ff~CAN IT BE LOVE STORY?~oneshoot

^^ annyeong.. author kembali dengan oneshoot ff yg terinspirasi dari mimpi author sendiri.. kekeke~ Happy reading..

 

Title : Can it be Love Story?

 

Author : @alexa_kiikey (tweet)

 

Cast :

_Kim Heechul as Heechul

_Park Hyun Kyo as Hyuna

_Choi Soo Kyung as Soo kyung

_Park Ri Ah as Ri Ah

 

Supporting cast : dirahasiakan

 

Ocs : Hyuna and Soo kyung

 

Genre : sad, romance, friendship

 

Rating : PG-17 (WARNING! author tidak bertanggung jawab jika ada anak dibawah umur 17 tapi tetap membaca ff ini)

 

Length : oneshoot

 

Disclaimer : meski beberapa tokoh (misalnya Heechul) digambarkan sebagai seorang selebritis Korea seperti di dunia nyata, author tetap sebagai pemilik seluruh isi cerita termasuk pembuat karakter tokoh-tokohnya

 

.=> the story begin

 

“duh, ahjussi, bisakah kau cepat fotocopy semuanya? Aku tak bisa berlama-lama disini.” Gerutu Hyuna untuk yang kesekian kalinya. Sementara yang ia panggil dengan sebutan ‘ahjussi’ sibuk meneliti mesin fotocopy dihadapannya. Wajar saja Hyuna gelisah. Ia membutuhkan banyak copy-an beberapa dokument untuk mendaftar di sebuah universitas. Hyuna kembali melirik jam tangannya dan tak mampu lagi bersabar. Ia menerobos masuk dan mendekati ‘ahjussi’ itu.

“aigho! Sejak tadi ahjussi belum mem-fotocopy satu lembar pun?” tanyanya kesal. ia menatap tajam ‘ahjussi’ itu. Tampaknya ada yang aneh. Namja itu bukan ahjussi pemilik tempat fotocopy itu. Jadi, siapa dia?

“Heechul oppa?” ucap Hyuna pelan dengan nada tak percaya. Jantungnya berdegup kencang. Kencaaang sekali. Ia berusaha mengatur napasnya agar tetap terlihat biasa saja. meski kenyataannya hatinya sangat malu mengingat beberapa detik lalu ia selalu memanggil Heechul ‘ahjussi’.

“eh, ne.” jawab Heechul gugup sambil melihat kesekelilingnya. Takut kalau-kalau ada Petals atau ELF di dekat mereka berdua. Untungnya tidak. selain beberapa anak kecil yang sedang asyik bermain, hanya ada mereka berdua disana. Sebenarnya sejak awal ia tidak ingin berpura-pura menjadi ahjussi disana. Tapi karna kedatangan Hyuna yang sangat tiba-tiba dan tergesa-gesa membuatnya khawatir yeoja tersebut akan histeris melihatnya.

“pantas saja kau tak bisa menjalankan mesin fotocopy ini. kau kan artis.” Ucap Hyuna datar sambil menyalakan mesin dihadapannya. Ia menyelesaikan semuanya sendiri. hingga lembaran-lembaran dokument yang ia butuhkan lengkap. Lalu membuka dompetnya dan menyerahkan beberapa uang receh pada Heechul.

“berikan ini pada ahjussi saat ia kembali nanti. Oppa mengerti maksudku kan?”

“eh, kau kan mem-fotocopy sendiri. jadi semuanya gratis.” Tolak Heechul. Hyuna menggeleng cepat.

“oppa kan bukan ahjussi pemilik tempat fotocopy-an ini. jadi oppa tak berhak menolak uang bayaran dariku.” Hyuna segera meninggalkan uang recehan tadi diatas meja. Lalu ia pergi secepat kilat. Heechul hanya menatap kepergiannya dengan tatapan aneh.

 

..keesokan harinya..

 

“jinja, onnie?” tanya Hyuna ragu. Soo Kyung memintanya menyalakan loudspeaker agar ia bisa mendengar ucapan Ri Ah di telepon.

“ne, Hyun ah! palli-ya! Kau ditunggu di dekat Mading kampus.” Ucap Ri Ah seraya memutuskan teleponnya. Hyuna langsung melompat kegirangan diatas kasur Soo kyung.

“Soo kyung! Aku berhasil! Yeah! Hahaa..”

“berhasil apa? Aku masih tidak mengerti.” Soo kyung mengernyitkan dahinya. Hyuna tersenyum.

“aku berhasil menyusulmu masuk Seoul Art University, Soo kyung!” seru Hyuna. Soo kyung terkejut dan segera memeluknya.

“chukkae! Akhirnya kita bisa satu kampus lagi. aigho, aku jadi terharu.” Ujar Soo kyung sambil melepaskan pelukannya. Matanya tampak berkaca-kaca.

“dasar cengeng!” ledek Hyuna. ia mencubit pipi tirus Soo kyung dengan gemas. Mereka berdua segera pergi ke kampus baru mereka. Di dekat Mading, Hyuna melihat Ri Ah dan segera menemuinya.

“lihat tuh namamu yang terpampang di Mading!” ucap Ri Ah sang senior terjutek. Hyuna menurut dan meneliti namanya yang ternyata memang tercantum di daftar mahasiswa baru universitas yang dikenal banyak meluluskan selebriti ternama seperti Goo Hye Sun dan Lee Sungmin (SuJu) itu.

“besok kau harus datang lebih pagi dari kemarin. Kau juga harus memakai perlengkapan ospek lengkap seperti mahasiswa baru lainnya. Dan jangan pikir karna aku onniemu aku akan meng-istimewakanmu. Ara?” ucap Ri Ah ketus. Hyuna menelan ludahnya. Semakin hari, onnienya semakin galak saja. ketika Ri Ah pergi dari hadapannya, dari kejauhan ia melihat sosok namja cantik yang sedang dikelilingi banyak yeoja.

“dia Heechul kan?” pekik Soo kyung.

“Heechul oppa.” Sergah Hyuna.

“ne, maksudku Heechul o-p-p-a.” ucap Soo kyung dengan mengeja kata ‘oppa’. Hyuna mengangguk pelan sambil menurunkan topinya hingga wajahnya tak terlihat jelas. Karna Soo kyung seorang Petals, ia pun meminta Hyuna untuk menemaninya menemui Heechul. Hyuna mengikutinya dengan enggan. Heechul yang sebenarnya mulai bosan dengan yeoja-yeoja yang terus mengerumuninya tertarik melihat seorang yeoja yang tampak tidak antusias dan menyamarkan diri dengan topi. Bukan Heechul namanya jika ia tidak menjahili orang lain. Ia pun meraih topi itu. Lalu terkejut melihat siapa yeoja yang memakai topi tadi.

“hei, kau?” Heechul diam sesaat. Ia melihat name tag di kaos yang dipakai Hyuna. ‘jadi namanya Hyuna.’ ucap Heechul dalam hati. Kemudian ia tersenyum misterius.

“Hyuna?”

“ne, oppa.” Jawab Hyuna gugup.

“ikut aku!” Beberapa yeoja yang merupakan seniornya dan teman dari onnie-nya meliriknya tajam. Terlihat sekali mereka mulai tidak menyukai Hyuna. tapi Heechul tidak peduli. Ia menarik tangan Hyuna menjauh dari mereka. Hyuna meronta. Tapi tenaganya tak berarti apa-apa bagi Heechul. Ia menarik tangan Hyuna hingga masuk ke mobilnya.

“kau sudah tidak ada urusan disini lagi kan?” tanya Heechul sambil menyalakan mesin mobil porsche tua-nya.

“oppa, apa yang…” ucapan Hyuna terhenti saat Heechul memegang tangannya.

“johahe. Ijinkan aku lebih mengenalmu.” Ucapnya lembut. Wajah Hyuna memerah. ‘y Tuhan, mana mungkin aku menolak namja se-sempurna dia?’ ucap Hyuna dalam hati. Mobil klasik itu mulai melaju kencang meninggalkan area kampus. Soo kyung menatap perih pada jejak sahabatnya. Ia iri. Saaangat iri. Kenapa yeoja yang ditarik biasnya pergi adalah sahabatnya? Kenapa bukan yeoja lain? Jika yang dibawa pergi oleh biasmu adalah yeoja yang tidak kau kenal, kau pasti dapat mencercanya dengan sepuas hati kan? Tapi bagaimana jika yeoja itu sahabatmu sendiri? apa kau akan mencercanya juga? Pertanyaan-pertanyaan itulah yang berputar-putar di otak Soo kyung sekarang.

 

..beberapa hari kemudian..

 

“HYUNAAA..!!” teriak salah satu senior di tengah lapangan. Hyuna pun maju mendekatinya dengan perasaan takut. Ia menyeka keringat di dahinya. Siang itu terik sekali. Sayangnya ospek tak mengenal kata ‘hot summer’.

“Ri Ah, bukankah dia adikmu?” tanya senior itu. Ri Ah mengangguk dengan enggan.

“kau Petals kan? Coba kita lihat, apa yang bisa kau lakukan pada yeoja yang menarik hati bias tersayangmu itu!” ucap senior itu diiringi senyuman licik. Ri Ah bingung. Ia memang tak pernah menyukai dongsaengnya sejak kecil. Dan ia makin tidak menyukainya karna Heechul. Tapi untuk memberinya pelajaran? Ia sungguh tidak tega. Chingudeul-nya menunggu reaksi darinya dengan cukup sabar. Membiarkannya berpikir sejenak. Hyuna terus berdoa dalam hati agar onnie-nya mau sedikit memberikan keringanan padanya. sejak Heechul muncul di kehidupannya, Hyuna selalu menjadi target bullying bagi senior-seniornya di kampus. Apalagi ia masih melaksanakan ospek. Senior-seniornya menganggap ini sebagai kesempatan emas untuk membuat Hyuna menikmati masa ospeknya dengan ulah jahil mereka yang keterlaluan.

 

*flashback*

 

“Soo kyung, tunggu!” seru Hyuna seraya mengejar Soo kyung yang berlari menghindarinya. Hyuna merasa bersalah karna ia tahu alasan Soo kyung berubah. Hyuna mulai kelelahan. Tapi ia lebih khawatir pada Soo kyung mengingat sahabatnya punya penyakit asma yang bisa kambuh kapan saja, maka ia berhenti mengejar Soo kyung. Matanya berkaca-kaca menatap punggung sahabatnya yang mulai menjauh. BYURRR!!!! Tiba-tiba seember air jatuh dari atas kepalanya. Membuat sekujur tubuhnya basah kuyup. Kemudian terdengar suara tawa yang keras dari arah belakang. Hyuna menoleh.

“sepertinya adik Ri Ah mulai kedinginan. Sayang sekali Ri Ah sudah pulang duluan.” Seru seorang senior bertubuh gemuk.

“kajja! Kita hangatkan yeoja jelek ini di kamar mandi.” Seru senior lainnya. Hyuna segera diseret dengan paksa kedalam toilet namja oleh yeoja-yeoja tak berperasaan itu. Ia dimasukkan kedalam sebuah toilet rusak dan mereka menguncinya. Hyuna menangis dan berteriak meminta tolong. Sayangnya kampus sudah sangat sepi sore itu. Tak ada yang mendengar suaranya. Sementara itu, di depan gerbang kampus, Heechul menunggu Hyuna di mobilnya. Ia mengira mungkin Hyuna masih harus mengikuti demo ekskul tambahan ataupun materi ospek tambahan. Sejam kemudian, barulah nasib baik menghampiri Hyuna. seorang harabeoji yang bertugas membersihkan toilet menolongnya keluar dengan mendobrak pintu toilet. Setelah mengucapkan ‘gamsahamnida’ berulang kali sambil terus membungkukkan badan pada harabeoji itu, Hyuna melangkah pulang dengan airmata masih mengalir dan tubuh menggigil.

“Hyuna!” panggil Heechul. Ia menghampiri Hyuna dan memandangnya penuh tanda tanya dan kekhawatiran.

“aku hanya terjatuh di toilet.” Ucap Hyuna sambil tersenyum dan menghapus airmatanya. Heechul mendengus pelan. Ia bukan orang bodoh ataupun anak kecil yang mudah dibohongi.

“siapa saja yang melakukan ini terhadapmu?” tanya Heechul marah. Hyuna menggeleng cepat.

“aku tidak akan memberitahumu.” Ucap Hyuna dengan suara sedikit gemetar. Heechul menyerah memaksanya. Ia melepaskan jaket kulitnya dan memakaikannya pada Hyuna.

“masuklah! Aku akan mengantarmu pulang.” Ucap Heechul lembut sambil membukakan pintu mobil untuk Hyuna.

 

*flashback end*

 

“kau lihat Sungmin sunbae disamping Heechul oppa disana?” tunjuk Ri Ah. Hyuna menyipitkan matanya. Melihat Sungmin yang sedang mengobrol dengan ketua perkumpulan mahasiswa. Disampingnya, terlihat Heechul dengan tampang malas sedang mengutak-atik iphone-nya.

“kau temui dia dan lakukan apa saja agar Heechul oppa cemburu padamu.” Ucap Ri Ah disambut oleh tepukan tangan chingudeul-nya. Hyuna tertegun. Ia tidak berani menentang perintah onnie-nya. Tapi meskipun selama beberapa hari ini Heechul selalu bersikap baik padanya, ia tidak yakin Heechul benar-benar menyukainya. Bagi Hyuna, membuat Heechul cemburu sama saja dengan mengadu untung di mesin judi. Peluangnya mungkin lebih kecil dari fifty:fifty. Dari kejauhan, Soo kyung menatap iba pada sahabatnya. Namun ia memilih diam dan berpura-pura tidak peduli. Hyuna berjalan ragu mendekati Sungmin. Heechul yang menyadari kedatangannya lebih dulu menyambutnya dengan senyuman manis.

“annyeong, Hyuna.” sapa Heechul. Hyuna mengacuhkannya dengan terpaksa.

“Sungmin oppa, hari ini kau terlihat tampan lebih dari biasanya.” Puji Hyuna dengan aegyo yang dibuat-buat.

“gomawo.” Balas Sungmin. Hyuna kembali berusaha menarik perhatian Sungmin dengan membuka payung yang sebenarnya merupakan perlengkapan ospek. Dan mengarahkannya diatas kepala Sungmin.

“siang ini panas sekali, oppa. Kulitmu bisa iritasi. Biarkan aku memayungimu.” Ucap Hyuna dengan senyuman lebar. Sungmin yang tidak merasa terganggu hanya meresponnya dengan mengelus kepala Hyuna. tapi Heechul mulai menunjukkan reaksi yang sulit dimengerti. Ia tersenyum seperti biasa, tapi tangannya meraih payung Hyuna dan menjatuhkannya. Membuat Hyuna terkejut.

“kau kenapa?” tanya Heechul. Perlahan, wajahnya mulai terlihat marah. Hyuna menunduk takut. Heechul menarik tangannya menjauh dari Sungmin. Ia tak mempedulikan panggilan Sungmin berkali-kali.

“apa ada yang keberatan jika aku mengantar Hyuna pulang sekarang? Sepertinya ia sedang tidak enak badan.” Ucap Heechul pada Ri Ah dan chingudeul-nya. Tak ada satu pun dari mereka yang berani angkat bicara. Heechul pun segera menarik tangan Hyuna menuju mobilnya.

“mian.” Ucap Heechul pelan sekali. Seakan berat baginya untuk mengatakan hal itu.

“gwenchana, oppa. Ini kesekian kalinya kau menarik tanganku di depan mereka. Aku bahkan sudah mulai terbiasa.” Gumam Hyuna. Heechul tak kunjung menyalakan mobilnya melainkan menatap kosong kearah jendela.

“ini semua karna aku, kan?”

“anhi, oppa. Ini semua bukan salahmu. Ini semua juga bukan salah fans-mu. wajar jika mereka salah paham dengan pertemanan kita, oppa. Aku mengerti…’

“hentikan omong kosong mu!” bentak Heechul tiba-tiba. Hyuna langsung mengunci mulutnya rapat-rapat.

“kau tahu aku tidak menginginkanmu sebagai teman kan?”

“oppa, kau tahu aku tidak bisa menjadi yeojachingu-mu kan?” balas Hyuna.

“it can’t be love story, oppa.” Tambah Hyuna lagi. Heechul menggeleng pelan dan menatapnya tajam. Nyali Hyuna menciut seketika. Ia kembali menunduk. Heechul mencondongkan tubuhnya kearah Hyuna.

“saranghae.” Bisik Heechul lembut. Ia mengangkat dagu Hyuna lalu mengecup bibirnya. Hyuna terkejut. Di satu sisi, ia mulai mencintai Heechul. Tapi di sisi lain, ia tidak ingin semakin menyakiti perasaan onnie dan sahabatnya yang juga sangat mencintai Heechul. Perlahan, Heechul memperdalam ciumannya. Hyuna tersadar dan segera mendorong Heechul.

“oppa, hentikan!” ucap Hyuna marah. Tapi Heechul tidak menyerah begitu saja. ia yakin Hyuna juga mencintainya. Ia meraih tengkuk Hyuna dan kembali menciumnya. Hyuna terus berusaha meronta dan menghindari bibir Heechul yang kini mendesak bibir Hyuna untuk membuka. Heechul memejamkan matanya seolah tak ingin melihat penolakan dari Hyuna sambil terus mengulum bibir Hyuna. akhirnya Hyuna menyerah dan ikut memejamkan matanya.

 

..beberapa hari kemudian..

 

“omo! Heechul oppa update twitter lagi!” seru seorang mahasiswi sambil membelalakkan matanya ke layar laptopnya.

 

Heedictator beberapa detik yang lalu melalui uber social for iphone SARANGHAE, I LOVE YOU, AKU CINTA KAMU, WO AI NI, AISHITERU!!! ^^ kekeke~

 

“uuurgh.. beruntungnya yeoja yang mendapatkan kata-kata itu dari Heechul oppa.” Ucap mahasiswi lainnya.

“apa kau sudah dengar gosip dari senior-senior disini? Tentang yeoja yang merebut perhatian Heechul oppa itu lho!” bisik yang lainnya. Lalu mereka pun asyik berbisik sambil sesekali melirik Hyuna yang sedang makan siang tak jauh dari mereka. Hyuna pun jadi merasa tidak enak. Ia buru-buru menghabiskan bibimbap dan ddoubokki di mejanya dan beranjak pergi. Sore harinya, Hyuna yang dikerjai oleh senior-seniornya (lagi?) terpaksa menjalani hukuman untuk membereskan perpustakaan sebelum pulang. Ri Ah yang tidak sabar menunggunya memutuskan untuk pulang duluan. Sedangkan Heechul tak bisa selalu mengantar Hyuna pulang setiap hari karna schedule-nya yang cukup padat.

“Soo kyung!” seru Hyuna sambil menepuk bahu Soo kyung. Sudah lama mereka tidak berbicara dan jalan bersama. Hyuna sangat merindukan sahabatnya hingga ia ingin memeluknya erat. Namun Soo kyung justru mengelak. Dan tak sengaja membuat tangan Hyuna menjatuhkan tasnya.

“eh, mian.” Ucap Hyuna. Soo kyung segera memunguti isi tasnya yang terjatuh.

“Soo kyung, kita harus bicara.” Ucap Hyuna lagi seraya membantu Soo kyung.

“Soo kyung, berhentilah bersikap kekanakan.” Ucap Hyuna agak kesal karna Soo kyung terus mengacuhkannya.

“jadi menurutmu aku kekanakan dan kau lah yang dewasa? Begitu?” ucap Soo kyung marah.

“bukan itu maksudku. Tapi…”

“kau bukan sahabatku lagi, Hyuna.” cela Soo kyung lalu berlari pergi. Hyuna tercengang mendengar ucapan Soo kyung. Lututnya terasa lemas hingga ia terduduk menunduk dengan mata berkaca-kaca. Beberapa saat kemudian ia melihat obat asma Soo kyung yang tertinggal di dekatnya. Ia pun panik. Bagaimana jika asma Soo kyung kambuh dan ia tak menemukan obat itu di tasnya? Hyuna berlari mengejar Soo kyung. Dari kejauhan, ia melihat Soo kyung hendak memasuki mobilnya di seberang jalan.

“Soo kyung, tunggu! Ini… AAAAA…!!!” BRAGK! BUGK! Tubuh Hyuna terlempar beberapa meter oleh sebuah mobil Hyundai Silver yang menabraknya kencang. Darah mengucur deras di kepala dan kakinya.

“HYUNAAA!!!” teriak Soo kyung histeris sambil berlari kearah Hyuna. Supir Soo kyung segera melarikan Hyuna ke rumah sakit terdekat.

 

*****

 

“HYUNAAA..!!!” pekik Heechul seraya bangun dari tidurnya. Ia mengerjap-ngerjapkan matanya dengan perasaan galau.

“gwenchana?” tanya Leeteuk. Heechul mengangguk pelan tanpa menoleh padanya.

“makanya jangan tidur jam segini, hyung! Kata orang jawa teh, pamali! Sore sudah terlewat, malam belum datang.” Oceh Yesung. Heechul melempar bantal sofa kearahnya dengan kesal.

“mimpi buruk y, hyung? Atau mimpi basah?” tanya Kyuhyun dengan wajah sok innocent. dan tanpa pikir panjang, Heechul segera melempar Heebum kearahnya.

 

..sementara itu, di rumah Hyuna..

 

“Ri Ah, kenapa dongsaeng-mu belum pulang y? ini kan sudah malam.” Ucap amma khawatir. Sejak sore, ia menanti kepulangan Hyuna di depan pintu. Ri Ah membanting majalah yang baru saja ia baca.

“sudah lah, amma! Tak usah mencemaskannya lagi. Mungkin Hyuna sedang asyik berpacaran dengan namja yang lebih tua 10 tahun darinya itu.” Ucap Ri Ah pedas. Tiba-tiba telpon rumah mereka berdering nyaring. RING—RING— amma segera mengangkat telpon itu.

“yeobaseyo…”

 

*****

 

“dongsaengmu masih belum sadar dari koma-nya, Ri Ah!” ucap amma dengan tangisannya yang memilukan. Ri Ah memeluk amma-nya erat. Bulir-bulir airmata mulai membasahi pipinya. Ia yang baru saja pulang kuliah, datang menjenguk Hyuna bersama Heechul dan Soo kyung. Setiap hari mereka selalu menyempatkan diri untuk datang memantau keadaan Hyuna yang sayangnya tak kunjung menunjukkan perubahan yang berarti. Heechul menggenggam tangan Hyuna lembut. Sejak tadi ia berusaha keras untuk tidak menitikkan airmatanya. Rasanya periiih sekali. Melihat orang yang sangat ia cintai terbaring tak berdaya diatas ranjang rumah sakit berminggu-minggu ditemani selang-selang infus dan mesin pemantau denyut jantung.

“mian, oppa, mian. Hyuna begini karna aku.” Ucap Soo kyung untuk ke-seratus kalinya. Ia tak pernah melupakan rasa bersalahnya dan menangis hampir setiap waktu. Heechul hanya diam. Tak mampu mengeluarkan sepatah kata pun. Bibirnya beku menyaksikan wajah pucat kekasihnya yang sekarang terlihat lebih tirus. ‘aku berjanji akan tetap menunggumu, chagi. Dan jika kau sadar nanti, kau harus berjanji akan tetap menjadi kekasihku.’ Ucap Heechul dalam hati. Ia mengelus lembut kepala Hyuna yang sebagian masih tertutup perban. But, can Heechul still wait Hyuna? can it be love story?

 

.=> the story FIN

 

Gmn menurut readers? Gaje gak? Gaje y? pasti gaje! Yesungdah lah.. *lap ingus, trus pergi* xD

Yg kena tag & baca, WAJIB LIKE & COMENT y!!! don’t be silent reader yg mau enaknya doank! Baca tanpa ninggalin jejak like & coment adlh perbuatan tidak terpuji.. *plakk* nantikan ff oneshoot ku yg lainnya y! annyeong.. ^^

One thought on “ff~CAN IT BE LOVE STORY?~oneshoot

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s