ff~DIARY of SILVER ANGEL~part 7

^^~ ANNYEONG!! *treak pke toak org demo* :’D 
u/ readers yg telat baca, tetep tinggalin jejak LIKE & COMENT y! min. u/ mnghargai jari-jari author yg lumayan pegel smaleman nulis note gaje bin gila ni.. WOOKEY??? Hahahappy reading.. 

.=> cuplikan part 6 part 7 dimulai 

*Yesung’s POV* 

Huft.. pikiranku benar-benar kacau sekarang! Setelah cemburu melihat kemesraan Eun yoo dan Taemin, aku malah nekat menelpon dan meminta Moon Geun Young menjadi yeojachingu-ku. MICHEYO! Tapi yang lebih tak dapat kupercaya adalah….. Moon Geun Young menerimaku?! 
“hyung! Kemana saja kau? Daritadi aku mencarimu.” Seru Sungmin yang tiba-tiba berdiri di belakangku. Aku yang sedang memberi makan Koming pun menoleh kaget. 
“kau mencariku? Wae?” tanyaku. 
“karna aku butuh pendapat darimu. Kau tahu kan aku sangat mengidolakan Song Hye Kyo yang sekarang sedang syuting di rumah sakit itu? Nah, besok aku diberi kesempatan untuk bertemu dengannya dan aku ingin memberinya kado. Apa saran darimu, hyung?” jelas Sungmin panjang lebar. Aku tertawa lebar. 
“hahaa.. kau ini! masak kalah denganku? Aku saja sudah resmi menjadi namjachingu Moon Geun Young sekarang.” Sungmin tertawa tak percaya mendengar ucapanku. 
“mwo? Hahaa.. kau bercanda kan?” dan Sungmin menghentikkan tawanya begitu aku memperlihatkan sebuah sms di hadapannya. 

From : MOON geun young 
Chagi, bisakah kau menemaniku syuting di Hanji restaurant sekarang? 

*Yesung’s POV end* 

Keesokan paginya, Sooman membatalkan jadwal keberangkatannya ke Perancis demi menjenguk Hyuna dan Yunyun. Tapi sebenarnya bukan itu saja alasannya. Melainkan karna surat kontrak sebuah management artis, JYP Entertainment, yang dikirimkan pada Hyuna pagi ini. sooman takut surat itu akan mempengaruhi Hyuna. ia memastikan tidak ada Teukie dan Heechul di kamar Hyuna agar tidak mengganggunya. Namun ia justru bertemu Henry di lift hingga ia terpaksa menjenguk Yunyun terlebih dulu. Soo in menjenguk Hyuna yang sudah dipindahkan ke ruang rawat inap. ia membuka pintu dengan sangat pelan dan hati-hati karna takut membangunkan Hyuna yang ia sangka masih tertidur. Ternyata Hyuna sudah bangun dan sedang membaca beberapa lembar kertas yang sebenarnya adalah surat kontrak yang ditawarkan pihak JYPEnt. 
“aigho! Kupikir kau masih dibuai mimpi.” Seru Soo in. Hyuna yang terkejut segera mengacungkan telunjuknya di depan bibirnya dan menoleh khawatir pada Ryeowook dan Key yang tidur di sofa. 
“mian.” Ucap Soo in pelan. Hyuna mendengus kesal dan menaruh surat kontrak tadi ke laci meja disampingnya. 
“aku baik-baik saja kan, Soo in?” tanya Hyuna. Soo in mengerutkan alisnya. 
“kenapa bertanya padaku? Memangnya aku dokter?” 
“bukannya begitu. Saat aku dipindahkan ke ruang ini, dokter tidak mengatakan apa-apa. Begitu juga Wookie oppa dan Key.” 
“Heechul oppa juga tidak memberi tahumu?” 
“anhi. Aku bahkan tidak tahu dia dimana.” Jawab Hyuna murung. 
“mwo? Bukankah sejak semalam ia selalu berjaga didepan pintu ruanganmu?” 
“jinja?” desah Hyuna kaget. Ia melirik ke pintu dan sempat melihat sekelebat bayangan. 
“apa yang kau rasakan? Sakit?” tanya Soo in sambil mencari kemungkinan ada luka di tubuh Hyuna. 
“anhi. Aku merasa sangat sehat dan bersemangat pagi ini. bahkan aku sangat ingin ke gym bersama Siwon oppa.” Hyuna memaksakan senyum lebar dengan lesung pipi khas-nya. 
“emm.. ngomong-ngomong tentang Siwon oppa, sebenarnya… kami… sudah resmi menjadi sepasang kekasih.” Ujar Soo in malu-malu. Ia menunduk untuk menutupi wajahnya yang mulai memerah. 
“ne? omo! Chukkae! Aku senang sekali mendengar berita bahagia darimu sepagi ini.” seru Hyuna sambil memeluk Soo in kegirangan. 
“eh, tahu tidak? bibir Siwon oppa itu… sangaaat… manis!” ucap Soo in saat melepaskan pelukannya. Hyuna menjitaknya. PLAKK! 
“AUW!” pekik Soo in keras. Membuat Ryeowook dan Key terjaga dari tidurnya. 
“memalukan punya sahabat yahdong sepertimu!” ucap Hyuna gusar. 
“yak! Kau hanya iri kan? Karna kau belum pernah berciuman dengan… hmp!” ucapan Soo in terhenti karna Hyuna menutup mulutnya. Soo in tak jadi marah pada Hyuna begitu tahu alasan Hyuna membungkam mulutnya. Dan mereka berdua tertawa kaku ketika Ryeowook dan Key menatap mereka dengan tatapan aneh. Tapi tiba-tiba Sooman masuk. Dan dari isyarat matanya, ia tampak menyuruh mereka semua keluar meninggalkan ia dan Hyuna. Heechul justru menyelinap masuk dan menutup pintu rapat-rapat. Ia menatap Sooman tajam. 
“kebetulan sekali! Ada yang ingin kukatakan pada pak tua. 3 hari lagi, aku akan mengikuti olimpiade biologi di sekolahku. Dan…” belum selesai Hyuna bicara, Sooman sudah menyela. 
“MWO? Apa-apaan kau! Olimpiade biologi? Aku memintamu ikut serta dalam singing and dancing contest SMEnt 3 minggu lagi. bukan…” kali ini Heechul yang menyela ucapan Sooman. 
“jika Hyuna gagal, maka aku akan menjamin Hyuna tidak akan ber-ulah lagi. tapi jika Hyuna menjadi juara di olimpiade itu, maka perjanjian diantara kalian dinyatakan selesai. otteohke?” tawar Heechul. Sooman berpikir sejenak. Ia melihat sekilas kearah kertas yang tidak terlalu tertutup rapat di laci meja di samping ranjang Hyuna. ‘daripada Hyuna pindah ke agency lain, lebih baik kuturuti penawaran Heechul. Lagipula sepertinya mustahil bagi Hyuna untuk keluar rumah sakit secepat itu.’ Ucapnya dalam hati. Ia mengangguk pada Heechul lalu segera melangkah pergi. Hyuna memandang Heechul dengan kagum. Sepertinya ini kali pertama baginya untuk mengucapkan ‘gamsahamnida’ pada oppa yang dulu pernah hampir ia benci. 
“aku akan melakukan apapun agar kau tak membenciku.” Gumam Heechul sambil berlalu. 
“Heechul oppa, gamsahamnida.” Ujar Hyuna. Heechul tidak menoleh. Namun senyum kecil terukir manis di wajahnya sebelum akhirnya ia juga meninggalkan ruangan itu. Setelah pintu terbuka, Ryeowook masuk membawa mangkuk bubur. Hyuna tersenyum senang. 
“palli, oppa! Aku lapar.” Seru Hyuna. Ryeowook menyuapinya dengan amat hati-hati. Ia bahagia bisa sedekat itu dengan Hyuna meski mereka bukan lagi sepasang kekasih. Dalam hati ia bersyukur karna dongsaeng Henry tidak menyukai Hyuna berpacaran dengan Henry. Bagaimana pun ia berusaha melupakan Hyuna. namun yeoja itu selalu mengundang rasa bahagia di hatinya kapan pun mereka berdekatan. Sesekali ia mengusap bibir Hyuna yang belepotan. Melihat hal itu, Key dapat dengan tenang pergi untuk suatu urusan. Namun Hyuna merasa tidak nyaman. Sebenarnya sejak tadi ia penasaran. Kenapa perut dan kakinya merasakan sakit yang tidak biasa? 

..3 hari kemudian.. 

Yunyun tersenyum senang kearah cermin. Bukan karna penampilannya yang sudah rapi dan siap berangkat ke sekolah. Tapi karna selama 3 hari ini, ia berhasil menghalangi Henry untuk menjenguk Hyuna yang masih di rumah sakit. Sebenarnya ia juga tidak tega melihat kondisi Hyuna yang ternyata lebih parah darinya. Tapi ia tidak bisa membohongi dirinya sendiri bahwa ia sangat menginginkan Henry memacari yeoja lain. Bukan Hyuna. meski ia tak tahu pasti apa alasannya. Ia senang bersahabat dengan Hyuna. tapi menjadikan Hyuna sebagai calon kakak iparnya? Di dalam mimpi pun ia tak akan rela. 
“Yunyun-ssi. Palli!” teriak Eun yoo dari arah luar dorm. Yunyun segera mengambil tasnya dan berlari keluar. 
“yak! Kau suka memarahiku karna aku suka telat. Tapi sekarang kau juga suka telat.” Gerutu Soo in. 
“kau kan ratu-nya TELAT!” balas Yunyun ketus. Pertengkaran mereka terhenti saat Siwon menghampiri Soo in. 
“kau ingin berangkat denganku atau sahabat-sahabatmu?” tanya Siwon lembut. Soo mengedipkan matanya pada Jinie. 
“eh, Soo in berangkat dengan Siwon oppa saja.” ucap Jinie seperti yang ‘diinginkan’ Soo in. Siwon pun menggandeng tangan Soo in pergi. 
“huft… aku semakin iri saja pada Soo in.” desah Yunyun. Jinie mengangguk setuju. 
“kenapa tidak berangkat dengan Onew oppa saja?” tanya Eun yoo. Yunyun membelalakkan matanya. 
“what? Onew oppa? No way! Aku masih marah soal kejadian di rumah sakit 3 hari yang lalu.” Ucap Yunyun kesal. ia masih ingat dengan sangat jelas saat Onew merampas first kiis-nya dan berbisik di telinganya, ‘saranghae.’ Tanpa mempertimbangkan perasaan Yunyun yang saat itu berpihak pada Donghae. Ia sangat merindukan Donghae. Dan mulai membenci Onew. 
“kenapa marah? Kupikir seharusnya kau senang. Sayang sekali Teuk oppa menutup mataku saat kejadian itu.” Ujar Jinie disambut dengan jitakan Yunyun dan Eun yoo. PLAKK! 
“atau… jangan-jangan kau menyukai…” ucapan Eun sengaja diputus olehnya untuk melihat ketegangan di wajah Yunyun. Jinie menyikut tangannya. “Donghae oppa?” lanjut Eun yoo. Yunyun menelan ludahnya. Ia harus bilang apa? Selama ini hanya Hyuna yang tahu persis bagaimana perasaaannya pada Donghae. 
“kalau gitu aku panggilkan Donghae oppa saja.” ledek Jinie sambil berlari ke dorm SuJu. Yunyun ingin mengejarnya namun ditahan Eun yoo. Sesampainya di dorm SuJu, Jinie benar-benar mencari Donghae. Tapi ia mengurungkan niatnya begitu melihat Tiffany memeluk Donghae sambil tertawa riang. Donghae membalas pelukan Tiffany dan mengusap rambut belakangnya. Saat berbalik, ia justru makin kalut melihat Minho yang sedang bertengkar dengan Yuri. Tapi untungnya Jinie di tempat itu beberapa detik sebelum pertengkaran usai. Minho tampak gugup saat melihat Jinie berjalan melewatinya dengan cuek. Ia menahan tangan Jinie. 
“aku dan Yuri sudah tidak ada hubungan apa-apa lagi sejak beberapa…” 
“cukup, oppa! Aku tidak peduli dengan hubungan kalian.” Cela Jinie cepat. Ia menepis tangan Minho. Kemudian Kyuhyun yang melihat kejadian tidak mengenakkan itu buru-buru menggandeng tangan Jinie pergi menjauh karna sebagai sahabat Jinie, ia tidak ingin Jinie dipersulit Minho. Lalu Minho mendengus kesal sambil mengacak-acak rambutnya sendiri. 
“huh! Dia kenapa sih!” gerutunya. Tiba-tiba Jonghyun menepuk pundaknya dari belakang. 
“kau lah ‘yang kenapa’! akhir-akhir ini kau tampak membingungkan, Minho. Kalau kau menyukainya, katakan saja! tapi jika tidak, sebaiknya jangan membuatnya sulit melupakanmu.” Ujar Jonghyun menasihati. #akhirnya oppa yg satu ini dpt dialog jg.. hahaa.. :D 
“kau benar, hyung.” Minho mengangguk perlahan sambil mengerutkan alisnya. 
“aku sudah membuat keputusan.” 

..sementara itu di rumah sakit, dengan hati-hati dan penuh perhitungan, akhirnya Hyuna berhasil menyelinap keluar rumah sakit. Sayangnya ada seorang suster yang mengenalinya. 
“nona Park Hyun Kyo!” panggil sang suster. 
“aku ijin keluar sebentar!” Hyuna segera berlari sekuat tenaga dan hanya tertawa saat hampir menabrak seorang harabeoji berkursi roda. Ketika mengendap-endap di gerbang belakang rumah sakit, tiba-tiba ada yang menarik tangannya. 
“Eunhyuk oppa? Mengagetkanku saja.” Hyuna mendengus lega. Eunhyuk tersenyum memamerkan gusinya. 
“Heechul hyung menitipkan ini padaku karna ia tak bisa kesini. Ya, kau tahu lah! Ia dan Sulli sedang sibuk untuk interview. Jadi aku yang akan mengantarmu sekolah.” Eunhyuk menyerahkan sebuah bungkusan plastik yang ternyata berisi seragam sekolah Hyuna. 
“aku tidak mungkin ganti pakaian disini kan, oppa?” tanya Hyuna. Eunhyuk menunjuk kearah mobilnya. 
“masuklah dan tutup rapat jendela dan pintu! Aku akan menunggu diluar.” Ujarnya sambil membenahi topinya dan memandang ke sekitar mereka. Takut kalau-kalau ada orang yang lewat dan mengenalinya. Hyuna mengangguk dan segera masuk kedalam mobil mewah tersebut. 
“Eunhyuk oppa jangan coba-coba mengintip y!” serunya. Eunhyuk tertawa. 
“yak! Kalau aku berani se-yahdong itu padamu, Heechul hyung akan menjadikanku ‘Eunhyuk panggang saus asam manis rica-rica spesial from cinderella chef’.” 

..di waktu yang sama tapi di tempat yang lain.. 

“Key, palli! Sebentar lagi acara akan dimulai.” Seru Shindong sambil menunjuk jam tangannya. Key hanya diam memandang ponselnya. Ia memandang foto Hyuna dan dirinya dulu, saat mereka menghabiskan liburan musim semi di Paju sekaligus syuting MV Replay. Terlihat ia sedang memakai baju biru yang senada dengan baju Hyuna. mereka berpose sambil saling merangkul dan tangan lainnya memegang tepian topi masing-masing. Di samping Hyuna, tampak Kyuhyun tersenyum evil sambil memasang pose ‘V’ di jari telunjuk dan tengah tangan kanannya. Key tersenyum. Di masa itu ia jauh lebih bahagia daripada sekarang. Ia masih ingat saat Hyuna bertanya, “bagaimana sikapmu ketika kau jatuh cinta, Key?” dan ia langsung menjawab, “mungkin aku akan sulit melakukan apapun sampai aku menyatakan perasaanku. Bagaimana denganmu?” Hyuna tersenyum kecut dan menjawab pelan, “aku akan sulit menahan senyumku. Kalau Kyu oppa?” Kyuhyun mengernyitkan alisnya dan tertawa, “mungkin aku akan sulit mengerjakan soal matematika.” 
“KEY!” panggil Shindong membuyarkan lamunan Key. 
”mian, hyung. Bisakah kau membantuku dengan cara mencari alasan untukku pergi? Aku benar-benar sulit melakukan apapun sekarang.” 
“mwo?” 
“jebal, hyung. Aku janji akan menggantinya dengan hari yang lain.” Key berusaha memasang wajah se-iba mungkin untuk meluluhkan hati Shindong hingga Shindong bingung. Apa yang ia katakan pada pemirsa acaranya jika sang bintang tamu tidak hadir? 
“aiiish.. baiklah. Singkirkan puppy eyes-mu itu dan segeralah pergi sebelum aku berubah pikiran.” Ucap Shindong gusar. Key menyunggingkan senyum tulus di bibir tipisnya. 

..beberapa menit kemudian, di sekolah, Yunyun, Soo in, Eun yoo, dan Jinie memandang ruang olimpiade biologi dengan cemas. Sebentar lagi perlombaan akan dimulai. Tapi rasanya mustahil Hyuna bisa datang. Mereka saling bertukar pandangan galau satu sama lain. Saat Jeongmin berjalan melewati mereka, anehnya mereka tetap tidak bergeming, tidak seperti biasanya. Alasannya mungkin sudah sangat jelas bagi mereka. 
Yunyun : menahan sakit hati mendengar cerita Jinie tentang tingkah Donghae dan Tiffany tadi pagi. 
Soo in : mencoba untuk tidak melirik namja selain Siwon. 
Eun yoo : memikirkan ucapan Sungmin oppa semalam bahwa Yesung sudah berpacaran dengan Moon Geun Young. 
Jinie : berusaha menghapus bayangan Minho yang kembali muncul. 
Tiba-tiba Hyuna berjalan cuek di hadapan mereka kearah ruang olimpiade. 
“HYUNA!” seru mereka bersamaan dengan hentakan keterkejutan. 

..saat olimpiade sedang berlangsung.. 

Wajah Hyuna memucat seputih lembaran-lembaran kertas di hadapannya dan tangannya mulai mengeluarkan keringat dingin. Sedetik, sempat terbesit di pikirannya untuk menyerah. Peserta-peserta olimpiade di sekilingnya siswa-siswi yang pintar dan pastinya sudah melakukan persiapan lebih dalam belajar. Sepertinya hanya Dewi Fortuna yang bisa membantunya untuk menjuarai olimpiade ini. ia menatap lesu kearah jendela dan terkejut melihat sesosok namja yang menatapnya harap-harap cemas. Bibir tipisnya yang mengerucut imut membuat Hyuna tersenyum geli. Dan ia baru menyadari bahwa sebagian peserta mulai terpecah konsentrasinya karna kehadiran namja itu. ‘dasar! Merusak konsentrasi orang saja!’ umpat Hyuna dalam hati. 

..sementara itu di luar ruangan olimpiade.. 

“omo! Sepertinya soal-soal itu sangat sulit. Aku saja tidak bisa menjawabnya. Bagaimana dengan Hyuna? aiiish.. seharusnya ia tidak berulah dan tetap istirahat di rumah sakit.” Gerutu Key sambil mengintip ke jendela. Sementara Yunyun, Soo in, Eun yoo, dan Jinie sedang berebut snack yang diberikan Siwon pada Soo in. 
“yak! Sahabat kalian sedang kesulitan di dalam, tapi kalian malah asyik makan.” Key mengambil salah satu snack dengan gusar disahut sorakan mereka berempat. “HUUU…!!!” 

..Because you naughty, naughty, hei! Mr. simple.. 

#ciyeee.. nada dering ponsel Hyuna dan Key sama.. prikitiew! *dijambak shawol* :’D 
Ponsel di tas Hyuna yang ia titipkan pada Yunyun berbunyi. Yunyun membukanya. Ternyata panggilan tak terjawab dari Henry. Terlihat 5 kotak pesan di layar. Ia melirik ketiga temannya yang lain kecuali tentu saja Key yang mengintip ke jendela lagi. Dan mereka mengangguk setuju untuk membuka sms-sms itu karna yakin Hyuna tidak akan marah. Seandainya Key tahu, mungkin ia yang akan marah. Baru sms yang pertama saja Yunyun sudah kesal membacanya. 

From : Henry oppa 
Where are you, honey? Kenapa telponku tak diangkat? Aku sudah berusaha susah payah menjengukmu tanpa diketahui Yunyun. Tapi kau malah kabur dari rumah sakit. Kau kan belum pulih. :’( 

From : Wookie oppa 
Semoga berhasil, Hyun ah! Mian, oppa tak bisa datang men-support-mu disana. Jangan lupa berdoa y! ^^ 

From : Heechul oppa 
Sulli and me only say “Saeng, HWAITING!” ^^ 

From : Minho oppa 
Hyun ah! apa kau tahu dimana Jinie sekarang? 

From : Tiffany eonni 
Apa kau tahu? Hari ini Donghae oppa dan eonni akan pergi ke kampung halaman Donghae oppa, Mokpoh. ^^~ kau ingin oleh-oleh apa, Hyuna? 

Yunyun memandang layar ponsel dengan geram. Sms dari Henry dan Tiffany membuat mood-nya kembali rusak. Sementara Soo in dan Eun yoo menertawakan sms dari Heechul dan Ryeowook. 
“kenapa Minho oppa bertanya tentangku y?” tanya Jinie bingung. Eun yoo dan Soo in berhenti tertawa saat melihat namja yang berdiri di belakang Jinie. Mereka memberi kode pada Jinie dengan kedipan mata untuk berbalik. Dan Jinie pun menoleh ke belakang. 
“Minho oppa?” 
“kajja! Ikut aku!” Minho menarik tangan Jinie pergi. Dan kali ini Jinie tidak lagi memberontak. 
“duh, kepalaku pusing.” Keluh Yunyun. Eun yoo menghampirinya. 
“kau pulang saja duluan. Kau kan baru kemarin pulang dari rumah sakit. Apa perlu kuantar?” Yunyun mengangguk lemah. 
“Soo in, aku antar Yunyun kembali ke dorm y!” Eun yoo pun pulang bersama Yunyun. 

***** 

“oppa, kita mau kemana?” tanya Jinie pada Minho yang sedang menyetir mobil. 
“nanti kau juga akan tahu.” Jawab Minho misterius. Tiba-tiba terbersit di pikiran Jinie, ‘jangan-jangan Minho oppa mau menyatakan perasaannya padaku.’ Ucapnya dalam hati sambil berusaha menahan senyumannya. Minho ikut tersenyum melihat Jinie tersenyum. Tidak lama kemudian, mereka sudah sampai ke sebuah lapangan bola yang sangat luas. Jinie menatap Minho penasaran. 
“Minho oppa mau mengajakku main bola?” tanyanya polos. Minho spontan tertawa. 
“hahaa.. anhiyo. Sini ikut aku!” Minho menuntun Jinie ke podium yang cukup tinggi. (podium: tempat duduk penonton sepak bola di atas yg menghadap ke arah lapangan) Awalnya Jinie terlihat malas-malasan. Tapi begitu melihat ke lapangan rumput dari atas podium, Jinie terperangah kagum. Rumput lapangan sepak bola itu berbentuk hati dan bertuliskan : Choi Minho SARANG Han Ji Wook 
“wae?” Minho bingung. Tadinya ia pikir ekspresi Jinie nantinya adalah senyum ceria. Tapi sekarang mata Jinie justru berkaca-kaca. 
“gwenchana, oppa. Aku memang mudah terharu.” Jinie menunduk malu. Minho mengangkat dagunya. 
“jadi kau menerimaku kan?” Jinie hanya menjawab pertanyaan Minho itu dengan anggukan kecil. Minho mencium bibirnya sementara Jinie memejamkan matanya. 

***** 

Begitu tiba di halaman dorm, Yunyun menatap sedih pada Donghae dan Tiffany yang sedang bercanda sambil membawa koper ke mobilnya. Yunyun tak mampu lagi menahan airmata di pelupuk matanya. Sepertinya mereka berdua akan tinggal beberapa hari di Mokpoh. Berbanding terbalik dengan Yunyun, Donghae dan Tiffany terlihat sangat bahagia dalam tawa. Beberapa meter dari mereka, Onew melihat ekspresi kesedihan Yunyun dengan tatapan terluka. Ia menyesali perbuatannya yang tanpa pikir panjang 3 hari lalu. Kini, ia bukan hanya gagal membuat Yunyun membalas cintanya. Ia bahkan membuat Yunyun patah hati dan menangis. 
“mianhe, Yunyun. Mungkin aku egois. Tapi aku mencintaimu.” Gumamnya pelan. Namun dapat di dengar Taemin. Setelah Eun yoo mengantar Yunyun ke kamarnya, Taemin menghampirinya. 
“apa kau ada waktu?” tanya Taemin penuh harap. Eun yoo mengangguk ragu. Dan Taemin beranjak pergi ke sebuah restorant China ternama bersama Eun yoo. Yesung mengikuti mereka diam-diam. Taemin yang menyadari hal itu berniat memanasi Yesung. Dimulai dengan merangkul Eun yoo dan merapikan jepit rambutnya yang sebenarnya sudah rapi. 

***** 

Setelah melalui perdebatan yang cukup alot, akhirnya Hyuna yang dibantu dengan Heechul berhasil menekan Sooman untuk menyepakati perjanjian baru. Tentu saja ini bukan tanpa alasan. Hyuna ternyata berhasil menjadi juara 3 olimpiade biologi. Dan Sooman tak mungkin menelan ludahnya sendiri. perjanjian baru telah diputuskan dan Hyuna akan segera memulai debut da membentuk girlband bulan depan. Hyuna dan Heechul keluar ruangan Sooman dengan seringai puas. Dan mereka ber-tos ria. PROKK! Heechul berbisik pada Hyuna, “Henry!” Hyuna mengangguk pelan dan tersenyum tipis pada Key yang sejak tadi menunggunya diluar ruangan Sooman. Setelah Heechul pergi, ia mendekat dan memegang kedua pipi Key dengan kedua tangannya. Key tersenyum gugup. Hyuna menarik wajahnya menunduk hingga sejajar dengan wajah Hyuna. DEG! DEG! DEG! jantung Key berdebar dan wajahnya sudah seperti kepiting rebus (?). Hyuna mendekatkan wajahnya. Key cepat-cepat menutup matanya. Hyuna mendekat perlahan. Lalu tersenyum evil. Dan diluar perkiraan Key, Hyuna hanya mengecup lembut kelopak mata kanan Key, lalu kelopak mata kirinya. Kemudian berlari pergi secepat kilat keluar menuju mobil Henry. Meninggalkan Key yang masih menunduk dan memejamkan matanya. 
“kita kembali ke rumah sakit y?” tanya Henry. Hyuna mengangguk sambil terus menahan senyumnya. Meski nyatanya tak berhasil. Ia baru berhenti tersenyum ketika Henry menge-rem mobilnya mendadak.
“oppa, kau kenapa?” tanya Hyuna terkejut. Ia menundukkan wajahnya dan memejamkan matanya dengan sangat takut ketika Henry mendekat seakan ingin menciumnya. 

.=> part 7 end 

udah 2 couple nih yg bahagia! SooSi couple (Soo in & Siwon) dan MinJi couple (Minho & Jinie).. couple mana lagi y yg akan bahagia d part selanjutnya? Kira” Henry oppa kenapa y? Terus kelanjutan hubungan YeYoo couple gmn??? (YeYoo: Yesung & Eun Yoo) Apa Yunyun akan melepaskan Donghae gitu aja? Bagaimana kisah Hyuna hingga debut nanti? 
Readers setia yg cantik-cantik, tinggalin LIKE & COMENT sebanyak-banyaknya y! author doain deh moga suatu hari nanti bz ktemu biasnya! ^^~

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s