ff~DIARY of SILVER ANGEL~part 9

by Alexa Kiikey Devita on Tuesday, 

^^~ annyeong, readers setia.. author gak suka y ma reader penyusup yg puas baca tp gak RCL! *buat yg ngerasa aja*

Author akan ngrasa dihargai klu readers kasih jempol and kritik atau sarannya supaya author semangat u/ lanjut nulis.. well,, happy reading!

 

.=> cuplikan part 8

 

“emm.. aku takut dia tidak suka dating seperti itu.” Ujar Jinie sambil mengerucutkan bibirnya. Soo in mendengus kesal.

“ya sudah! Nanti biar aku yang mengajaknya. Dasar!”

*****

“aku juga ada yang ingin kuberitahukan pada kalian. Emm.. lusa aku akan kembali ke Kanada untuk melanjutkan kuliahku.”

“mwo?” mereka semua terkejut. Tak terkecuali Yunyun. Apalagi Hyuna. ia merasa bersalah dan takut kepergian Henry karna keputusannya kemarin.

“aku juga ikut koko Henly!” seru Yunyun.

*****

Tapi tanpa pikir panjang, Yesung langsung mencium bibir Eun yoo dalam. Yesung memejamkan matanya. Sementara Eun yoo diam mematung menyaksikan ulah Yesung yang membuat wajah Taemin memucat.

 

.=> part 9 dimulai

 

Eun yoo mendorong Yesung. Matanya berkaca-kaca.

“aku dan Moon sudah putus, Eun ah!” ucap Yesung. Tentu saja ucapannya membuat Eun yoo dan Taemin terperangah. Taemin menatap Eun yoo. Berusaha melihat reaksinya apakah Eun yoo akan menerima Yesung kembali. Namun yang dilihatnya hanyalah ekspresi bingung Eun yoo yang melirik Yesung dan dia bergantian.

“jeongmal saranghae.” Ucap Yesung lagi. tangannya meraih tangan Eun yoo dan menggenggamnya sangat erat. Taemin tersenyum kecut.

“hyung, kau kan sudah dewasa, seharusnya hal seperti ini tidak pernah terjadi. Tapi ya sudah lah. Aku tidak mungkin membuat keributan karna yeoja yang juga mencintaimu kan? Satu pesanku, jangan membuat celah untukku apalagi memberikanku kesempatan untuk mendekati Eun yoo lagi.” Taemin menepuk bahu Yesung dan Eun yoo. Tiba-tiba Hyuna menarik kerah Taemin.

“Taemin oppa kan juga sudah dewasa, seharusnya tidak menggangu saat-saat penting Yesung oppa dan Eun yoo!” setelah cukup jauh meninggalkan Yesung yang sekarang tampak berlutut di hadapan Eun yoo sambil terus menggenggam tangannya, Hyuna melepaskan kerah baju Taemin.

“oppa, kau tak perlu memasang wajah sedih seperti itu.” Ledek Hyuna.

“anhiyo.” Kilah Taemin.

“sebagai sesama single, kita harus saling menyemangati y!”

“mwo?”

“ne, hwaiting untuk masa single kita!” ucap Hyuna nyaring sambil mengacungkan kepalan tangannya dan tersenyum lebar. Taemin menggeleng-gelengkan kepalanya.

“yak! Ternyata kau tidak kalah konyol dengan Key hyung.”

“itu pujian atau sindiran?” Hyuna memutar kedua bola matanya.

“eh, tunggu! Kau bilang apa tadi? single? Jadi sekarang kau juga single?” tanya Taemin. Hyuna mengangguk perlahan. Tiba-tiba Taemin tertawa sambil menepuk-nepuk bahu Hyuna dengan kuat.

“AUW! Oppa apaan sih! Appo!” Hyuna meringis kesal.

“ini berita bagus untuk Key hyung! Hyun ah! kau pabo! masih belum sadar juga kalau Key hyung mencintaimu sejak dulu?” ucapan Taemin bagai sambaran petir di siang bolong bagi Hyuna. Key mencintainya? Apa tidak salah?

“lelucon oppa tidak lucu!”

“tentu saja! karna itu memang bukan lelucon.”

“Itu… tidak mungkin, oppa! Kami hanya… bersahabat. Sama seperti Jinie dengan Kyu oppa, ataupun Soo in dengan Eunhyuk oppa. Ti… tidak lebih… dari itu.” Kilah Hyuna dengan gugup. Entah mengapa, ia takut membayangkan seandainya yang dikatakan Taemin adalah benar.

“aigho! Key hyung mencintaimu tapi setiap ingin mengungkapkannya, kau selalu sedang dekat dengan namja lain. Dengan Wookie hyung lah! Dengan Henry hyung lah!” Taemin terus menggerutu sambil berjalan disamping Hyuna.

“kalaupun ucapanmu benar, Key mungkin hanya mencintaiku sebagai seorang sahabat yang baik.” Hyuna masih belum mempercayai Taemin hingga mereka terus beradu argumentasi. tak jauh dari mereka, tampak Soo in sedang berkonsultasi dengan Eunhyuk tentang koreografi.

 

*****

 

“Donghae hyung!” panggil Onew. akhirnya ia sampai ke Mokpoh tepat waktu. Kemarin, begitu Henry dan Yunyun mengumumkan akan pergi ke Kanada, ia memutuskan untuk menebus kesalahannya dengan cara meyakinkan Donghae untuk menghalangi Yunyun pergi.

“Onew?” Donghae heran melihat Onew mendatangi rumah orang tuanya. Ia pun mengajak Tiffany dan Onew berbicara diluar.

“mwo? Aigho! Sepertinya Yunyun salah paham. Kedekatanku dan Donghae hanya karna profesionalisme pekerjaan.” Ujar Tiffany.

“lagipula Yunyun kan sudah ada kamu.” Ucap Donghae sambil menatap Onew tajam. Tapi Onew justru memukul dahi Donghae. PLAKK!

“apa sekarang hyung sudah sadar? Hah? Yunyun sangat mencintaimu, hyung. Bukan aku!” ucap Onew. Donghae dan Tiffany terperangah.

“kenapa diam? Tunggu apalagi? Kajja! Kita harus mencegah Yunyun pergi. Palli!” ucap Onew sambil tertawa. Mereka pun segera bersiap kembali ke Seoul. Sepanjang perjalanan, Onew tak henti-hentinya melirik jam tangannya.

“hyung, aku khawatir kita terlambat. Sekarang, Henry dan Yunyun pasti sudah berada di bandara.”

“mwo? Aigho!” Donghae menambah kecepatan mobilnya. Membuat Tiffany teringat pada ucapan Eunhyuk, ‘jika kau masih sayang dengan hidupmu, jangan biarkan Donghae menyetir!’

 

..beberapa menit kemudian..

 

Yunyun menatap hampa ke arah lalu lalang orang-orang di bandara. Henry menghampirinya.

“whats going on?” tanya Henry. Yunyun menggeleng lemah. Tapi ia tidak bisa menyembunyikan airmata yang sempat ia usap di pipinya.

“kalau kau berat untuk pergi, its ok! I understand.” Ucap Henry sambil mengusap rambutnya lembut.

“kalian tidak ingin berubah pikiran y?” tanya Hyuna dari arah belakang mereka. Henry menoleh.

“me? Of course no! But I don’t know how about my sista.”

“me too. I think it’s the best choice.” Ujar Yunyun menimpali. Hyuna memeluk mereka berdua.

“sorry, aku pasti bukan sosok Hyuna yang baik bagi kalian.” Bisiknya.

“oppa!” seru Yunyun tiba-tiba. Hyuna terkejut dan melepaskan pelukannya. Ia pikir yang dipanggil Yunyun adalah Donghae. Sebab ia sudah beberapa kali menelpon Tiffany agar cepat sampai ke bandara. Tapi ternyata…

“kita baru saja kenal dekat, kenapa kau malah ingin pergi? Huft.. aku pasti akan sangat merindukanmu, Yunyun.” Ucap Amber (member GB f(x)) sambil menggenggam tangan Yunyun.

“mwo? Oppa? Yunyun, kau memanggil Amber eonni dengan sebutan ‘oppa’?” tanya Hyuna heran. Yunyun mengangguk.

“kau lihat sendiri kan bagaimaa penampilannya? Lebih cocok dipanggil ‘oppa’ daripada ‘eonni’. Oh y,, jaket yang Amber oppa pakai sekarang kok kembar sama jaket yang Key oppa pakai sih? Ciyeee.. jangan-jangan.. hahaa..” goda Yunyun sambil tertawa. Spontan Hyuna melirik Key yang berdiri dengan masker menutupi sebagian wajahnya. Memang benar. Jaket yang mereka pakai sekarang sama persis. Membuat Hyuna sedikit merasa tidak nyaman. Tapi ia segera ingat bahwa ia harus menghukum dirinya sendiri untuk menebus kesalahannya atau paling tidak untuk mengurangi rasa bersalahnya pada Ryeowook dan Henry.

“well, sepertinya sebentar lagi pesawat kami akan segera take off. Yunyun, koper-kopermu sudah siap kan?” Henry menatap Yunyun dalam. Ia bukan mengharapkan jawaban yang terlontar dari bibirnya. Tapi ia ingin benar-benar memastikan bahwa pilihan Yunyun kali ini adalah pilihan yang bisa membuatnya bahagia.

“ne, oppa.” Yunyun mengangkat kopernya. Lalu berjalan pelan di belakang Henry. Sesekali ia melirik ke arah oppadeul dan eonnideul yang mengantar kepergiannya di bandara. ‘Donghae oppa, sorry.’ Ucapnya dalam hati. Hyuna menghentakkan kakinya dengan kesal.

“kenapa Donghae oppa belum sampai juga?” gumamnya pelan. Namun sayangnya Key dan Heechul dapat mendengarnya.

“eung?” Key menatapnya dengan penuh penasaran.

“beri tahu oppa apa yang kau pikirkan sekarang!” ancam Heechul sambil memegang lengan Hyuna cukup kuat. Hyuna menepisnya.

“shireo!” Hyuna mehrong ke arah Heechul. Key menepuk kepalanya dengan gemas. Tapi hal itu justru semakin membuat Hyuna tidak nyaman. Ia pun pindah duduk di dekat Jinie dan Teukie.

“bagaimana hub.mu dengan Minho, saeng?” tanya Teukie setengah berbisik. Wajah Jinie berubah murung.

“sepertinya Minho oppa masih sulit membiasakan diri dengan sifat kekanakanku.” Jawab Jinie. Tiba-tiba sesosok namja yang memakai seragam satpam bandara menghalangi Yunyun.

“sorry, miss. I can’t let you go.” Ucapnya misterius. Yunyun tidak dapat melihat wajahnya dengan jelas karna terhalang topi.

“why?” tanya Yunyun.

“cause I love you.” Jawab namja itu sambil membuka topinya. Semua mata terkejut menoleh.

“Donghae oppa?” Yunyun mendadak gugup. Henry tersenyum.

“sepertinya kau ada masalah dengan petugas tertampan di bandara ini, sista. Kalau begitu, koko pergi duluan y! see you.” Ucap Henry sumringah. Yunyun hendak mengejarnya, tapi tangan Donghae menahannya dan memeluknya dari belakang.

“koko Henly tunggu! I wanna go with you.” Yunyun berusaha meronta sekuat tenaga. Namun tenaga Donghae jauh lebih kuat darinya.

“hyung, jaga my sista baik-baik y! walau kau lebih tua dariku, namun aku tak akan segan menghajarmu jika Yunyun menangis karnamu lagi.” seru Henry yang berjalan semakin jauh. Donghae mengangguk tegas. Yunyun menitikkan airmatanya dan Donghae memeluknya erat.

 

..malam harinya, saat Yunyun dan Hyuna sedang belajar di dorm mereka..

 

“ehm..” Soo in berdeham cukup keras. Namun Hyuna mengacuhkannya.

“EHM! EHM!” Soo in berdeham lebih keras lagi. namun yang menoleh malah Yunyun.

“wae, Soo in? apa kau sedang radang tenggorokan?” tanya Yunyun.

“ah, anhi. Bukan itu. Emm.. Hyuna.”

“hmm..” Hyuna hanya merespon dengan gumaman kecil. Soo in mendengus kesal. ia mendorong Jinie untuk bicara.

“Hyuna, malam ini aku dan Soo in ada janji keluar.” Ucap Jinie takut-takut. Hyuna menoleh.

“maksudnya kencan?” tanya Hyuna dingin. Jinie menelan ludahnya. Sepertinya sudah lama Hyuna tidak sedingin ini.

“aku juga, Hyun ah! Yesung oppa sudah menungguku diluar.” Timpal Eun yoo yang baru saja keluar kamarnya.

“andwae!” seru Hyuna. semua tertegun. Tiba-tiba terdengar suara bel pintu. Mereka semua berebut untuk membuka pintu. Akhirnya Hyuna yang menang.

“annyeong.” Sapa seorang namja dengan senyum kekanakan. Hyuna mendengus kesal.

“Yunyun sedang belajar. Kalau oppa mau pergi, ajak couple oppa saja! si Eunhyuk oppa.”

“mwo? Eh, tapi ketika aku sms ‘tadi’ Yunyun setuju untuk…” belum selesai Donghae bicara, Hyuna menyelanya.

“itu kan ‘tadi’! sekarang beda! Oppa mengerti kan? Oke! Annyeong, oppa!” Hyuna menutup pintu dan menguncinya cepat.

“kalian harus fokus dan melupakan masalah kencan untuk sementara waktu. Aratchi? Paling tidak, sampai kita sukses debut. Dan kau, Soo in! bukan kah besok kau ada ulangan fisika? Dan apakah Pr Matematika mu sudah dikerjakan, Jinie? Hah? Kau juga, Eun ah! jangan sampai kau remedi Kimia lagi. yak! Yunyun! Mulai sekarang aku tidak segan-segan meledekmu habis-habisan jika kau sampai salah bicara bahasa Korea di sekolah lagi.” ujar Hyuna datar sambil melirik chingudeul-nya satu persatu.

“eh, soal itu.. tapi kan Siwon oppa..” Soo in menggaruk kepalanya yang tidak gatal.

“aku tak peduli tentang kencan kalian dengan oppa manapun. Aku hanya peduli tentang tujuan kita trainee disini.” Hyuna duduk dan melanjutkan belajarnya. Soo in berulang kali mengayunkan kepalan tangannya ke dekat kepala Hyuna tanpa berani menyentuhnya. Ia tampak sangat kesal. Yunyun hanya menahan tawanya melihat ulah Soo in. sementara Jinie dan Eun yoo menunduk lesu dan bersiap menelpon namjachingu masing-masing untuk membatalkan janji mereka. Ketika Hyuna beranjak ke kamar kecil, Soo in berbisik dengan Eun yoo dan Jinie.

“kita kerjain Hyuna yuk!” usul Soo in. awalnya Jinie agak keberatan. Namun karna Eun yoo setuju, mereka pun bersepakat. Dimulai dari Soo in merusak remote AC di kamar Hyuna sedangkan Eun yoo dan Jinie menyembunyikan selimut tebal Hyuna di kamar mereka. Hyuna yang tidak tahan dingin pun mulai kelabakan saat ia hendak tidur tapi AC-nya yang bersuhu sangat rendah tak dapat dikendalikan dengan remote. Dan ia semakin cemas karna selimut tebal satu-satunya yang biasa ia pakai juga menghilang entah kemana. Ia pun hilir mudik keliling dorm. Namun sialnya, chingudeul-nya yang lain sudah terlelap. Akhirnya ia pasrah tidur di sofa ruang tamu sambil menggigil kedinginan ditemani nyamuk-nyamuk yang tidak bersahabat.

 

..keesokan paginya..

 

“Hyuna, tumben sekali kamu bangun pertama! Biasanya kan kamu bangun terakhir diantara kita semua.” Ledek Soo in. Hyuna mengacuhkannya sambil menuang saus ke mangkuk ramennya. Ia pergi sesaat untuk melihat jadwal mereka pulang sekolah nanti. Kesempatan itu dimanfaatkan Soo in, Eun yoo, dan Jinie untuk memasukkan banyak saus ke mangkuk ramen Hyuna dan menuangkan beberapa sendok garam ke gelas susunya. Yunyun tidak bisa memprotes mereka karna ia kalah suara.

“uhukk! Uhukk!” Hyuna tersedak karna ia tak menyangka ramen-nya akan sepedas itu. Sayangnya susu yang ia minum agar berhenti tersedak justru membuatnya berlari ke kamar kecil untuk muntah.

“itu susu atau air laut sih!” gerutu Hyuna. ia tak bernafsu lagi untuk melanjutkan sarapannya. Namun begitu ia keluar dari kamar kecil, chingudeul-nya sudah berangkat sekolah duluan dan meninggalkannya. Ia mendengus pelan. Ia baru menyadari bahwa ia sedang dikerjai. Kemudian dengan senyum tipis, ia mengeluarkan ponsel-nya dan mengirim sms.

 

To : Yunyun; Eun yoo; Soo in; Jinie

Pulang sekolah segera kembali ke dorm! Jangan kemana-mana! Kita akan membicarakan tentang nama girlband kita dan posisi kita di dalam grup. Setelah itu baru kita latihan vokal. Jangan protes!

 

..di mobil Siwon..

 

Soo in tampak antusias menyuapi Siwon sarapan pagi buatannya sendiri. Siwon menyambut suapannya sambil terus berkonsentrasi menyetir. Meski sebenarnya masakan Soo in tidak enak, nyatanya Siwon adalah namjachingu yang baik yang tidak ingin mengecewakan Soo in yang pasti sangat berharap Siwon menyukai masakannya itu. Sementara di belakang mereka, Minho yang iri ikut meminta Jinie menyuapinya. Namun karna Jinie masih canggung dan malu, maka ia yang menyuapi Jinie. Minho tersenyum mengingat dulu ia pernah meremehkan Jinie karnma ia berpikir akan lebih menyenangkan berpacaran dengan yeoja yang berumur lebih dewasa darinya. Seperti Yuri noona. Tapi sekarang justru ia sangat bahagia memiliki yeojachingu yang kekanakan seperti Jinie. Di bangku paling belakang, 2 couple lagi, yakni HaeYun couple dan YeYoo couple tampak tak mempedulikan yang lainnya. Donghae menyandarkan kepalanya dengan manja di bahu Yunyun sambil memejamkan matanya. Dan Yunyun menyandarkan kepalanya di atas kepala Donghae. Sedangkan Yesung dan Eun yoo membagi earphone mereka dan mendengarkan musik bersama sambil membaca sebuah majalah bersama-sama.

 

*****

 

Hyuna beranjak mencari Heechul di dorm Suju untuk memintanya mengantarnya ke sekolah. Namun yang ditemukannya hanya Zhoumi seorang diri yang sedang membereskan ruang tengah. Sebelum itu, Hyuna yang berjalan ke arah dorm SuJu sempat di lihat Ryeowook dari jendela saat ia membantu Zhoumi membersihkan dorm. Namun ia segera berlari kedalam kamar Zhoumi yang memang kamar terdekat.

“Zhoumi, jika Hyuna mencariku, bilang saja aku sudah pergi. Ara?” ucap Ryeowook cepat. Akhir-akhir ini, ia memang sedang berusaha melupakan Hyuna dengan cara menghindarinya. Meski nyatanya hal itu sangat sulit mengingat Hyuna adalah yeojachingu pertamanya.

“annyeong, oppa, Heechul oppa dimana?” tanya Hyuna sambil tersenyum ramah.

“annyeong, Hyuna. lama tidak berjumpa. Aku tidak tahu dimana hyung yang satu itu. Memangnya ada apa?” tanya Zhoumi penasaran. Hyuna terdiam sejenak. Jika bukan Heechul oppa, siapa yang bisa mengantarnya y?

“ah.. aku.. eh, tidak ada apa-apa. Kalau Wookie oppa?”

“emm..” Zhoumi melirik ke arah pintu kamarnya sesaat. Ia melihat Ryeowook mengatupkan kedua tangannya di depan wajahnya dengan ekspresi setengah memohon. “sepertinya dia sudah pergi” Zhoumi terpaksa berbohong. Ryeowook tersenyum padanya. ‘mian, Hyuna. aku tidak bisa membuang rasa cintaku jika tidak menghindarimu.’ Ucapnya dalam hati.

“huft.. kalau Key?”

“kau mencariku?” tiba-tiba Key sudah ada di belakang Hyuna. membuat Hyuna terlonjak kaget.

“aigho! Key! Kau hampir membuatku jantungan.”

“kenapa kau mencariku?” tanya Key lagi tanpa menatap Hyuna. tangannya sibuk mengatupkan kancing-kancing mantelnya. Hyuna melihatnya dengan tatapan yang tidak biasa. ‘kenapa aku baru menyadari bahwa kau tampan, Key? Ah, anhi! Anhi! Anhi! Apa-apaan aku ini? untung hanya bicara didalam hati.’

“aku.. tidak mencarimu! Tadi aku hanya basa-basi dengan Zhoumi oppa. Gomawo, zhoumi oppa. Aku harus segera berangkat sekolah. Annyeong!” Hyuna segera berlari terburu-buru dengan gugup keluar dorm mereka. Jantungnya berdebar kencang. Key mengejarnya.

“tadi kulihat mobil antar-jemput kalian mogok dan chingudeul-mu berangkat sekolah diantar Siwon hyung. Biar aku yang mengantarmu y?” ajak Key sambil menggenggam tangan Hyuna. namun Hyuna menggeleng cepat. Dan Hyuna langsung pergi meninggalkan Key begitu sebuah bus umum yang berhenti tak jauh dari mereka.

“Hyun ah! sebenarnya kau ada masalah apa? Kenapa menjauhiku?” gerutu Key sambil menendang sebuah kaleng softdrink yang menghalangi jalannya. Di bus tersebut ternyata ada beberapa yeoja yang merupakan ELF dan Shawol. Selintas, Hyuna mendengar sedikit percakapan mereka tentang ketidak-relaan mereka jika bias mereka memiliki yeojachingu seperti yang digosipkan majalah remaja yang baru mereka beli. Juga betapa mereka sangat mencintai bias mereka masing-masing. Hyuna menghela napasnya dengan kuat setelah keluar dari bus itu. Kepalanya serasa penuh dengan pertanyan-pertanyaan konyol tentang Key.

“huh.. Nicole? Amber? Sebenarnya mereka berdua siapanya Key?” gumamnya kesal sambil menendang kerikil kecil di trotoar jalan. Ternyata kekesalan Hyuna berlangsung hingga pulang sekolah. Soo in, Eun yoo, dan Jinie sepakat untuk mengerjainya yang terakhir kali dengan meninggalkannya ketika pulang sekolah. Membuat Hyuna terpaksa menunggu bus di halte. Sesampainya di dorm, mereka berlima saling beradu argumentasi tentang nama group mereka. Sulit sekali mencapai kata kesepakatan.

“sekali lagi kuingatka, selain Eun yoo, jangan umbar status namjachingu kalian di depan umum. Aratchi? Pikirkan perasaan ELF dan Shawol!” Hyuna terus-terusan mengatakan hal itu setiap 11 menit sekali sambil mondar-mandir di hadapan mereka.

“emm.. bagaimana jika.. Silver Angel? Ne! sepertinya itu bukan nama yang buruk. etteohke?” cetus Hyuna. keempat yeoja lainnya saling bertukar pandang. Sejenak, mereka ragu. Namun akhirnya mereka mengangguk dengan tersenyum yakin.

“ok! Jadi kita sepakat nama group kita : Silver Angel?” tanya Hyuna untuk lebih meyakinkan.

“ne. tapi memang arti dari Silver Angel apa?” tanya Yunyun.

“di konferensi pers debut nanti pasti ada pertanyaan semacam itu. Menurutku jawabannya tidak begitu penting. Akan kujawab saat konferensi pers itu saja y? sekarang kita tentukan saja posisi kita.” Ujar Hyuna.

“aku mau jadi lead vocal!” seru Eun yoo semangat.

“aku lead dancer!” pekik Soo in.

“aku juga lead dancer.” Ucap Hyuna dengan senyuman lebar. Tapi keempat yeoja lainnya menatapnya dengan tatapan tak percaya.

“wae?” tanya Hyuna bingung.

“emm.. bukannya kami meragukanmu, Hyuna. tapi bukankah potensi vokalmu lebih menonjol?” ucap Eun yoo.

“suaramu yang memiliki keunikan tersendiri itu bisa menguasai nada-nada rendah dengan sangat baik. Berbeda dengan Eun yoo yang memiliki suara yang powerful.” Jelas Jinie.

“lagipula kakimu kan…” Yunyun tak jadi melanjutkan kata-katanya. Mood Hyuna rusak seketika. Ia menghentakkan kakinya dengan kesal dan pergi ke ruang latihan dance.

“tuh kan! Kamu sih, Yunyun!” ucap Soo in pelan. Yunyun jadi merasa bersalah.

“oppa.. Taemin oppa..” panggil Hyuna. namun yang dipanggilnya tak kunjung menampakkan batang hidungnya. Hyuna pun memutuskan untuk latihan dance sendiri daripada latihan vocal dengan chingudeul yang membuatnya sedih.

“huft..” Hyuna menghela napas panjang. Sudah lebih dari dua jam ia membuat koreografi. Keringat mulai membanjiri tubuh mungilnya. Namun ia masih bersemangat meliukkan kaki dan tangannya sambil memperhatikan gerakannya sendiri di kaca. Tiba-tiba kakinya sulit digerakkan.

“AUW! Aduuuh..” rintih Hyuna sambil terduduk memegangi pergelangan kakinya. Lantai yang dingin dan kakinya yang tak terbungkus alas kaki membuat kram-nya terasa semakin menyakitkan.

“siaaal..!! kenapa waktu itu aku ditinggalkan begitu saja di pinggir jalan? kenapa malam waktu itu turun salju? Kenapa kaki ku…” Mata Hyuna mulai terasa panas. Ia mengibas-ngibaskan tangannya kearah wajahnya untuk mencegah airmatanya keluar. Tiba-tiba seorang namja mengulurkan tangan kirinya menarik kedua tangan Hyuna hingga Hyuna berhenti mengibaskan kedua tangannya.

 

.=> part 9 end

 

Waktunya tinggalin LIKE & COMENT! Ayooo reader yg baca tp gak ninggalin jejak a.k.a silent reader, author kutuk nanti mlm mimpiin author peluk+kisseu biasnya! *plakk* Readers, ff ini sebentar lg ‘the end’ lho! Tp berlanjut k sekuelnya.. *skedar bcoran*

Readers : brarti utang ff author mkin bnyak donk?

Author : eh, iya y? hehee.. tenang aja! Author gak lupa smua utang ff author kok! Asalkan readers setia maupun readers baru rajin LIKE & COMENT, dunia khayal author gak akan kiamat.. ^^~

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s