ff~DIARY of SILVER ANGEL~part 6

^^~ annyeong, readers setia.. kok like & coment-nya brkurang y? apa pengaruh bulan puasa? apa author trlalu cpet publish ff-nya? Moga gak deh! Soalnya author lg rajin nulis.. well, lngsung aja, happy reading..

 

.=> cuplikan part 5

 

“tapi orang yang harus kita culik bukan salah satu dari mereka.” Bisik namja bertubuh kekar yang memapah Yunyun di mobil pada temannya.

“benar juga. Tapi mereka kan sahabatnya. Gwenchana. Kita culik salah satu saja sebagai sandera. sebaiknya yeoja ini kita tinggalkan disini.” Penculik satunya meninggalkan Hyuna tergeletak tak sadarkan diri.

*****

Tanpa diduga, kamera yang menyorot jalannya siaran ternyata masih menyala meski tadi Teukie meminta salah seorang kru untuk mematikannya. Hingga terekam moment dimana Teukie meraih kepala Jinie ke bahunya dan membelainya lembut.

“berjanjilah, saeng, mulai detik ini kau harus melupakannya.” ucap Teukie tegas.

 

.=> part 6 dimulai

 

Siang itu, salah seorang petinggi SME yang paling berpengaruh, Sooman, sedang sibuk membuka lembaran-lembaran kertas di mejanya. Ia tampak sangat muram hingga ia menemukan sebuah kertas lirik lagu ballad baru ciptaan Ryeowook. Ia tersenyum. Dan senyumannya semakin lebar saat melihat lembaran kertas berikutnya adalah lirik lagu baru ciptaan Henry.

“rencanaku sukses.” Gumamnya pelan. Tiba-tiba pintunya berdebam terbuka. Sesosok namja cantik tinggi berkulit putih susu muncul dengan wajah marah.

“HYUNA HILANG!” serunya. Sooman terkejut.

“DAN JIKA SESUATU YANG BURUK TERJADI PADANYA AKIBAT ULAHMU, KAU TAU APA YANG AKAN KULAKUKAN PADAMU KAN?”

“hei, Heechul, tenang dulu. Aku bahkan baru tahu kabar buruk ini darimu.” Sooman mencoba menenangkan Heechul yang kini memegang erat leher kemejanya.

“dengan polosnya, Hyuna selalu menuruti apa yang kau katakan hanya karna perjanjian omong kosong yang menjanjikan kau akan membiayai kuliah kedokterannya. Kau pikir aku tidak tahu? Hah?” mata Heechul memerah. Sulli masuk dengan tergesa-gesa.

“oppa, hentikan. seharusnya kita segera menghubungi yang lainnya untuk mencari Hyuna dan Yunyun.”

 

*****

 

Di sebuah studio tv yang saat itu sedang break acara “Star Golden Bell”, Shinee yang menjadi bintang tamu beristirahat sejenak. Namun Key tampak murung. Sebenarnya beberapa menit yang lalu, Nicole (salah satu personel GB: Kara) menyatakan perasaannya pada Key. Namun Key hanya diam. Jonghyun, Minho, dan Taemin yang sedikit cemas meminta Onew mencoba berbicara dengannya.

“apa yang membuatmu melamun, almighty?” tanya Onew sambil menepuk bahu Key.

“eh, anhi.” Jawab Key sekenanya.

“apa kau memikirkan ucapan Nicole tadi?” tanya Onew lagi. Key terdiam sejenak.

“hyung, jika ada pilihan : orang yang mencintaimu atau orang yang kau cintai, kau pilih yang mana?” Key menatap Onew penuh arti. Onew mengerutkan alisnya.

“emm.. aku.. akan memilih.. orang yang mencintaiku. Bukankah sulit menemukan orang yang benar-benar mencintai kita apa adanya?” Onew menjawab dengan ragu. Tapi cukup membuat Key mengangguk yakin. Minho yang mendengar percakapan tersebut tiba-tiba teringat pada Jinie. ‘apa benar yag diucapkan Teukie hyung waktu itu bahwa Jinie diam-diam mencintaiku?’ tanyanya dalam hati. Tiba-tiba Nicole datang menghampiri Key.

“oppa, nanti malam apa kau ada waktu luang?” tanya Nicole sambil tersenyum manis. Onew segera beranjak pergi ke arah member Shinee lainnya.

“ne. wae?”

“aku ingin mengajakmu nonton. Tapi itu jika kau mau.” Nicole menunduk malu. Key mengangguk tanpa ekspresi.

“oke!”

“ah, berarti seusai acara ini kita jalan berdua y?”

“ne.” jawab Key datar. Dan benar saja. begitu acara “Star Golden Bel” usai, Nicole langsung mengingatkan Key tentang janjinya. Lalu mereka berdua pergi ke sebuah bioskop. Key dan Nicole sama-sama memakai masker dan mantel tebal agar tak mudah dikenali orang. Di sebuah persimpangan, Key sempat melihat seorang yeoja yang masih memakai seragam SMA tertidur di sisi gang sempit di samping gedung bioskop. Namun ia mengacuhkannya karna melihat ada wartawan yang memotretnya dan Nicole. Ketika film sedang berlangsung, salju mulai turun diluar. 1 jam, 2 jam, film belum juga usai. Tiba-tiba ponsel Key berbunyi.

 

..because you naughty naughty, hei mr. simple..

 

Karna ia tidak menyukai film yang dipilih Nicole, ia pun segera mengangkat teleponnya diluar. Ia sangat terkejut dengan apa yang ia dengar dari sang penelpon yang tidak lain adalah Kyuhyun.

“…Key, Hyuna menghilang sejak pulang sekolah tadi…” ucap Kyuhyun di telepon. Entah mengapa, Key jadi teringat pada sesosok yeoja yang tadi ia lihat tergeletak di gang sempit samping gedung bioskop. Mungkinkah dia???

 

*****

 

“Ki joon ah! cepat lepaskan Yunyun dari sanderaanmu atau aku akan memberi tahu pihak SME tentang kejahatanmu.” Ancam Hara saat Ki joon hendak beranjak pergi.

“anhi. Walau yang ingin kuculik itu Eun yoo, tapi asalkan aku bisa membalas siapa yang telah mempermalukan kita di sekolah, apapun akan kulakukan.” Ki joon segera meninggalkan Hara dan memacu motornya dengan kencang. Sebenarnya namja itu melakukannya semata-mata karna ia mencintai Ha rin. Ia kesal karna ia gagal membuat Ha rin tersenyum bahagia. Sementara Hara yang kalut memutuskan untuk menolong Yunyun saat melihat mobil yang ditumpangi Henry dan Donghae.

“Henry oppa! Donghae oppa!” panggilnya sambil mengetuk kaca jendela Henry. Karna kebetulan lampu lalu lintas sedang berwarna merah, Henry pun membuka kaca jendelanya.

“mian membuat kalian bingung. Aku hanya ingin memberi tahu, kalau kalian ingin menemukan Yunyun, datang ke gudang disamping bekas kebun Kimchi di distrik Yonghanamh.” Ucap Hara buru-buru. Lampu lalu lintas sudah berwarna hijau lagi, dan suara klakson dari mobil-mobil dibelakangnya membuat Henry melajukan mobilnya meninggalkan Hara. Donghae terdiam. Meski ia tidak mengenal yeoja tadi, tapi ucapannya cukup membuat Donghae mengkhawatirkan Yunyun.

“Henry, sebaiknya kita pergi ke tempat yang dibicarakan yeoja tadi.” ucap Donghae. Henry menatapnya tak yakin.

“sudah lah, hyung. Maybe dia hanya fan yang mencari perhatian kita.”

“Henry, tadi dia menyebut tentang Yunyun. Apa kau tidak mencemaskannya?” bentak Donghae. Henry segera memutar stir-nya menuju sebuah gudang tua di Yonghanamh. Sesampainya mereka disana, mereka terkejut melihat Yunyun yang terikat di sebuah kursi yang dikelilingi preman-preman bertubuh lebih kekar daripada Siwon. Donghae dan Henry mengangguk. Lalu keduanya tiba-tiba menyerang preman-preman itu dengan sebatang kayu. Tapi karna kalah tenaga, Donghae memberi aba-aba agar Henry menyalakan alarm mobilnya yang mirip suara sirine mobil polisi.

WIIUUU….WIIUUU….

Preman-preman itu terkejut dan takut sehingga lari meninggalkan gudang. Donghae berlari kearah Yunyun dan melepaskan ikatannya.

“gwenchana?” tanyanya sambil memeluk Yunyun erat. Yunyun menangis ketakutan.

“oppa, aku takut.”

“hei, hei, sudah lah. kau jangan menangis. tenang saja. sekarang kau sudah aman.” Donghae menghapus airmata Yunyun di pipinya. Lalu memapah Yunyun ke mobil dan Henry melajukan mobilnya ke rumah sakit.

 

*****

 

“Yunyun sudah ditemukan! Sekarang ia ada di rumah sakit bersama Donghae hyung dan Henry hyung.” Seru Minho. Penghuni dorm yang lain yang tadinya sedang sibuk menelpon sana-sini langsung menoleh padanya.

“jinja?” tanya Jinie senang. Minho mengangguk dan tersenyum

“kau mau ikut ke rumah sakit bersamaku?” tanya Minho. Jinie terdiam sejenak. Lalu menggeleng.

“Teuk oppa mau kemana?” tanya Jinie pada Teukie yang beranjak keluar.

“mau ke rumah sakit.”

“aku ikut!” Jinie berlari menyusul Teukie. Entah mengapa, Minho kesal dengan sikap Jinie yang berubah. Ia duduk di sofa sambil mengacak-acak rambutnya. Perhatiannya teralih pada sebuah majalah di atas meja. Di covernya tertulis : LEETEUK ‘SUJU’ SUDAH PUNYA YEOJACHINGU? Dan terdapat foto Teukie yang sedang memeluk dan membelai kepala Jinie. Hati Minho memanas seketika.

“rupanya kau sudah bosan berpacaran dengan yeoja yang lebih tua darimu y? buktinya sekarang kau cemburu dengan Jinie. Kau mulai menyukainya kan?” tiba-tiba Yesung sudah ada disamping Minho dan menginterogasinya.

“yak! Hyung! Sejak kapan kau ada disini? Membuatku kaget saja.”

“sudah. Jawab saja pertanyaanku dengan jujur.” Ledek Yesung. Wajah Minho memerah. Ia beranjak dan melempar majalah itu ke arah Yesung.

“daripada aku menjawabnya, lebih baik aku membantu mencari Hyuna.”

“yak! Dasar dongsaeng kurang ajar! Ckck.. anak muda jaman sekarang.” Yesung mulai membolak-balikkan majalah. Sesaat ia terpaku pada foto dan berita terbaru tentang Moon Geun Young. Tapi ia segera menutup majalah itu saat Eun yoo datang.

“oppa, cepat antar aku ke rumah sakit! Hyuna juga sudah ditemukan dan dibawa kesana.” Ucap Eun yoo sambil menarik tangan Yesung.

“siapa yang menemukannya?” tanya Yesung.

“Key oppa.”

 

*****

 

“Hyun ah! kau tidak boleh pingsan lagi!” ucap Key sambil menggendong Hyuna di punggungnya. Saat ia menemukan Hyuna yang tergeletak di gang sempit, salju sudah menyelimuti hampir seluruh tubuh Hyuna. hingga tubuhnya dingin memucat. Key menyadarkannya dengan memanggil-manggil namanya dan mengusap pipi dan tangannya. Hyuna sempat sadar namun tatapannya lemah. Key sangat menyesal ia tidak menolong Hyuna sejak pertama kali melihatnya tadi. ia segera menelpon Kyuhyun agar ia memberi tahukan kepada yang lain bahwa Hyuna sudah ditemukan. Ia menggendong Hyuna dengan susah payah. Berusaha untuk terus mengajaknya berbicara agar ia tidak pingsan. Karna menurut amma-nya yang merupakan suster, di kondisi seperti Hyuna saat ini seharusnya ia tidak dibiarkan tak sadarkan diri.

“Hyun ah! kau masih mendengar ku? Ayolah katakan sesuatu!” Key menghentikan langkahnya dan menengok wajah Hyuna yang masih tampak sangat pucat.

“Yunyun…” ucap Hyuna lirih. Key tersenyum. Ia bersyukur Hyuna tidak pingsan lagi.

“ia sudah berada di rumah sakit ditemani Donghae hyung dan yang lainnya. Kita juga akan ke rumah sakit sekarang. Kau harus bertahan dan tetap sadar, aratchi? Sebentar lagi kita sampai.” Ujar Key yang mulai kelelahan. Malam sudah larut. Dan ia tidak menemukan taksi hingga harus menggendong Hyuna sejauh 2 km. tapi baru 1 km saja tubuhnya sudah banjir keringat. Hyuna mempererat pegangannya di lengan dan leher mantel Key.

“tubuhku berat sekali y?” tanya Hyuna. Key tertawa pelan.

“hahaa… bukan berat sekali sih! Tapi lumayan berat.” Kemudian suasana mulai sunyi lagi. hanya terdengar samar-samar suara salju yang meluncur turun ke danau di seberang jalan.

“oppa…” gumam Hyuna sambil membenamkan wajahnya ke bahu Key. Ia dapat menghirup aroma shampoo rambut Key yang ia sukai. Ia tersenyum mengingat dulu, ia pernah mengatakan rambut Key bau dan meminta Key mengganti merk shampoo-nya dengan shampoo yang ia pilihkan. Dan herannya, Key menurutinya tanpa banyak bicara.

“mwo?” Key terkejut Hyuna memanggilnya ‘oppa’.

“aku… hanya ingin memanggilmu oppa…malam ini. cukup malam ini saja. boleh kan?”

“ne.”

“kudengar… oppa dipandang sebagai namja yang sempurna oleh banyak yeoja.”

“kalau menurutmu.. otteohke?”

“menurutku… oppa jauh dari sempurna… oppa punya banyak kekurangan.”

“hei, disaat seperti ini kau masih suka mengajakku bertengkar?”

“kudengar… oppa atlit renang yang hebat… saat SMA.”

“ne.”

“kudengar juga… oppa… pelukis yang berbakat.”

“kudengar dari Sulli, kau tak suka lukisanku.”

“anhi. Sebenarnya aku sangat suka. Apalagi kalau dipajang di kamarku.”

“gojitmal!” ucap Key ketus. Hyuna tertawa pelan. Ia tidak bisa banyak bergerak karna sakit yang luar biasa di perut dan kakinya yang kram.

“anhiyo. malam ini… aku hanya ingin bicara jujur, oppa. Aku takut… besok… aku masih harus berbohong.” Tepat setelah Hyuna mengatakan hal itu, sebuah mobil berhenti di hadapan mereka. Dan sesosok namja tampan berkulit putih langsat dan bermata sangat sipit keluar dari mobilnya. Hyuna mencengkeram erat mantel Key seakan tidak ingin dijauhkan darinya. Key melirik Hyuna bingung. Namjachingu Hyuna menjemputnya, bukankah seharusnya ia senang?

“Honey, are you okay?” tanya Henry sambil berusaha menurunkan Hyuna dari punggung Key.

“Henry hyung, perut Hyuna sakit dan kakinya kram.” Jelas Key. Ia menahan tangan Henry. Lalu membawa Hyuna masuk ke mobil Henry tanpa permisi. Henry terhenyak sesaat. Ia melemparkan tatapan sengit pada Key. Lalu kembali ke mobil.

“kau yang menyetir!” ucap Henry sambil duduk di samping Hyuna dan menyandarkan kepala Hyuna di pangkuannya di kursi belakang. Key menyetir mobil dengan kecepatan tinggi. Sesekali matanya melirik ke kaca spion memperhatikan gerak-gerik Henry dengan was-was.

 

*****

 

“oppa, bagaimana keadaan Hyuna?” tanya Yunyun cemas.

“dia masih dirawat di UGD.” Jawab Donghae sambil mengusap tangan Yunyun dengan lembut. Ia menatap perih pada jarum infus yang tertancap di tangan Yunyun.

“kenapa kau begitu ceroboh pergi ke tempat sepi seperti itu?” tanya Donghae muram. Ia mengerucutkan bibirnya. Membuat Yunyun tersenyum.

“aku ingin menjemput oppa ke bandara.”

“pabo! Henry akan marah jika kau nekat seperti itu. Aku juga akan marah padamu jika kau terluka karna aku.” Donghae kelihatan marah tapi Yunyun justru senang mendengar ucapan Donghae. Dari luar ruangan ICU, Onew mengintip mereka sebentar lalu pergi dengan tangan mengepal.

“oppa, tolong suruh koko Henly menjagaku disini.”

“tapi sekarang ia pasti sedang menjaga Hyuna.”

“oppa, jebal.” Pinta Yunyun memelas. Donghae mengangguk dan menelpon Henry.

 

*****

 

Ryeowook dan Heechul terus mondar-mandir di depan ruang UGD. Ketika seorang dokter keluar dari ruangan itu, mereka hampir saja bertabrakan.

“dokter.” Ucap mereka berdua bersamaan. Henry dan Key ikut menatap penasaran pada dokter.

“kondisinya sudah sedikit membaik. Hanya saja, apakah disini ada keluarganya?” tanya dokter.

“keluarganya sedang dalam perjalanan. Wae? apa ada yang mengkhawatirkan?” tanya Heechul. Dokter berpikir sejenak apakah ia akan mengatakan padanya meski ia bukan keluarganya. Tapi mata Heechul cukup meyakinkan.

“ada pembuluh kakinya yang bermasalah sehingga ia tidak boleh memaksakan diri melakuka aktifitas berat. Jika tidak, kakinya akan kram dan yang paling parah, pembuluh yang bermasalah itu bisa pecah.” Mereka semua menahan napas sejenak. Dokter menatap mereka bergantian dan melanjutkan ucapannya. ”dan maag yang ia derita semakin parah. Ia butuh istirahat selama beberapa hari di rumah sakit.”

“kami boleh menemuinya, dok?” tanya Ryeowook. Dokter mengangguk tersenyum. Mereka semua masuk ke ruangan Hyuna. melihatnya masih tertidur pulas. Henry mendekat dan mengecup pipinya lembut. Membuat Ryeowook dan Key memalingkan wajah mereka.

“Henry!” panggil Donghae di depan pintu. Semua menoleh dan dokter berlalu ke ruangannya.

“Yunyun membutuhkanmu.” Ucap Donghae.

“bukankah sudah ada kau?” tanya Henry. Donghae mengangkat bahunya.

“lagipula bukankah kau tidak suka aku dekat dengan adikmu?” sindir Donghae. Henry hanya mendengus kesal. Heechul menarik tangan Henry.

“kajja! Sekalian ada yang ingin kukatakan padamu, Henry.” Bisik Heechul. Kini tinggal Ryeowook dan Key yang menjaga Hyuna.

 

..sementara itu di ruang ICU..

 

“untung kau di rawat di rumah sakit ini, Yunyun.” Ujar Sungmin sambil melihat keluar jendela.

“wae, oppa?” tanya Yunyun yang sedang membuka kulit jeruk. Soo in dan Siwon tidak sengaja tertawa bersamaan. Tapi kemudian bertukar pandang kaku dan terdiam.

“tentu saja karna kebetulan Song Hye Kyo sedang syuting film terbarunya di rumah sakit ini.” jawab Teukie diiringi anggukan Jinie. Tiba-tiba Henry masuk dengan wajah muram. Diikuti Donghae dan Heechul. Henry segera duduk disamping tempat tidur Yunyun sambil meraba dahinya.

“keadaanmu sudah membaik kan?” tanya Henry. Yunyun mengerucutkan bibirnya.

“tapi aku butuh koko Henly disini.”

“allright. But, Donghae hyung harus pergi.” Henry melirik tajam pada Donghae. Dengan berat hati, Yunyun membiarkan Donghae pergi tanpa pamit. Lalu Onew masuk ekspresi aneh dan berjalan cepat menuju Yunyun. Tak ada satu pun yang menduga termasuk Donghae yang masih melihat mereka saat menutup pintu bahwa yang dilakukan Onew selanjutnya adalah mencium bibir Yunyun. Tangan Donghae melemas seketika. Yunyun yang amat sangat kaget hanya diam membisu. Secepat kilat, Teukie menutup mata Jinie dengan tangan kanannya. Sementara Siwon langsung membawa Soo in keluar menyusul Donghae.

“hyung, tunggu!” sayangnya Siwon gagal menahan Donghae pergi. Soo in melepaskan pegangan tagan Siwon.

“kalau ingin mengejar Donghae oppa, kau tidak perlu mengajakku!”

“emm.. sebenarnya aku ingin menjelaskan tentang scene kisseu kemarin.. eh, itu..” Siwon tampak gugup.

“ne, ara-ara. Kau pasti berusaha se-profesionalisme mungkin kan? Gwenchana.” Soo in berbalik badan untuk kembali ke ruang ICU. Tapi Siwon menahan tangannya. Kali ini lebih erat.

“tapi aku tidak menyesal tentang ciuman itu. Saranghae.” Ucap Siwon pelan namun tampak meyakinkan. Mulut Soo in menganga lebar.

 

*****

 

“Eun yoo, awas!” pekik Taemin sambil mendorong Eun yoo kedalam lift karna tanpa disadari Eun yoo, tadi ada sebuah troli obat yang oleng dan hampir menabraknya. Taemin dan Eun yoo yang masih shock dengan kejadian itu tidak merubah posisi mereka yang tampak sedang berpelukan sangat intim di dalam lift. Tiba-tiba pintu lift terbuka dan sepasang mata sipit tajam membelalak ke arah mereka.

“Eun yoo, apa-apaan ini! kalian benar-benar keterlaluan!” seru Yesung marah. Ia menghentakan kakinya dengan kasar dan berlalu dengan wajah memerah. Eun yoo berusaha mengejarnya.

“oppa, dengar dulu penjelasanku.”

“baru kutinggal sebentar saja kau dan dongsaeng sialan itu sudah… argggh…” Yesung meninju dinding dengan tangannya dan segera pergi tanpa menghiraukan airmata Eun yoo yang mulai menetes. Taemin yang tadinya hanya diam dan bingung, membelai rambut Eun yoo dan berusaha sedikit menenangkannya.

 

.=> part 6 end

 

waktunya u/ TBC! Yeyeye.. author lg agak gila gara” mimpiin Keypa semalem.. *suerrr*

Sebenarnya d part ini ada scene romantis KeyNa couple (Key & Hyuna) dan WookNa couple (Wookie & Hyuna) yg d cut u/ d save k next part karna author masih mau mmantapkan hati u/ lebih me-yadongkan spesial scene for HyunatiC.. #plakk!

Hahaa.. Tinggalin LIKE & COMENT yg banyak y, readers setiaku yg baik hati, rendah hati, tidak sombong, rajin menabung, dan disayang biasnya! ^^~

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s