungguh lucu dan menggemaskan. Tubuhnya yang mungil layaknya balita berumur 2 tahun dan memiliki wajah Korea dengan mata sangat sipit seperti Jinie, bahkan pipi chubby-nya pun mirip dengannya. Jinie menggandeng tangan kanan Jae young dan Hyuna menggandeng tangan kirinya. Mereka berdua membawa Jae young ke ruang tengah yang penuh kamera.

“aigho, aigho, aigho. Noumu kyeopta. Siapa namanya ?” tanya Eun yoo.

“Jang Jae Young.” Jawab Hyuna.

“omo ! kenapa bisa mirip dengan Jinie ?” tanya Soo in heran. Jinie menggeleng sambil tertawa.

“hahaa.. semoga tidak hanya wajah kami saja yang mirip, tapi juga kepribadian kami cocok.” Ucap Jinie kearah kamera.

“anhi ! aku lah yang akan merebut hatinya lebih dulu. Ne, young~gie ah ?” Hyuna menggendong Jae young mendekat ke kamera.

“mwo ? Young~gie ah ? panggilan macam apa itu ?” ledek Soo in.

“itu panggilan sayangku untuk Jae young dan hanya aku yang boleh memanggilnya begitu.” Hyuna mengalihkan Jae young dan memberi kesempatan pada Jinie untuk menggendongnya.

“Jae young, mulai sekarang kami adalah amma-mu. Panggil aku Jinie amma, disana Yunyun amma, yang itu Soo in amma, itu Eun yoo amma, dan disampingmu ini Hyun amma.” Jelas Jinie sambil menunjuk mereka satu persatu. Wajah Jae young tampak bingung.

“Young~gie ah, panggil aku amma, Hyun amma, aratchi ?” Hyuna mencubit lalu mengecup pipi Jae young.

“Hyun am..ma.” ucap Jae young. Hyuna tampak senang sekali. Yunyun menarik Eun yoo dan Soo in kedepan kamera.

“pemirsa, kalian lihat, baru episode pertama saja Hyuna dan Jinie sudah mulai memonopoli Jae young.” Ucap Yunyun dengan tampang pura-pura kesal.

“bukannya kau tidak suka anak kecil ?” sindir Eun yoo. Yunyun nyengir sambil menggaruk-garuk kepalanya yang tidak gatal.

“hei, kalian berdua kan sama-sama tidak suka anak kecil.” Cela Soo in. Eun yoo terlihat malu dan menahan tawa. Mereka pun mulai bersaing untuk merebut perhatian Jae young yang sudah mulai hapal nama mereka. Soo in tiba-tiba mendapat ide.

“bagaimana jika kita adakan Love Test untuk menentukan urutan amma yang paling dicintai Jae young ?” usul Soo in dengan mata berbinar. Mereka pun setuju dan duduk berderet di sisi dinding. Masing-masing dari mereka memegang hadiah yang tadi siang mereka beli untuk Jae young. Wajah mereka tampak penuh harap.

“ingat, Young~gie ah, kau harus berlari kesini dan memeluk satu amma, mulai dari yang paling kau cintai. Aratchi ?” tanya Hyuna lembut. Jae young mengangguk pelan.

“kami hitung ya ? hana !” seru Yunyun.

“dul !” seru Eun yoo.

“set !” seru Jinie. dan suasana pun tegang karna mereka semua penasaran. Bahkan crew Hello Baby pun tidak melepaskan pandangan mereka sedetik pun dari kamera.

 

.=> part 2 end

 

Siapa kah yang menjadi amma terbaik ? dan siapakah yang menjadi amma terburuk ? dan bagaimana keseruan syuting Hello Baby mereka ? apakah lebih seru daripada kisah cinta mereka ?

Hehee. Jawabannya ada di part 3 ! ^^

Siapapun yg udah baca, jgn lupa LIKE dan COMENT yaaa.. coment kalian pasti ngebantu author untuk bikin cerita yang lebih menarik. Gamsahamnida. *bow*

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s