ff~DIARY of SILVER ANGEL~part 8

^^~ annyeong, readers baik hati & tidak sombong yg mnghargai author dgn RCL-nya.. hehee.. sbelum ff nie dibaca, author ingetin, tanda ***** berarti ganti k lokasi yg lain tp d waktu yg sama.. understand? Well, happy reading!

 

.=> cuplikan part 7

 

Minho mengangkat dagunya.

“jadi kau menerimaku kan?” Jinie hanya menjawab pertanyaan Minho itu dengan anggukan kecil. Minho mencium bibirnya sementara Jinie memejamkan matanya.

Begitu tiba di halaman dorm, Yunyun menatap sedih pada Donghae dan Tiffany yang sedang bercanda sambil membawa koper ke mobilnya. Yunyun tak mampu lagi menahan airmata di pelupuk matanya.

Dan Taemin beranjak pergi ke sebuah restorant China ternama bersama Eun yoo. Yesung mengikuti mereka diam-diam. Taemin yang menyadari hal itu berniat memanasi Yesung. Dimulai dengan merangkul Eun yoo dan merapikan jepit rambutnya yang sebenarnya sudah rapi.

“oppa, kau kenapa?” tanya Hyuna terkejut. Ia menundukkan wajahnya dan memejamkan matanya dengan sangat takut ketika Henry mendekat seakan ingin menciumnya.

 

.=> part 8 dimulai

 

“andwae!” ucap Hyuna pelan. Ia masih memejamkan matanya dengan takut. Tiba-tiba Henry tertawa.

“hahaa.. kau kenapa ketakutan begitu?” Hyuna membuka matanya dan wajahnya memerah seketika.

“oppaaa..!!” Hyuna memelintir telinga Henry.

“AUW!” pekiknya. Beberapa detik kemudian suasana hening. Hyuna memikirkan kata apa yang cocok untuk menjelaskan kebenaran yang ia sembunyikan dari Henry selama ini. jujur, ia mulai menyukai Henry. Tapi rasa suka saja tidak cukup untuk baginya tetap mempertahankan hubungan yang berawal dari kebohongan itu. sementara Henry hanya diam membisu.

“oppa, aku ingin jujur padamu tentang hubungan kita selama ini. sebenarnya…” Hyuna berhenti sejenak. Ia menahan napasnya sebelum berusaha melanjutkan. “sebenarnya…”

“aku sudah tahu.” Sergah Henry. Mata Hyuna membelalak kaget.

“Heechul hyung memberi tahuku 3 hari yang lalu. Ia bahkan menceritakannya dengan sangat jelas.” Ujar Henry pelan. Ia melingkarkan tangannya di lingkaran kemudi. (re: stir mobil)

“tapi… tidak bisakah kita melanjutkan kebohongan ini?” tanya Henry. Hyuna kembali tercekat.

“mwo? Melanjutkannya? Oppa, bagaimana pun aku menyukai oppa, aku tetap tidak bisa… a… aku tidak se-jahat itu, oppa. Kumohon mengertilah! Tak cukup kata-kata bagiku untuk menjelaskan semuanya.”

“tapi aku bahagia dengan hubungan ini, dengan kebohonganmu, Hyun ah!”

“tapi aku tidak!” seru Hyuna marah. Ia benar-benar tidak mengerti mengapa Henry semakin mempersulit keadaannya.

“oppa, seharusnya kau membenciku!” Henry membalikkan wajahnya dan menatap Hyuna dalam. Hyuna tidak suka tatapan seperti itu. Membuatnya semakin merasa bersalah. Ia memutuskan untuk diam menunduk.

“I’ll never hate you, honey.” ucap Henry sambil tersenyum perih. Hyuna keluar mobil.

“mulai detik ini, jangan pernah memanggilku ‘honey’ lagi oppa. Dan kembali lah ke dorm! Yunyun lebih membutuhkanmu dibanding aku.”

 

*****

 

“nah, aku sudah ceritakan semua yang kutahu tentang masalah Onew hyung, Yunyun, dan Donghae hyung. Sekarang bagaimana?” tanya Taemin pada Eun yoo. Sesaat, ia melirik kearah Yesung yang duduk tak jauh dari mereka.

“tentu saja kita harus membantu meluruskan masalah ini.” ujar Eun yoo. Lalu ia menyeruput es jeruknya. Tiba-tiba Taemin memegang tangannya.

“aku tahu aku bisa mengandalkanmu, Eun ah! sebenarnya Onew hyung orang yang sangat baik. Seandainya Yunyun…”

“Taemin oppa! Yunyun sudah mencintai Donghae oppa sebelum tiba di Korea. Kumohon jangan salahkan kenapa ia tidak bisa menerima Onew oppa.” Cela Eun yoo emosi. Taemin tersenyum.

“ne, aratchi!” ucap Taemin sambil mencubit pipi Eun yoo. Hati Yesung memanas. Emosinya memuncak. Tanpa pikir panjang, ia menghampiri Eun yoo dan menarik tangannya.

“Yesung oppa?” Eun yoo terlihat sangat terkejut. Taemin menahan tangan Eun yoo yang lain.

“kajja! Ikut oppa pulang!” ucap Yesung tegas.

“anhi. Ia datang kesini bersamaku dan akan pulang bersamaku juga.” Ucap Taemin tak mau kalah. Sorot mata tajam Yesung menyorot mata Eun yoo dan Taemin bergantian. Tiba-tiba Moon Geun Young datang dari arah lain.

“chagi! Kebetulan sekali kau disini. Aku syuting di restorant ini lho!” Moon mengapit lengan Yesung dengan manja. Eun yoo melepaskan genggaman tangan Yesung dan menarik tangan Taemin pergi dari tempat itu. Matanya mulai berkaca-kaca.

“aiiish.. kau ini manja sekali! Dewasa lah seperti Eun yoo!” cibir Yesung pada Moon. Tentu saja hal itu membuat Moon marah.

“oppa, apa kau masih mencintai Eun yoo?” tanya Moon. Yesung terdiam. Kejujurannya hanya akan membuat Moon sakit hati.

“kalau begitu semuanya sudah jelas.” Moon menghentakkan kakinya dengan kasar dan berlalu.

“tunggu! Kita bisa selesaikan masalah ini baik-baik.” Yesung mengejar Moon keluar restorant itu.

 

*****

 

Di sebuah bangku di pinggir suatu jalan yang sepi, Hyuna menengadahkan wajahnya ke langit sambil terus mengibas-ngibaskan tangannya ke wajahnya yang memanas. Airmatanya hampir saja jatuh. Ia benci harus mengakui perasaannya bahwa ia tak ingin kehilangan Henry. Persis seperti saat ia harus memutuskan Ryeowook dulu. Dadanya terasa sesak dan sulit sekali menghirup oksigen sambil menahan airmata. Tapi ia harus kuat. Bukankah sejak awal ia melakukannya demi mimpinya yang akan segera terwujud? Dan ia juga tidak boleh egois kan? Mana mungkin mencintai lebih dari satu orang namja di saat yang bersamaan? ‘kalau aku tidak bisa memilih salah satu diantara mereka, lebih baik aku tidak memilih semuanya.’ Ucapnya dalam hati.

 

..because you naughty, naughty, hei! Mr. simple..

 

Tiba-tiba ponsel Hyuna berbunyi nyaring membuyarkan lamunannya. Di layarnya tertulis : Ryeowook’s calling

 

*****

 

“bye, oppa.” Ucap Jinie sambil melambaikan tangannya malu-malu pada Minho. Senyum Jinie mengembang membuat mata sipitnya tenggelam oleh pipinya yang chubby. Minho balas tersenyum. Mereka berdua baru saja pulang dari first dating mereka di sebuah bioskop. (just info : t4 kencan fav Minho oppa tuh d lapangan sepak bola & bioskop)

“eh, Jin, sini deh!” panggil Soo in yang tadinya sedang latihan dance. Jinie pun menghampirinya.

“mwo?”

“kita coba double date yuk besok malam! Kayaknya seru.” bisik Soo in semangat.

“emm.. apa Minho oppa mau?” Jinie tampak ragu.

“ya kamu tanya lah! Masak ngajak dating sama namjachingu sendiri malu sih?”

“emm.. aku takut dia tidak suka dating seperti itu.” Ujar Jinie sambil mengerucutkan bibirnya. Soo in mendengus kesal.

“ya sudah! Nanti biar aku yang mengajaknya. Dasar!”

 

*****

 

Ryeowook mengantar Hyuna ke rumah sakit. Hyuna sempat dimarah oleh dokter karna ulahnya tadi pagi. Tapi bukan panggil Hyuna jika ia mudah menuruti kemauan orang lain. Saat dokter sibuk menceramahkan tentang kesehatan, Hyuna memakai headset-nya dan mendengarkan lagu Lucifer – Shinee sambil membayangkan penampilan Key di MV itu. #kekeke~ :’D

“Hyuna! seharusnya kau mendengarkan ucapanku! Bagaimana pun, aku ini dokter kepercayaan sekaligus sahabat Lee Sooman. Dengan kondisi kakimu yang tidak se-sehat dulu…” dokter itu langsung menutup mulutnya. Ia lupa larangan untuk memberi tahu Hyuna tentang kondisi kakinya sejak awal musim salju waktu itu. Hyuna terhenyak lalu melepaskan headset-nya segera.

“mwo? Kakiku… dokter, ada apa dengan kakiku?” tanya Hyuna was-was. Ryeowook menyuruh dokter keluar ruangan itu dan ia yang menjelaskannya pada Hyuna.

“oh..” hanya itu tanggapan Hyuna. ia tersenyum tanpa menatap Ryeowook yang tampak sangat mencemaskannya. Selama beberapa saat, suasana di ruangan itu sunyi dan canggung. Hyuna hendak meminta Ryeowook meninggalkannya sendiri. tapi begitu melihat mata Ryeowook yang berkaca-kaca, ia terkejut.

“oppa, gwenchanayo! Aku kan masih bisa berjalan, berlari, melompat, menari, dan melakukan apapun yang ku mau. lagipula jika hanya kram di kaki, aku bisa menahannya.”

“bukan itu.” Ucap Ryeowook sambil tersenyum kecut. Ia melanjutkan, “kau tahu? Tadi Heechul hyung menceritakan tentang…” Ryeowook mulai canggung lagi. Hyuna menghela napas berat.

“jadi Heechul oppa sudah memberi tahumu?” tanya Hyuna. Ryeowook mengangguk.

“kau pantas membenciku.” Gumam Hyuna pelan.

“NE! AKU BAHKAN SANGAT MEMBENCIMU!” bentak Ryeowook. Hyuna hanya diam menunduk. Lalu Ryeowook memeluk Hyuna.

“KAU PIKIR KAU SIAPA? HAH? SEENAKNYA SAJA MEMPERMAINKAN PERASAANKU DAN HENRY!” bentaknya lagi tanpa melepaskan pelukannya. Hyuna merasakan airmata jatuh di bahunya. Ryeowook menangis? Astaga, Hyuna hampir lupa betapa mudahnya Ryeowook menitikkan airmatanya.

 

*****

 

Yunyun melemparkan pandangannya ke sekeliling taman. Baru saja Onew mengirimnya sms agar menemuinya di taman tempat mereka biasa bertemu. Tadinya ia berniat untuk mengabaikan Onew lagi. tapi ia sadar. Menjauhi Onew sama sekali tidak menyelesaikan masalah.

“Onew oppa.” Yunyun duduk ‘beradu punggung’ dengan Onew. #readers ngerti kan gmn posisi duduk mereka berdua? :’)

“Yunyun ah! mianhe.” Ucap Onew lirih. Yunyun menghela napasnya.

“ne, oppa. Aku memaafkanmu. Dan sebaiknya kita tidak membahas peristiwa itu lagi.”

“bagaimana hubunganmu dengan Donghae hyung?” tanya Onew dengan berat hati. Mengingat Donghae membuat Yunyun ingin menangis lagi.

“aku dan Donghae oppa tidak ada hubungan apa-apa, oppa. Aku mungkin hanya mengenal dan mengaguminya. Dan hubungan kami tidak bisa lebih dari sekedar teman.”

“apa ini semua karna aku?”

“anhiyo! Lagipula aku sudah membuat keputusan besar.”

“mwo?” tanya Onew penasaran.

“aku akan melupakan Donghae oppa.”

 

Keesokan harinya, Hyuna mendesak untuk pulang dari rumah sakit. Akhirnya dokter mengijinkan asal Heechul mau menjamin agar ia tidak melakukan aktifitas berat yang membahayakan kesehatannya lagi. sesampainya di dorm, Hyuna memanggil beberapa penghuni dorm SMEnt yang sedang tidak ada schedule untuk berkumpul di ruang tengah. Diantaranya 4 sahabat satu dorm-nya, Ryeowook, Henry, Key, Kyuhyun, Minho, Onew, Eunhyuk, Teukie, Siwon, dan Yesung.

“aku ingin mengumumkan 2 hal penting pada kalian.” Ucap Hyuna sambil berdiri menaiki kursi. semua orang menatapnya penuh tanda tanya.

“yak! Hyuna! bersikaplah yang sopan! Jangan berdiri di atas kursi!” pekik Heechul. Hyuna tertawa.

“hahaa.. aku kan tidak lebih tinggi dari kalian.” Hyuna turun dari kursi dan melanjutkan bicara. “pertama, aku minta maaf pada kalian. KhususnyaWookie oppa dan Henry oppa. Jeongmal miahamnida.” Hyuna membungkukan badannya rendah sekali, lebih dari 90 derajat. (?)

“aku sudah memaafkanmu, Hyun ah!” ucap Ryeowook.

“me too.” Henry menimpali sambil tersenyum.

“minta maaf untuk apa y?” beberapa diantaranya berbisik-bisik kecil. “jangan-jangan Hyuna juga sudah memutuskan Henry?”

“dan yang kedua, ada berita buruk! Sangaaat buruk!” ucapnya dengan ekspresi sedih.

“berita buruk apa?” tanya Eun yoo penasaran. Hyuna menghela napas sejenak.

“berita buruk apa, Hyuna?” Yunyun mulai tidak sabaran. Hyuna menahan senyumnya.

“aku akan segera debut dan membentuk girlband baru!” seru Hyuna. dan wajah-wajah penasaran pun berubah jadi cerah.

“HOREEE!! Kita harus merayakan ini, Hyun ah!” seru Jinie senang. Hyuna mengangguk setuju. Tiba-tiba Henry mengalihkan perhatian mereka.

“aku juga ada yang ingin kuberitahukan pada kalian. Emm.. lusa aku akan kembali ke Kanada untuk melanjutkan kuliahku.”

“mwo?” mereka semua terkejut. Tak terkecuali Yunyun. Apalagi Hyuna. ia merasa bersalah dan takut kepergian Henry karna keputusannya kemarin.

“aku juga ikut koko Henly!” seru Yunyun.

“MWO?” pekik Eunhyuk. Kini perhatian justru beralih padanya karna teriakannya yang berlebihan.

“jangan lihat aku seperti itu.” Ucap Eunhyuk malu sambil meutupi wajahnya. Tapi sedetik kemudian ia kembali serius.

“yak! Yunyun! Kenapa mendadak sekali! Kau juga Henry!” protes Eunhyuk.

“hei, sista, kenapa kau mau ikut? Bukan kah seharusnya kau senang karna sebentar lagi bisa ikut debut?” tanya Henry bingung. Tak disangka, airmata Yunyun jatuh membasahi pipinya.

“aku menyesal ikut trainee, koko! You’re true! This is not my world. I wanna go to Canada with you and live with our dad.” Jawab Yunyun.

“kau pergi bukan karna Donghae kan?” celetuk Eunhyuk. Tapi bukannya menjawab, Yunyun justru berlari ke dorm-nya. Onew menoleh pada Taemin dan mengangguk perlahan.

 

..beberapa menit kemudian di sudut ruang tengah yang tidak seramai tadi..

 

“Eun yoo, apa kau sedang melamun?” tanya Taemin sambil menepuk bahu Eun yoo.

“ah, eh, anhiyo.” Jawab Eun yoo gugup. Taemin menggenggam tangannya.

“kau tidak boleh memikirkan yang telah lalu. Seharusnya kau coba membuka hatimu untuk orang lain.”

“nugu?” tanya Eun yoo bingung. Taemin menghela napas sejenak. Sebenarnya ia baru menyadari perasaannya yang berbeda pada Eun yoo sejak Eun yoo menarik tangannya kemarin.

“aku.” Jawabnya tegas. Yesung yang ternyata sedang menguping langsung tercengang. #perasaan nie oppa slalu buntutin Eun yoo deh! *plakk*

“oppa, kau bercanda kan?”

“anhi.”

“aku…”

“ANDWAE!” teriak Yesung keluar dari persembunyiannya di balik dinding.

“Eun ah! kau tidak boleh jadi yeojachingu siapapun selain aku!” ucap Yesung marah.

“hyung, kau tidak boleh egois! Kau yang sudah meragukan kesetiaannya dan memutuskannya.” Taemin mengingatkan Yesung. Tapi tanpa pikir panjang, Yesung langsung mencium bibir Eun yoo dalam. Yesung memejamkan matanya. Sementara Eun yoo diam mematung menyaksikan ulah Yesung yang membuat wajah Taemin memucat.

 

.=> part 8 end

 

Wduh,, ada bnyak prtanyaan trsembunyi d balik part ini nih! Kekeke~

Waktunya TBC, waktunya RCL!! Yg tinggalin COMENT & LIKE, author doain moga panjag umur, murah rejeki, dan cepet dapet jodoh.. *gubrakk*

Nantikan next part-nya y! smakin banyak LIKE & COMENT, smakin cepat pula publish ff-nya.. ^^~

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s