ff~DIARY of SILVER ANGEL~part 5

^^~ annyeong, readers.. gak bosen kan d tag.in ff trus? Gak kan? gara” chingudeul author minta d post cpet, author jd abaikan tgs sbg admin.. oh y,, promosi ah! foll author d twitter donk! @alexakiikey

Hahaa.. Happy reading..

 

.=> cuplikan part 4

 

“sepertinya aku tahu siapa yang kau sebut pengecut.” Hyuna menunjuk ke arah 3 loker di hadapan mereka yang bertuliskan 3 nama: Choi Ha Rin, Kang Hara, dan Uhm Ki Joon.

“apa maksudmu mereka bertiga?” tanya Yunyun sambil menyipitkan matanya. Hyuna menggeleng.

“anhi. Bukan mereka bertiga. Tapi ada diantara mereka bertiga.”

 

.=> part 5 dimulai

 

“nugu?” tanya Jinie semangat. Sayangnya, saat Hyuna membuka mulutnya bel masuk sekolah berbunyi. TEEET…TEEET… mereka berlima yang duduk di kelas berbeda pun bersepakat akan menyelesaikan masalah ini di kantin saat istirahat nanti.

“duuuh..” tiba-tiba Hyuna meringis pelan sambil berlutut memegangi perutnya.

“wae?” tanya Soo in khawatir.

“perutku… appo!”

“sebaiknya kita antarkan Hyuna ke UKS dulu.” Ucap Eun yoo. Ia dan Jinie membantu Hyuna berdiri.

“aku dan Soo in akan meminta ijin ke ruang songsaenim.” Yunyun menarik tangan Soo in ke arah yang berlawanan dengan Eun yoo dan Jinie yang memapah Hyuna. sesampainya di ruang songsaenim, Yunyun yang tadinya berlari-lari kecil segera menghentikan langkahnya dengan tiba-tiba. Membuat Soo in tersentak kaget dan tak sengaja menginjak kakinya.

“AUW! Soo in!”

“kamu sih! Kenapa berhenti menda…” Soo in langsung menutup mulutnya rapat-rapat begitu memfokuskan matanya pada 4 namja berwajah tampan di hadapan mereka. Sebenarnya ini bukan kali pertama mereka terpesona menatap 4 namja itu. 4 namja itu adalah member boyband baru, Boyfriend. Kwangmin, Youngmin, Jeongmin, dan Minwoo. Yunyun dan Soo in menganggap mereka adalah satu-satunya ‘pencuci mata’ di sekolah ini. terutama Jeongmin, sang kapten basket kebanggaan sekolah. Beberapa detik mereka berdua terpaku dan melupakan tujuan mereka ke ruang songsaenim.

“untuk apa kalian kemari? Bukankah jam pelajaran sudah dimulai?” tegur songsaenim yang dikenal ‘killer’.

“ehm.. ah, itu.. kami kesini untuk meminta ijin karna Hyuna sedang sakit perut. Sekarang dia di UKS ditemani Eun yoo dan Jinie.” Jelas Yunyun gugup.

“oh.. baiklah. Kembali ke UKS dan katakan pada temanmu yang lain bahwa kalian harus segera kembali ke kelas.”

“tapi, songsaenim, bagaimana dengan Hyuna?” tanya Soo in. songsaenim ‘killer’ itu membenahi kacamatanya dan menatap Soo in tajam. Membuat Soo in bergidik merinding.

“eh, kami mengerti, songsaenim. Silyehamnida.” Ujar Yunyun sambil menarik tangan Soo in keluar. Sedetik, Yunyun dan Soo in menyempatkan diri melempar senyuman termanis mereka pada Jeongmin.

 

*****

 

“mwo?” pekik Jinie.

“Jadi Hyuna ditinggal sendiri?” tanya Eun yoo. Soo in mengangguk.

“ne. Hyun ah! mian.” Yunyun tampak tidak enak hati meninggalkan Hyuna yang sedang sakit sendirian di UKS.

“gwenchana.” Gumam Hyuna pelan. Wajahnya tampak pucat berkeringat. Ketika keempat temannya hendak beranjak pergi, Hyuna menahan mereka.

“tunggu!”

“wae?” tanya Soo in. Hyuna membisikkan sesuatu di telinganya. Membuat Yunyun, Eun yoo, dan Jinie bertukar pandang penasaran. Dan mereka bertiga semakin penasaran melihat Soo in mengerutkan alisnya sambil mengangguk lalu tertawa pelan. Setelah mereka berempat meninggalkan UKS, Soo in langsung berlari dikejar ketiga temannya yang berusaha meng-introgasi-nya.

 

TEEET… TEEET… tak terasa, bel istirahat sudah berbunyi. Sesuai janji, Yunyun, Soo in, Eun yoo, dan Jinie segera pergi ke sudut kantin. Choi Ha Rin, Kang Hara, dan Uhm Ki Joon sedang menikmati jajanan dengan jarak beberapa meja di samping mereka.

“ooteohke?” bisik Eun yoo bingung. Soo in menyuruhnya melemparkan surat berdarah itu ke meja Ha rin dkk.

“ne. lakukan saja! palli!” Soo in tampak yakin. Eun yoo menelan ludahnya lalu secepat kilat melempar surat itu. Yang dengan tepat mendarat di depan mangkuk mie Ki joon.

“YAK! SIAPA YANG MELEMPAR SURAT INI?” Ki Joon yang sempat terkejut berubah jadi sangat marah. Ia meremas surat berdarah itu.

“YUNYUN YANG MELAKUKANNYA!” seru Soo in. Yunyun sampai tersedak bakso yang ia makan.

“uhuk! Uhukkk! Yak! Soo in! kenapa… AUW!” ucapan Yunyun berubah jadi erangan sakit karna Soo in menginjak kakinya untuk kedua kalinya hari ini. Soo in berbisik, “mian.” Dan tersenyum. Yunyun hanya mengerucutkan bibirnya.

“Yunyun, apa alasanmu memperlihatkan surat berdarah Eun yoo ini? apa kita punya masalah?” tanya Ki joon berusaha menahan emosinya.

“mwo? Darimana kau tahu surat berdarah itu untukku?” tanya Eun yoo yang sepertinya sudah mulai mengerti maksud Soo in. Ki joon terdiam gugup.

“aku yang memberi tahunya. Aku kan sering melihat surat itu tertempel di pintu lokermu.” Jawab Hara membela Ki joon. Yunyun, Eun yoo, dan Jinie menatap Soo in penuh harap. Menanti ucapan selanjutnya yang akan membuktikan siapa sebenarnya pengirim surat berdarah yang selalu meneror Eun yoo. Tapi Soo in malah menggigit bibir bawahnya dengan gugup.

“aku lupa apa lagi yang dibisikkan Hyuna tadi untuk kukatakan sekarang.” gumam Soo in pada chingudeulnya. *gubrak*

“mwo? Jadi Hyuna, teman sebangku-ku, yang memintamu menfitnah sahabatku tentang surat ini?” tanya Ha rin marah. Refleks, Yunyun, Soo in, Eun yoo, dan Jinie menggeleng. Suasana hening sejenak. Mereka mulai menyadari bahwa semua mata siswa di kantin beserta penjaga kantinnya kini hanya tertuju pada keributan yang mereka ciptakan. Di saat yang tidak mengenakkan itu, tiba-tiba Hyuna muncul dengan berjalan pelan.

“aku tidak pernah memfitnah siapapun, Ha rin. pengirim surat berdarah itu memang sahabatmu. Kedua sahabatmu. Ki joon dan Hara.”

“mwo? A… anhi! Itu tidak benar kan?” Ha rin menatap sengit kedua sahabatnya bergantian.

“aku tahu biasmu Yesung oppa, Ha rin. Dan kedua sahabatmu tidak suka pada Eun yoo yang ber-status sebagai yeojachingu Yesung oppa. Kukira, sebenarnya itu wajar. Mereka pasti sangat mengerti bahwa… ya… mungkin saja kau sedikit iri pada Eun yoo. Tapi… tentu saja ini buka salahmu.” Hyuna tidak ingin melanjutkan ucapannya begitu melihat mata Ha rin berkaca-kaca. Ia tidak ingin membuat Ha rin malu.

“mianhe.” Ucap Hara lirih. Ha rin berlari meninggalkan kantin dengan kesal. ia memang sangat mengidolakan Yesung, tapi bukan berarti ia menginginkan kedua sahabatnya melakukan hal serendah itu.

 

*****

 

“MWO? JADI KAU TAHAN RASA SAKIT DI PERUTMU DAN MENEMUI KAMI DI KANTIN HANYA UNTUK FORMULIR OLIMPIADE?” Yunyun tampak tak percaya. Ia pikir Hyuna ke kantin karna sudah sembuh dan ingin membantu mereka menyelesaikan masalah.

“ssstt… kau tak perlu se-histeris itu.” Hyuna menempelkan telunjuknya di depan bibirnya sendiri. “tentu saja aku juga ingin sekalian memastikan Soo in tidak lupa ucapanku di UKS tadi pagi. Tapi ternyata feeling ku tidak meleset sedikit pun. Soo in akan melakukan kekonyolan di akhir rencana.”

“yak! Kau bahkan lebih pelupa dariku.” Sindir Soo in.

“jinja? jadi diantara kalian berdua, siapa yang paling pelupa?” tanya Jinie. Hyuna dan Soo in saling menunjuk. “DIA!”

“coba jawab, apa kau ingat… apa sarapanmu tadi pagi?” selidik Soo in. mata Hyuna menerawang sesaat. Lalu dengan datar, ia menjawab, “aku lupa.”

“sudah lah. Kenapa jadi meributkan hal yang tidak penting sih! Hyun ah! jadi kau ingin ikut olimpiade apa?” tanya Eun yoo penasaran.

“emm.. biologi.” Jawab Hyuna dengan mata berbinar.

“memangnya kamu bisa?” Soo in tampak tak yakin dengan antusias Hyuna.

“molla. Tapi aku akan berusaha sebaik mungkin. Kalau aku berhasil jadi juara, aku akan meminta pak tua mengakhiri perjanjian… ups!” Hyuna berhenti bicara. Ia mengatupkan bibirnya rapat-rapat dengan tangan kanannya. sementara keempat chingudeul-nya melirik dengan rasa ingin tahu yang tinggi.

“apa yang akan kau minta dari pak tua?” tanya Eun yoo sambil menyipitkan matanya.

“rahasia! Sebaiknya kalian temani aku ke ruang OSIS sekarang.” Hyuna meminta Jinie membantunya berdiri.

“ke ruang OSIS?” pekik Yunyun.

“berarti kita bakal ketemu Jeongmin juga?” seru Jinie.

“hei, kau tidak menyukai Jeongmin juga seperti kami kan, Jinie?” ancam Soo in. Hyuna dan Eun yoo saling bertukar ekspresi jijik. Sedangkan Jinie hanya tertawa malu.

 

..sesampainya mereka di ruang OSIS..

 

“annyeong.” Sapa Hyuna. Minwoo menoleh.

“eh, annyeong. Ada apa, Hyuna?”

“kau mengenalku?” tanya Hyuna bingung. Ia bahkan belum pernah berkenalan apalagi berbicara dengan namja lain yang tidak sekelas dengannya.

“ne. chingudeul Eun yoo pasti akan terkenal di sekolah karna dia kan yeojachingu member boyband terkenal.” Jawab Minwoo sambil tersenyum. Eun yoo langsung permisi keluar setelah Minwoo mengatakan hal itu. ‘huft.. seandainya dulu Yesung oppa tidak memberi tahu publik tentang hubungan kami, pasti semuanya tidak akan seperti ini.”

“owh.. emm.. Aku ingin meminta formulir olimpiade.”

“kau juga ingin mendaftar?”

“ne. wae?”

“ah, anhi. Kupikir kau hanya tertarik pada lagu.”

“tidak juga. Aku kan bukan penyanyi.”

“kau jangan merendah. Ini!” Minwoo menyerahkan selembar formulir yang kemudian langsung di isi Hyuna. “lagu I think I ost drama Full house kau yang menyanyikan kan?”

“ne. tapi itu 2 tahun yang lalu. Sebelum aku pergi ke China.”

“China? Wow! Daebak! Aku belum pernah ke China. Ceritakan padaku tentang negara itu!” ucap Minwoo semangat. Sambil menulis, Hyuna menceritakan beberapa pengalamannya di China.

 

*****

 

“yak! Kenapa tadi kalian meninggalkanku di ruang OSIS?” tanya Hyuna kesal saat mereka menaiki mobil jemputan SME sepulang sekolah.

“pervert! makanya jangan membingungkan. Kau itu yeojachingu koko Henly atau Minwoo?” ledek Yunyun.

“mwo? Pervert? Hei, kau ingin mati ya?” Hyuna berusaha memukul bahu Yunyun pelan. Namun tetap saja Yunyun mengelak.

“kenapa tidak menjadi yeojachingu Kyu oppa saja?” Soo in ikut meledek.

“andwae! Sepertinya dengan Wookie oppa lebih cocok.” Sahut Eun yoo sambil tertawa.

“bagaimana jika dengan Siwon oppa?” Jinie bermaksud meledek Hyuna juga. Tapi justru membuat suasana hening sejenak. Dan 3 pasang mata menatap Soo in.

“eh, maksudku dengan Key oppa saja.” ucap Jinie lagi. Tiba-tiba ponsel Hyuna bergetar menandakan ada sms masuk.

 

From : Henry oppa

Donghae hyung on the way to comeback to Korea and now I’ll pick he up in the airport. Would you go here? I’m so boring. I need you here with me, honey. ^^ But, don’t tell to Yunyun, please. You know why, right? I wont she be more close with Donghae hyung.

 

Hyuna berpikir sejenak. Apakah ia akan membalasnya? Dan ia memutuskan untuk….

 

To : Henry oppa

Oke, honey! ^^ wait! I’ll be there soon.

 

“Yunyun.” Panggil Hyuna. Yunyun yang sedang bercanda dengan yang lain pun menoleh.

“Ada yang ingin kukatakan tapi hanya empat mata.” Bisik Hyuna. lalu ia menyuruh supir berhenti di sebuah persimpangan jalan.

“aku dan Yunyun turun disini saja. ahjussi antar Soo in ke toko parfum yang biasa tapi tidak usah ditunggu. Segera antar Eun yoo dan Jinie kembali ke dorm y!” ujar Hyuna pada supir.

 

*****

 

“apa yang ingin kau katakan empat mata denganku?” tanya Yunyun ketus.

“sebentar lagi, pesawat yang ditumpangi Donghae oppa akan segera mendarat.” Jawab Hyuna sambil tersenyum. Wajah Yunyun memerah seketika.

“jinja?” serunya keras. Membuat beberapa orang yang berlalu-lalang disamping mereka menoleh. Karna malu, mereka pun beralih ke jalanan yang sepi.

“ne. koko Henly-mu baru saja sms aku.” Mendengar ucapan Hyuna barusan, Yunyun jadi teringat kembali tentang rencananya untuk menjauhkan Hyuna dan Henry. Pikiran licik terlintas di otaknya. Tentu saja ia sudah menyusun rencana itu sejak tadi pagi. Bahkan Hyuna pun tidak menyadarinya.

“baiklah. Anggap saja aku berhutang padamu karna kau telah membocorkan info dari koko Henly. Tapi jangan kau pikir aku merestui hubungan kalian. Anhi! Sampai kapanpun aku… hmph…” Tiba-tiba Yunyun dan Hyuna dibekap oleh dua orang tak dikenal.

“tapi orang yang harus kita culik bukan salah satu dari mereka.” Bisik namja bertubuh kekar yang memapah Yunyun di mobil pada temannya.

“benar juga. Tapi mereka kan sahabatnya. Gwenchana. Kita culik salah satu saja sebagai sandera. sebaiknya yeoja ini kita tinggalkan disini.” Penculik satunya meninggalkan Hyuna tergeletak tak sadarkan diri.

 

*****

 

“Yunyun dan Hyuna kok belum kembali juga y? padahal Soo in yang telat 30 menit saja sudah selesai latihan dan pergi ke lokasi syuting bersama Siwon oppa.” Ujar Eun yoo sambil terus mondar-mandir di hadapan Jinie. Ia baru terdiam begitu tangan halus yang dingin menggapai tangannya dan menariknya pergi.

“Yesung oppa?” dan Eun yoo hanya bisa diam mengikuti Yesung yang membawanya ke belakang dorm.

 

*****

 

Dengan menekan rasa gugup dan debaran jantungnya yang makin tidak menentu, Siwon mendekatkan bibirnya ke bibir Soo in lagi. ini sudah take yang ke-11. Dan sang sutradara mulai tidak sabar. Tiga centi lagi, dua centi lagi, satu centi lagi,  namun lagi-lagi kegugupan Soo in membuatnya tertawa kaku dan mengacaukan konsentrasi akting Siwon. Tapi masalahnya, mengapa mereka berdua gugup?

“SCENE KISSEU DIHAPUUUS…!!!” teriak sutradara marah. Tapi apa yang terjadi kemudian sungguh diluar skenario. Tiba-tiba, tanpa aba-aba, tanpa arahan sutradara, secepat kilat Siwon memegang dagu Soo in dan menciumnya. Membuat semua mata kru membelalak. Termasuk sutradara yang kemarahannya akhirnya menghilang seketika dan bahkan Soo in sendiri pun langsung terdiam kaku. Sutradara segera memberi kode pada kameramen untuk mengambil gambar. Ciuman tanpa gerak itu bertahan dengan durasi 11 menit. WOW!

 

*****

 

“kenapa kamu tidak pernah bilang bahwa di sekolahmu ada fansku yang mengirim surat berdarah?” tanya Yesung marah. Ia mencengkeram kedua bahu Eun yoo dengan erat.

“bukan fansmu, oppa. Tapi teman dari fansmu. Lagipula itu bukan masalahmu.”

“kata siapa itu bukan masalahku? Hah?” bentak Yesung. Eun yoo terperangah. Ia tidak pernah dibentak Yesung sebelumnya.

“mian.” Gumam Yesung, pelan sekali. “aku bukan namjachingu yang baik untukmu.”

“ne! kau bahkan lebih menyukai yeoja lain dibandingkan yeojachingu-mu sendiri.”

“tapi aku lebih mencintaimu dibandingkan Moon Geun Young. Seharusnya kau tahu itu!”

“tapi oppa juga harusnya tahu kalau aku yeoja yang posesif. Aku tidak tahan melihat foto-foto Geun Young eonni di ponselmu yang kuyakin pasti kau suka melihatnya.”

“tapi ponselku kan sudah kau hancurkan. Dan ponsel baruku tidak ada foto dia.”

“tapi…” Eun yoo tiba-tiba gugup. DEG! DEG! DEG! Jantungnya berdebar kencang sekali. Saat ia mendongak, ia baru menyadari bahwa mereka sangat dekat. Kini ia dapat melihat wajah namja yang paling ia cintai dengan jarak tak kurang dari ‘sejengkal’.

“Eun ah! nae chagi, tolong maafkan aku dan tarik kembali kata ‘putus’ yang pernah kau ucapkan.” Pinta Yesung dengan mata berkaca-kaca. Tak ada yang mampu diucapkan bibir Eun yoo. Bagaiamana ia bisa menolak namja yang sangat ia cintai? Ia hanya mengangguk pelan dan tersenyum. Yesung memeluk tubuhnya dalam dekapan hangatnya. ‘kuharap ini tidak akan terjadi lagi, oppa. Naneun jeongmal saranghae.’ Ucap Eun yoo dalam hati.

 

*****

 

Jinie hanya memandang iri pada Eun yoo yang digandeng Yesung pergi. Membuatnya teringat pada Minho dan rasa sakit hatinya. Ia mendengus kesal dan menyeka keringat dengan tangannya. Tiba-tiba namja yang mati-matian berusaha ia lupakan itu justru muncul di hadapannya sambil menjulurkan sehelai handuk kecil berwarna pink. #hahaa… PINK??? PlaaaKk… xD

“tidak usah. Gomawo.” Jinie menolak handuk kecil itu sambil menunduk malu. Minho meraih tangannya dan menyelipkan handuk itu di genggaman tangan kanan Jinie. Kemudian ia berlalu begitu saja. tanpa sepatah kata pun terucap dari bibirnya. Jinie bergeming. Dadanya sesak menahan tangis. Sedetik kemudian ia memutuskan untuk menemui Teukie di kantor radio-nya.

“Teuk oppa.” Panggil Jinie lirih. Ketika itu Teukie sedang jeda siaran Sukira. Jinie menghampirinya dan duduk di sampingnya.

“waeyo?” tanya Teukie khawatir. Jinie menitikkan airmatanya dan menceritakan kegalauannya tanpa berani menatap mata Teukie. Tanpa diduga, kamera yang menyorot jalannya siaran ternyata masih menyala meski tadi Teukie meminta salah seorang kru untuk mematikannya. Hingga terekam moment dimana Teukie meraih kepala Jinie ke bahunya dan membelainya lembut.

“berjanjilah, saeng, mulai detik ini kau harus melupakannya.” ucap Teukie tegas.

 

.=> part 5 end

 

Gmn, readers? Cerita part ini cukup memuaskan dan tambah bikin kalian penasaran u/ part selanjutnya gak? Ayo RCL! Yg gak ninggalin jejak LIKE & COMENT, gak d tag ff lg lho!

Oh y,, promosi lg ah! foll twitter author @alexakiikey

Bagi yg gak suka adegan kisseu-nya, mohon maaf lahir batin (?) y.. ^^~

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s