You’re My Love / 2 Of ?

Preview~

 

 

“hmm—ne tentu saja” ucap Siwon. Yang membuat aku langsung terperangah. Tanpa sadar aku menjatuh kan genggaman ku pada 2 kantong sampah besar yang aku pegang sendari tadi

 

“baiklah kalau begitu kita sudah resmi sekarang” ucap Yoona. Lalu Yoona mendekatkan tubuhnya dengan tubuh Siwon. Dan…

 

Cup~

 

Hampir saja aku memekik kalau tidak segera menutup mulutku dengan tangan ku sendiri. Astaga apa yang terjadi dengan ku ?

 

.

.

.

.

.

Saat ini aku segera pulang kerumah. Rasanya badan ku benar-benar terasa sakit dan pegal. Huh~ membersihkan wc itu ternyata bukan perkara yang mudah. Lain kali aku tak akan terlambat lagi

 

Oh iya hari ini aku punya janji dengan Siwon. Lebih baik aku segera kerumahnya saja.

 

Ting tong

 

Aku memencet bel rumahnya beberapa kali. Hingga seorang wanita paruh baya yang sangat ku kenal bahwa itu amma nya Siwon. Keluar membukakan pintu untukku

Ia tersenyum lembut padaku

 

“ahjumma apa kah ada Siwon?” tanya ku

 

“ne—ne Siwon? Oh iya baru saja pergi Soo In-ssi” ucap Choi ahjumma. Aku mengerutkan alisku—bingung. Pergi? Dengan siapa? Bukan kah ia memunyai janji dengan ku ? bukankah ia akan ikut menonton pertandingan taekwondo bersama ku? Lalu pergi dengan siapa dia. Apa mungkin Yoona ?

 

“ia bilang ia akan menemani Yoona pergi ke busan” ucap Choi ahjumma lagi. Bingo! Tebakan ku benar! Mentang-mentang yeojachingu baru ia seenaknya saja membatalkan perjanjian denganku! Hhh~

 

“baiklah ahjumma. Aku pergi sendiri saja. Annyeong” ucapku membungkukan tubuh sebentar lalu pergi meninggalkan Choi ahjumma yang masih menatap ku bingung

awas kau Choi Siwon!! Kalau kau tak bisa menepati janjimu kenapa kau harus berjanji padaku ??? kau sungguh-sungguh menyebalkan!! Aku terus saja meruntuk selama perjalanan menuju tempat pertandingan.

 

Hhh~ aku punya 2 tiket, kalau tak di gunakan 1 nya sayang sekali ya. Hhh jadi harus aku apa kan ? ah yasudah aku buang saja!

 

Ketika aku ingin membuang tiket itu tiba-tiba seseorang memegang bahuku halus. Dengan sigap aku pun langsung mengambil kuda-kuda andalan ku—siap ingin menyerang

 

“mi—mian nonna aku tak ada niat jahat padamu” ucap namja yang ada di hadapan ku. Dapat ku lihat sekarang bahwa di wajahnya tersirat ketakutan yang amat sangat. Aku pun segera membenarkan kakiku lagi.

 

“hmm—mian aku juga minta maaf, ku fikir kau orang jahat” ucapku sedikit kikuk dengan reaksiku yang sedikit berlebihan

 

“ah jonneun Kim Jonghyun imnida” ucapnya sambil memberikan ku bow singkat. “tadi kebetulan aku melihat mu ingin membuang tiket masuk ke pertandingan ini ne?” tanya nya padaku

 

“ne kau benar” jawab ku singkat

 

“begini, aku ingin menonton pertandingan ini. Karna adikku akan ada di pertandingan ini, dan aku kehabisan tiket. Jadi—“

Ia menggantungkan kata-katanya. Sepertinya ia tampak ragu mengucapkan kata-kata selanjutnya

 

“jadi apa?” tanyaku sedikit mendesaknya

 

“ja-jadi bisa kah kau memberikan tiket itu padaku saja. Aku akan membayarnya penuh kalau perlu 2x lipat dari harganya” ucapnya sedikit memohon. Sepertinya ia sangat berharap sekali dengan tiket ini. Aku pun menimbang-nimbang kembali sesekali mencuri pandang ke wajah namja yang baru ku kenal ini.

 

“hmm—baiklah ini” ucapku pada akhirnya sambil memberikan tiket itu pada Jonghyun

 

“ahh gamsahamnida” ia tersenyum. Memamerkan serentetan gigi putihnya padaku. “oh dan dan ini uangnya” ia menyodorkan beberapa lembar uang padaku

 

Aku pun tersenyum lalu mengembalikan uang itu padanya “tidak usah kau ambil saja. Lagi pula itu tiket rencana nya akan ku berikan pada teman ku tapi ia tak datang. Jadi dari pada aku buang lebih baik aku berikan saja padamu” ujar ku panjang lebar

 

“nde? Kau serius?”

 

“ne”

 

“bagaimana kalau kita nonton berdua, kebetulan aku sendiri?” tawarnya padaku

 

Aku pun menautkan alisku bingung. Namun, sedetik kemudian ku anggukan kepala ku. Ya hitung-hitung dari pada aku sendiri. Hehe

 

Soo In POVend~

 

Siwon POV~

 

Hari ini untuk pertama kalinya aku pergi bersama Yoona pergi keluar kota. Hhh hari ini dia tampil cantik—semakin hari Yoona semakin cantik saja. Tak akan menyesal aku menjadi namja chingunya

 

“Wonnie kenapa kau malah menatap ku terus? Lihat jalannya Wonnie” ujar Yoona yang membuyarkan semua lamunank. Dan aigo! Aku lupa sekarang aku sedang menyetir mobil. Aku menepuk dahiku pelan.

 

“haha” Yoona terkekeh melihat tingkahku. Aku pun menjadi salah tingkah di buatnya. Ahh yeoja ini sungguh membuatku mati lemas karenanya. Dasar yeoja memang racun dunia *eleh mas Siwon ngomong apa toh?

 

Aku pun kembali memusatkan perhatian ku pada jalan yang kami lalui ini. Aku tak ingin nantinya kami mengalami sesuatu, huwee aku masih muda, tampan dan juga belum menikah *alah narsis amat atuh Mas Kuda :D* suasana hening pun kembali tercipta. Aku masih focus dengan setir yang ku pegang sedangkan Yoona menatap pemandangan yang ada di luar mobil dari dalam kaca mobil

 

.

.

.

.

.

 

Setelah menempuh perjalanan 2 jam, akhirnya kami sampai juga. Di sebuah rumah sederhana yang cukup asri—menurutku

Tiba-tiba ponselku berdering. Telpon dari amma. Ada apa?

 

Aku pun segera menyuruh Yoona untuk duluan saja. Karna, aku akan mengangkat telpon dari amma terlubih dahulu. Setelah Yoona masuk aku pun segera mengangkat telpon dari amma

 

“yeobasseo amma?” jawab ku saat aku dapat mendengar suara amma dari seberang telpon

 

ah Siwon-ya! Kau dimana?” ujar amma sepertinya tedengar gusar

 

“aku kan sudah bilang amma aku ada di busan bersama Yoona, waeyo?” tanya ku penasaran. Sebenarnya apa yang terjadi?

 

kau memiliki janji dengan seseorang hari ini?” tanya amma lagi

 

“anhi aku hanya memiliki janji dengan—“ belum sempat aku melanjutkan kata-kataku tiba-tiba Yoona memanggil ku

“amma nanti kita lanjutkan lagi, oke saranghae”

 

‘PIP’

 

Aku mematikan ponselku, lalu segera menghampiri Yoona yang berdiri di ambang pintu. Aku tersenyum manis padanya

 

“nuguya?” tanyanya sambil sedikit mempaoutkan bibirnya—lucu

 

“hanya seorang yeoja” jawabku santai. Aku tahu sekarang ia sedang cemburu padaku. Hihi akan ku kerjai dia

 

“yak! Katakan siapa?”

 

“hahah itu amma ku” ujarku sambil terkekeh

 

“huuft kau mengerjaiku ne?” Yoona memukul bahuku pelan. Aku pun mengelus puncak kepalanya pelan

 

“kajja masuk, temanku sudah menunggu” ajak Yoona sambil mengamit lengan ku manja

 

Siwon POVend~

 

Author POV~

 

Akhirnya selesai juga setelah satu jam Soo In dan Jonghyun menonton pertandingan taekwondo itu. Dan sepertinya Jonghyun serta Soo In cepat sekali akrab. Itu dapat terlihat jelas, ya! Nyatanya sekarang mereka tampak sedang bersenda gurau dengan seorang namja kecil yang ikut duduk di samping Jonghyun

 

“nunna, apakah nunna juga pintar taekwondo?” tanya namja kecil itu—Jong Ae

 

“hmm, tidak begitu.. hheheh” ucap Soo In sambil sesekali menyeruput jus jeruk yang ia pesan

 

“yah aku pikir nunna bisa” keluh Jong Ae. Wajahnya menampakan rasa kekecewaan yang begitu besar #alay!

 

“kau tahu Jong Ae, Soo In nunna ini sedang bergurau” bisik Jonghyun yang masih dapat di dengar oleh Soo In

 

“nde? Maksud hyung apa?” tanya Jong Ae sambil mengerjap-ngerjarpkan matanya polos. Sepertinya ia tampak bingung. Tapi hei! Itu sangat lucu

 

“nde maksud hyung, Soo In nunna ini sangat berbakat dalam taekwondo. Ia peraih juara pertama pada pertandingan taekwondo musim panas tahun lalu” ujar Jonghyun sambil sesekali melirik Soo In yang tampak nya agak mulaai salah tingkah di buatnya

 

“jinjjayo hyung” pekik Jong Ae cepat

 

“nunna kenapa nunna berbohong pada ku ? huu” Jong Ae menggembungkan pipinya dan mengerucutkan bibirnya—imut

 

“hehe mian nunna hanya tak ingin sombong saja” ucap Soo In smbil mencubit pipi Jong Ae yang sedikit errr—berisi heheh

 

“nunna kapan-kapan ajarkan aku ne?” pinta Jong Ae

 

“ne jika nunna ada waktu nunna akan ajarkan”

 

“janji?” Jong Ae mengacungkan kelingking nya yang kecil di hadapan wajah Soo In

 

“janji” Soo In mengamit jari kelingking kecil Jong Ae. Yang membuat mereka bertiga tertawa bersama—sungguh kekanak-kanakan

 

.

.

.

.

.

 

“Siwon-ssi ini Taecyeon, dan Taecyeon ini Siwon” ucap Yoona sambil menunjuk due orang namja berpostur tegap yang saling beradu pandang—tak suka

 

“annyeong” ucap Taecyeon sambil mengulurkan tangannya pada Siwon. Namun, bukannya menyambut tangan Taecyeon Siwon malah mengabaikannya

 

“Choi Siwon, namjachingu Yoona!” ucap Siwon dengan nada penuh penekanan,. Sepertin ya Siwon sangat tidak suka dengan kehadiran Taecyeon pada saat ini

 

Taecyeon pun mengeluarkan evil smirknya. Ntah apa yang sebenarnya Taecyeon sembunyikan dari Siwon

 

Tak lama ponsel Siwon bordering memecahkan keheningan. Siwon merogoh kantung jaketnya dan melihat bahwa yang memanggil adalah ammanya. Dengan Segera Siwon menyingkir dari sana

 

“Yeobasseo” jawab Siwon

 

“…”

“tapi amma ini sudah malam”

 

“…”

 

“baiklah baiklah aku akan segera pulang”

 

‘pip’

 

. . .

 

Saat Siwon pergi ternyata Yoona dan Taecyeon mengambil celah untuk berbicara berdua. Sepertinya serius sekali.

 

“sampai kapan kau terus begini?” tanya Taecyeon sambil menyenderkan bahunya di sova merah yang ada di ruangan itu

 

“bukankah seperti dalam perjanjian kta?” Yoona menatap Taecyon sebentar dan sedetik kemudian matanya kembali tertuju pada stupa-stupa gajah Thailand yang ada di atas meja kecil di sampingnya

 

“cepat selesaikan!” ucap Taecyeon dingin. Yonna ingin menjawab, namun ucapannya tertahan karena Siwon tiba-tiba datang

 

“aku harus pulang, amma bilang aku harus sekolah” ucap Siwon pada Yoona dan sama sekali Siwon tak melihat Taecyeon

 

“tapi mian aku tak bisa pulang bersama mu, aku harus mengurus sesuatu dulu ne” ucap Yoona menjelaskan

 

“baiklah kalau begitu aku pulang. Jaga dirimu baik-baik” Siwon mencium bibir Yoona singkat lalu menangkup kan pipi tirus Yoona dan mengusapnya pelan lalu berkata “jangan sampai namja itu melakukan sesuatu yang buruk padamu”

 

“nde arraso” ucap Yoona lalu menjauhkanwajahnya dari Siwon. Siwon pun melakukan hal yang sama. Dan segera pergi sebelum akhirnya ia pulang terlalu malam

 

.

.

.

.

.

 

Saat ini Audi AS hitam milik Jonghyun berhenti di depan ruamah Soo In. ya Jonghyun mengantarkan Soo In pulang kerumah, padahal Soo In sudah mati-matian berusaha menolaknya. Namun, Jonghyun tetap memaksa

 

“gomawo Jonghyun-ssi, kau telah mengantarkan ku pulang” ucap Soo In saat ia mau turu dari mobil Jonghyun

 

“ne cheonma—“ ucap Jonghyun sambil tersenyum. “sekarang kau masuklah angin malam tidak terlalu bagus untuk kesehatan” ujar Jonghyun lagi

 

“ne annyeong” ucap Soo In. ia kini berjalan masuk kerumahnya

Namun ketika beberapa langkah. Jonghyun kembali memanggil Soo In dan membuat Soo In menoleh

 

“waeyo Jjong?” tanya Soo In saat melihat kini Jonghyun berjalan ke arahnya

 

“hmm—bisakah lain kali kita bertemu lagi?” tanya Jonghyun sedikit ragu. Sebenarnya Jonghyun takut bila setelah ini ia akan mendapat penolakan dari Soo In. ya sekarang saja wajah Soo In tampak bingung. Cepat-cepat Jonghyun segera membenarkan kata-katanya. “hmm kalau kau keberatan, tidak usah. Kalau egitu cepat masuk ne nanti lama-lama di luar kau bisa sakit”

 

“hmm-ne Jjong. Kapan-kapan kita bisa bertemu lagi. Tentu!” ucap Soo In sambil tersenyum yang membuat Jonghyun ikut mengembangkan senyuman manisnya

 

 

 

 

 

 

 

TBC  

 

 

 

 

 

Gimana readers ceritanya membosankan? Tentu!

Hehe mianhaeyo jika ceritanya jelek dan banyak typo(ss)

Author minta RCL nya ya gak maksa kok ^^ yang kena  tag tapi gak suka bisa d hapus atau bisa comment langsung deh di sini

 

oke khusus buat @Nurul Hasanah : ini udah gue ketik nih sesuai janji gue kan malem minggu atau sabtu gue bakalan publis JANGAN PROTES !!😀

 

SEE YOU NEXT PART ^^

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s