You’re My Love / 3 of ?

Annyeong author kembali dengan FF nya yang abal-abal ^^ sebelumnya author minta maaf ya rencananya author mau buat nih FF jadi 2shoot atau sekalian oneshoot tapi karna sang cast ‘Choi Soo In’ atau Nurul Hasanah minta yang begini dan begitu jadi author rombak abis jalan ceritanya ^^

Oke dari pada banyak omong lebih baik langsung aja ya ke FF nya J

Preview~

 

“hmm—bisakah lain kali kita bertemu lagi?” tanya Jonghyun sedikit ragu. Sebenarnya Jonghyun takut bila setelah ini ia akan mendapat penolakan dari Soo In. ya sekarang saja wajah Soo In tampak bingung. Cepat-cepat Jonghyun segera membenarkan kata-katanya. “hmm kalau kau keberatan, tidak usah. Kalau begitu cepat masuk ne nanti lama-lama di luar kau bisa sakit”

 

“hmm-ne Jjong. Kapan-kapan kita bisa bertemu lagi. Tentu!” ucap Soo In sambil tersenyum yang membuat Jonghyun ikut mengembangkan senyuman manisnya 

 

============================================================================

“baiklah kalau begitu aku pulang ne” ucap Jjong sedikit kikuk

“ne josimae Jjong sekali lagi gamsahamnida untuk hari ini” ucap Soo In kali ini tulus

Setelah berpamitan pada Soo In, Jonghyun pun segera kembali masuk ke dalam mobilnya. Ia memacu mobil Audi AS hitam miliknya dengan kelqajuan cepat yang membuat mobil itu hilang di tengah jalan yang memang sudah sedikit sepi

Ketika Soo In ingin masuk tanpa sengaja ia melihat kearah kamar Siwon yang memang terletak di lantai dua bagian depan. Kamar itu terlihat gelap. Huh~ apakah namja itu belum pulang sampai sekarang? Aisss!! Masa bodoh untuk apa aku memikirkan namja itu, bukankah tanpa ada dia malah bagus batin Soo In

Soo In pun segera masuk kedalam rumahnya. Hmm angin malam juga sudah terlalu membuat tubuhnya dingin. Sudah larut malam—

.

.

.

.

.

“hei yeoja pabo! Menyingkir dari situ, mobil ku mau lewat!” ujar Siwon pada Soo In saat mereka akan mau masuk ke dalam gerbang sekolah. Namun, kali ini Soo In tidak menanggapi ucapan Siwon seperti biasa dengan umpatan juga. Tapi kali ini dia memilih untuk diam saja. Malas!

Soo In pun segera menyingkir dan meletakan sepedanya di tempat biasa. Kali ini mereka tidak terlambat, masih ada sisa waktu kira-kira 15 menit lagi.

“hei yeoja pabo! Hari ini apakah kita ada pr?” tanya Siwon yang sambil mengikuti Soo In dari belakang

“aku tidak tahu” ucap Soo In tanpa menoleh ke arah Siwon

“kalau nanti ada, aku lihat punya mu ya? Semalam aku—“ belum selesai Siwon mengucapkan kata-katanya Soo In sudah memotong kata-katanya cepat

“pergi dengan Yoona kebusan? Aku sudah tahu! Tidak perlu kau jelaskan lagi” Soo In semakin mempercepat langkahnya setelah mengucap kan kata-kata yang menurut Siwon cukup errr—menyebalkan

Siwon pun menautkan kedua alisnya—bingung! Ada apa dengan yeoja *(gadis) itu? Apakah kata-katanya keterlaluan tadi? Ah tapi tidak mungkin!

“Soo In—ssi?” tanya Eun Yoo—teman sekelas sekaligus teman sebangku Soo In saat Soo In menuju meja tempat duduknya

“hmm ada apa ?” Soo In kali ini sepertinya mood nya benar-benar rusak

“kau kemarin jadi menonton pertandingan taekwondo?”

“tentu saja!” jawab Soo In

“jadi bersama Siwon?” tanya Eun Yoo lagi, kali ini Soo In tidak menjawabnya. Sebenarnya ia malas menjawab pertanyaaan itu. Namun, ketika melihat Siwon masuk ke dalam kelas. Rasa kesalnya itu kembali lagi datang

“aniya! Aku pergi bersama orang lain” ucap Soo In kali ii sambil tersenyum. Ya walaupun senyuman itu terlihat seperti senyuman yang errr—dipaksakan

“jadi kau pergi dengan siapa?”

“aku pergi dengan Jonghyun. Ya nama nya Kim Jonghyun”

“si-siapa? Kim Jonghyun? Hei! Itu sepertinya sepupuku” ucap Eun Yoo yang membuat mata Soo In sedikit membulat

“H-hei namja *(pria) di korea ini bukan hanya nama sepupu saja yang Jonghyun” ujar Soo In

“ne tapi apakah rambut bagian poninya berwarna sedikit pirang?”

“hmm kalau tidak salah pirang” ujar Soo In sambil sesekali melihat kea rah Siwon yang sekarang menuju kursi yang ada di seberang Soo In. kali ini konsentrasinya benar-benar pecah!

“wah itu berarti sepupuku” ucap Eun Yoo yang membuat Soo In sedikit tersentak dan kembali memusatkan perhatiannya pada Eun Yoo. “hei kau kenapa? Kau melamun?” tanya Eun Yoo lagi

“tidak, oh jadi itu sepupumu. Jika kau bertemu dengannya ucapkan rasa terima kasih ku ne. karna dia aku jadi tidak menonton sendiri”

“hmm baiklah” ujar  Eun Yoo. Lalu pembicaraan mereka terhenti karna Kim ssaem *(guru) datang. Dan mereka pun mulai belajar. Namun tanpa mereka sadari dari tadi ada seseorang yang diam-diam mendengarkan ucapan mereka berdua—

.

.

.

.

.

Author POVend~

Siwon POV~

Huh~ dasar wanita! Selalu saja senang bila mendapatkan pria baru. Hahah aku baru tahu jika ada yang mau menemani Soo In pergi menonton taekwondo selain aku. Hei aku bilang apa? Aku? Menonton taekwondo?

.

.

Selama pelajaran tadi aku tak bisa berkonsentrasi penuh pada apa yang di bicarakan oleh semua guru. Aku masih mengingat-ingat apa kesalahan ku yang membuat Soo In begitu marah padaku. Dan Ah! Pertandingan taekwondo. Aku pun segera melihat calendar yang ada di layar ponselku. Hari ini tanggal 3 berarti kemarin tanggal 2 dan Aigo~ aku janji dengan Soo In akan menonton pertandingan taekwondo bersama. Hah! Pantas saja dia begitu marah padaku. Ya tuhan betapa bodohnya kau Choi Siwon. Ah bodoh? Anhi aku pintar! Aku hanya sedikit lupa saja dengan janji ku. Hehe

Ah iya di mana Soo In, apakah dia ada di kantin? Ah lebih baik aku segera meminta maaf padanya, kalau tidak aku tidak bisa menyontek jika ada pr. Haha

.

.

Saat di kantin aku mengedarkan pandangan ku ke seluruh penjurukantin yang enuh dengan murid-murid yang sibuk menyantap santap siang mereka. Aissh! Tapi dimana yeoja itu! Kenapa tak ada?

Tanpa sengaja aku melihat Eun Yoo yang sedang makan berdua Jin Nie tanpa Soo In. aku pun segera menghampiri mereka

“Eun Yoo-ssi apakah kau melihat Soo In?” tanya ku begitu ia sampai di meja kantin tempat Eun Yoo berada

“hmm tadi Soo In bilang ia ingin ke perpustakaan” ujar Eun Yoo sambil sesekali mengaduk aduk jus alpukat miliknya

“hmm kalau begitu terimakasih Soo In” aku segera pergi dari sana dan segara mencari Soo In di perpustakaan

“hmm apakah mereka berdua sedang terlibat masalah?” tanya Jinnie yang menampakkan wajah polosnya

 

“sepertinya begitu” ucap Eun Yoo sambil tersenyum getir

 

.

.

.

.

.

Aku pun segera masuk kedalam perpustakaan dan mencari Soo In. dan ketika aku mencari cari. Tanpa sengaja aku melihat seluet tubuh yeoja yang sedang ku cari saat ini. Tanpa menunggu apapun aku pun langsung menghampirinya. Sepertinya ia tampak serius sekarang. Ya lihat saja, saat sekarang aku duduk di depannya saja ia tak menyadarinya.

Hei kalian tahu? Sebenarnya Soo In tidak bodoh seperti yang sering ku ucapkan padanya. Ia hanya terkadang begitu polosnya dan itu kadang membuatku kesal.

“Choi Soo In! ternyata kau di sini!” ujar ku yang sukses mengagetkannya seketika. Benar kan ia sedang serius membaca buku

“k-kau?”

“aku ingin bicara padamu, bisa kau keluar sebentar?” tanya ku cukup serius kali ini

“hhh~ aku sedang malas berbicara dengan mu! Lain kali saja” ucapnya yang tak bergeming dari buku kimia yang ia baca.

Haissh! Yeoja ini begitu marah kah?

“aku ingin minta maaf padamu”

“maaf untuk apa?” ia kini menatapku dengan tatapan seolah olah aku ini adalah maniac

Oke oke aku memang salah dalam hal ini. Aku yang berjanji padanya akan menemaninya pergi menonton. Tapi aku juga kan manusia aku juga bisa lupa. Aku bukan tuhan! Dengar bukan tuhan! Haiss astaga Yeoja ini benar-benar!

“Soo In aku tahu kau marah padaku karna aku tak menpati janjiku padamu, tapi aku minta maaf atas itu. Aku lupa Soo In” ujar ku sambil mencoba meyakinkannya

“lupa kau bilang?” Soo In meletakkan bukunya lalu ingin beranjak pergi. Dengan sigap ku pegang bahunya dan aku dudukan ia kembali

“aiish! Kau ini aku ingin pergi” desisnya geram

“aku sedang berbicara padamu! Jadi bisakah kau dengarkan!” bentak ku. Iia pun terdiam menatap mata ku tajam

“aku minta maaf padamu, aku memang salah. Tapi aku janji akan aku ganti hari kemarin dengan hari yang lain jika kau mau” ujar ku sedikit melembut

“urusi saja YEOJACHINGUMU itu!!”. Soo In mengatakan itu penuh penekanan. Apakah dia tahu kalau aku jadian dengan Yoona?

“kau urusi saja Yoona! kau tak perlu repot-repot meminta maaf padaku. Tanpamu aku juga bisa menonton sendiri! Aku bukan yeoja manja yang harus mengandalkan seseorang sepertimu! Lebih baik kau menyingkir!” sembur Soo In

“Soo In!” aku mencoba meneriakan namanya. Namun seketika aku menyadari bahwa semua orang yang ada di perpustakaan itu menatap ku dengan tatapan ingin membunuh

“h-hei jika kau ingin bertengkar lebih baik jangan disini” tegur penjaga perpustakaan pada ku. Aku pun segera keluar menuju kelas ku. Haiis! Awas kau Choi Soo In jika kau tak mau berdamai baiklah lihat saja nanti apa yang akan ku lakukan padamu

Siwon Povend~

Soo In Pov~

“kau urusi saja Yoona! kau tak perlu repot-repot meminta maaf padaku. Tanpamu aku juga bisa menonton sendiri! Aku bukan yeoja manja yang harus mengandalkan seseorang sepertimu! Lebih baik kau menyingkir!” sembur ku. Sungguh aku sangat emosi saat ini

“Soo In!” samar-samar aku dapat mendengarkan ia meneriakkan namaku. Tapi masa bodoh aku tak perduli dengannya

@waktu di skip>>>

Akhirnya lonceng pun bebunyi. Hah! Sungguh hari ini mood ku benar-benar rusak karna orang itu!

“Soo In aku pulang duluan ya” ujar Eun Yoo ketika ia ada di ambang pintu

“oke” ucapku sambil tersenyum

hah lebih baik aku juga segera pulang. Aku ingin segera tidur. Rasanya hari ini begitu melelahkan kan mengesalkan.

Aku pun segera beranjak ke tempat sepeda ku berada. Ah itu dia sepeda ku! Tapi, hei! Siapa yang berani-beraninya mengempeskan ban sepedaku hah? Apakah orang itu mau cari mati ?

aku pun segera menuju pos satpam yang tak jauh dari sana.

“Lee ahjussi, aku ingin bertanya” ucap ku sedikit gusar. Kali ini emosi ku benar-benar naik

“hmm ada apa nona?”

“siapa yang mengempeskan ban sepedaku? Tanya ku menyelidik. Sebenarnya aku sudah tau siapa yang melakukan ini tapi aku tak mau berburuk sangka terlebih dahulu

“oh itu tadi kalau tak salah—“ belum sempat Lee ahjussi meneruskan kata-katanya tiba-tiba seseorang memanggilku. Sontak aku membulatkan mataku sempurna.

“Jjong?”

Kini ia tersenyum padaku, sedetik kemudian matanya tertuju pada ban sepedaku yang kempes

“kenapa dengan sepedamu?” tanya Jjong khawatir

“hmm tidak apa hanya sedikit masalah kecil” ujar ku

“kalau begitu, kau pulang saja dengan ku. Nanti kita ke bengkel untuk memompakan sepedamu, bagaimana?” tawar Jonghyun padaku

“hmm—“ ujar ku menimbang-nimbang kata-kata Jonghyun. “baiklah” ujar ku sambil menganggukan kepalaku

“sini biar ku masukkan sepedamu”

Kini Jonghyun melipat sepedaku dan memasukan nya ke dalam bagasi mobilnya. Hmm namja ini baik sekali.

“kajja” ajaknya. Kali ini aku sedikit terenyuh dengan perlakuan Jonghyun. Kalian tahu ia membukakan pintu mobil untukku hehe bukankah itu sangat romantis?

“hmm terimakasih Jjong” ucap ku sedikit canggung. Aku pun segera memasuki mobil Audi AS  hitam miliknya. Saat masuk mobilnya aroma mobilnya tetap sama wangi parfume vanilla mint. Hmm membuat mood ku setidaknya membaik

“Jjong?”

“ya” ucapnya tanpa mengalihkan pandangannya dari jalan raya yang kami lewati

“bagaimana kau bisa tau aku sekolah di sana?” tanya ku penasaran

“aku tau karena—“

TBC

Gimana ? bosan ? ahh pasti ya ??

Oke author Cuma ingin bilang ini FF asli author buat sendiri author gak pernah copas FF siapapun ! jadi tolong hargai berilah RCL ^^

Oh! Author gak maksa kok tenang aja

 

Buat Soo In a.k.a @Nurul Hasanah : semoga suka ya ^^

Gue ngetik dalam jangka waktu 3 jam. Hanya demi kamu seorang 3jiah bahasanya

 

oke itu aja sampai ketemu di NEXT CHAPT

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s