FF/I FIND YOU MY SOUL/1SHOOT/PART A

Annyeong ^^

Author datang lagi nih dengan bawa ff baru

Tentunya FF couple ya. LUNEW ^^
setelah kemarin dengan FF SUNSUN couple hehe

Disclaimer : cerita author, ide author , semua cast milik dirinya sendiri dan milik tuhan saya hanya sekedar meminjam saja hoho~

 

Mohon yang gak suka dengan FF author jangan membash di note ini! Kalau kalian ingin membash author silahkan kirim PM ke FB author!! Biasakan lah untuk menghargai karya orang lain ne??

oke kalau begitu langsung di baca…

Happy Reading Everyone…^^

————————LuNew—————————-

 

 

Title            : I Find You, My Soul

Autor         : Okthe Dwi Sartika

Cast            : Luna F(x)

Onew Shinee

Rated          : T

Genre          : Romance failed!!

Legth          : OneShoot (1st)/ part A

———————–Lunew—————————–

“kali ini kisah cinta mu akan segera berakhir” ucap seorang gadis pada seorang yang sedang berada di hadapannya. Gadis berambut almond ini adalah murid Senior High School Chungnam. Luna. Begitu lah orang-orang terdekat memanggil  gadis yang terbilang mungil ini. Ya bagaimana tidak ia sudah kelas 2 namun ia hanya memiliki tinggi badan 160 saja?

“benarkah Luna? Apa ramalan mu ini dapat di percaya?”

Ya Luna merupakan orang memiliki indra ke 6, ia bisa meramal dan juga bisa melihat makhluk-makhluk gaib yang ada di dunia ini. Jadi tak jarang jika teman-temannya meminta bantuan Luna untuk meramal kan nasib juga percintaan mereka pada Luna seperti sekarang ini.

Luna menautkan alisnya, lalu sedetik kemudian ia tersenyum tipis. “Kita lihat saja nanti”

Sebelum pergi sang pasien langsung meninggalkan beberapa lembar uang sebagai tanda terima kasih pada Luna. Sebenarnya Luna tak pernah meminta bayaran. Namun, teman-temannya sendirilah yang mempunyai inisiatif. Lagi pula uang-uang itu bisa Luna kumpulkan untuk membeli sesuatu bukan?

“huh…” luna menghembus kan nafasnya. Ia melirik uang yang ada di dalam saku nya dan segera menghitungnya

“seribu won, lima ribu won, sepuluh ribu won” ucap nya setelah selesai menghitung lembar terakhir uang itu

“dapat banyak hari ini?” tanya Sulli yang tiba-tiba sudah berada di sampingnya sambil tersenyum manis.

Luna hanya mengangguk kecil, ia juga tersenyum manis pada sahabatnya itu. walaupun Luna dan Sulli berbeda beberapa tahun persahabatan mereka terus saja berjalan.

.

.

“Sulli, apakah hari ini kau akan menjenguk eomma mu lagi?”  Tanya Luna saat mereka sudah selesai membereskan perlengkapan Luna tadi

Sulli mengangguk pelan. Ia menundukkan wajahnya masam. Melihat itu Luna menyadari pasti Sulli mempunyai masalah baru.

“ada apa ?” Sulli menatap Luna dengan mata yang berkaca-kaca. Ia memeluk Luna erat dan menangis meluapkan semua emosinya. Sementara Luna hanya mengusap punggung Sulli berharap sahabat nya itu dapat tenang

Setelah merasa bahu Suli tidak berguncang lagi, Luna memutuskan untuk menanyakan kenapa Sulli sampai sedih begitu.

“ada apa? Apakah Minho berulah lagi?”

Sulli mengangguk, “ne dia mengambil semua uang tabungan ku eonni, padahal uang itu untuk menebus obat eomma” bibir Sulli kembali bergetar kecil menahan tangis

Luna mengeluarkan semua uang yang ia dapat hari ini dari sakunya. Kemudian meletakkan uang itu di tangan Sulli

“pakai saja uang ini”

Sulli membulatkan matanya. Lalu mengembalikan uang itu pada Luna. Ia tak bisa terlalu banyak menerima bantuan Luna. Lagi pula ini hasil kerja keras Luna hari ini.

Sulli menggeleng pelan,”aku tidak bisa terus-terusan menerima bantuan mu eonni”

Luna tersenyum manis pada Sulli. “tenang saja kau tak perlu mengembalikan uang ku ini. Ini untukmu. Jika besok aku dapat uang lagi akan ku berikan untukmu”

Sulli yang mendengar kata-kata Luna itu kembali menangis. Ia sangat bersyukur pada Tuhan karena ia telah mengirimkan seorang malaikat penolong padanya. Dalam hati ia berjanji tak akan pernah melupakan kebaikan hati Luna ini

.

Akhirnya aku sampai juga. Rasanya lelah sekali hari ini.

“eomma, aku pulang” ucap ku saat aku memasuki rumah.

Aku mengedarkan pandangan ku mencari eomma yang tak menjawab salam ku tadi. Dan huh ternyata eomma sedang berbicara dengan seseorang di telpon. Lebih baik aku ke kamar saja, lalu tidur. Hari ini benar-benar menguras tenaga ku

Setelah berganti pakaian, akupun segera merebahkan tubuh ku di atas kasur ku yang bernuansa baby blue ini. Hmm nyaman.

Perlahan rasa kantuk ku mulai menguasai. Dan perlahan mata ku mulai terpejam. Namun, tiba-tiba aku mendengar seseorang seperti jatuh lalu tak lama terdengar juga seseorang memekik keras

“aigo..aigo”

Aku pun langsung membuka mataku dan melihat sosok seorang pria yang meringis kesakitan memegang bokongnya

“hei kau siapa?” ujarku. Aku menatap sosok pria itu dengan tatapan menyelidik

Pria itu menoleh kearah ku dan ia sedikit terkejut ketika melihat ku. Itu tampak jelas dari raut wajahnya sekarang

“k-kau bisa melihat ku?” tanya pria itu memastikan. Ia berdiri dari tempatnya terjatuh tadi. Konyol.

“ya tentu saja. kalau aku tak melihat mu tentu tidur ku tidak akan terusik karena ulah mu!” jawabku kesal. Pria ini telah mengganggu tidur ku

“t-tapi kau tahu aku ini seorang roh?”

“lalu?”

“seharusnya kau tak bisa melihatku kan? Aku ini roh loh ROH?”

Aku sedikit tersenyum karena melihat tingkah konyolnya yang coba meyakinkan ku bahwa ia seorang roh. Ia tidak tahu saja kalau aku punya indera ke 6.

“dasar hantu bodoh” desis ku pelan. Namun sepertinya ia mendengarku. Buktinya sekarang ia menatap ku dengan tatapan tak suka

“h-hei jangan panggil aku hantu, aku bukan hantu. Aku ini roh! Dan aku belum mati” raut wajahnya menampakkan wajah kesal

“terserah mau roh mau hantu. Sekarang kau silahkan pergi dari sini. Aku ingin tidur” ucapku seraya menatap nya tajam. Namun ia malah tersenyum. Membuat matanya yang sipit itu terlihat seperti bulan sabit

“mengapa kau tersenyum?” ucap ku sakartis

“kau mau menolongku tidak?” ucapnya masih dengan senyuman nya yang khas. Dan mata bulan sabitnya.

.

“kau mau menolongku tidak?” ucap ku padanya. Aku sedekit memasang puppy eyes andalan ku hoho~

“tidak!” ku lihat ia kembali ke tempat tidurnya. Menarik selimut dan memejam kan matanya. Tampak tak perduli.

Heh dasar manusia tengil! Kalau aku tak tersesat aku tentu tak meminta bantuan mu

“hei Agassi! Dengar kan aku. Aku tersesat. Aku tak bisa pulang ke jasad ku. Tuhan bilang aku harus menemukan seseorang yang bisa membawa ku kembali pulang. Aku fikir kau orangnya”

“…”

“aku akan segera bertunangan. Orang tua dan keluarga ku serta tunangan ku pasti akan merasa sedih”

Ia masih tidak merespon! Astaga hancur sudah harga diriku. Onew pria tampan yang selalu di kerjar-kejar gadis sekarang harus memohon pada gadis yang sama sekali tak menarik.

“…”

Ide jahil ku pun muncul. Aku memandang wajah nya dekat sekali. Bisa ku rasa kan juga deru nafas gadis ini. Aku tersenyum. Aku yakin ini pasti berhasil

“kalau kau tak mau membantuku, aku akan menciummu” ucap ku. Beberapa saat memang ia tak merespon. Namun sedikit-sedikit matanya yang terpejam membuka perlahan dan

‘deg’

Saat ini kami berdua sedang beradu pandang. Ia mengerjap-ngerjapkan mata nya imut. Astaga Onew apa yang kau fikirkan.

1 detik

2 detik

5 detik

“huwaaaaaaaa”

Gadis itu memekik keras di hadapan ku. Membuat ku terkejut dan terjungkal ke belakang.

“h-hei kau mau apa hantu mesum!” ia menarik selimut nya menyelimuti seluruh tubuhnya yang sekarang dalam posisi terduduk

“apa kau bilang? M-mesum? Hei aku tak mesum!” bela ku tak terima. Apa-apaan dia seenaknya bilang aku mesum!

“Agassi ku mohon bantu aku” aku berlutut di hadapannya. Sungguh dia lah penolongku satu-satunya. Waktu ku tidak banyak lagi. Kalau aku tidak kembali ke jasad ku. Aku akan mati

“kalau aku tidak kembali ke jasad ku. Aku akan segera mati Agassi”

Gadis itu menatap ku dalam lalu dapat kulihat ia menganggukan kepalanya walaupun samar. Aku dapat melihat itu.

“terima kasih Agassi” aku tersenyum senang. Akhirnya gadis ini mau juga membantuku

.

.

Setelah Onew menjelas kan maksud nya pada Luna, ia memutuskan untuk membiarkan Luna melanjutkan tidurnya. Namun, sepertinya Luna sudah tidak bisa karena ia terus memikirkan bagaimana cara untuk mengembalikan Onew.

Baru kali ini Luna mendapatkan seorang roh yang minta di antarkan pulang ke jasadnya. ‘huh sungguh rumit’ batin Luna dalam hati. Ia memutuskan untuk mandi agar pikiran nya segar. Dan juga sebentar lagi ia harus menjenguk eomma Sulli di rumah sakit.

.

“mau kemana Luna-ssi?” tanya Onew yang tiba-tiba muncul di samping Luna yang sedang melamun di dalam bis umum. Terlihat dari tadi Luna memandang ke luar jendela tanpa ada fokus.

“huh—aku akan mengunjungi eomma Sulli” ujar Luna pada Onew yang duduk di sebelahnya. Untunglah saat ini bus sudah mulai sepi penumpang. Dan Luna yang duduk pada bagian belakang kursi bus

“Sulli?” Onew memiringkan kepala. Bingung. Siapa Sulli?

“teman ku”

Sementara itu Onew mengangguk tanda mengerti. Ia memilih untuk diam tanpa menanyakan apapun lagi pada Luna. Karena Onew bisa melihat dari air wajah Luna ia tampak sangat sedih sekali

.

.

Saat ini ke dua nya sudah tiba di sebuah rumah sakit. Luna langsung melangkah kan kaki nya cepat disusul oleh Onew. Sebenarnya Onew tinggal menghilang saja untuk menyusul Luna. Namun, Karena Onew belum terbiasa dengan keadaan nya maka ia berjalan dengan Luna.

‘klek’

Luna membuka pintu sebuah kamar yang bertuliskan nomor 278.

“annyeonghasseo” ucap Luna. Dan segera masuk ke dalam di ikuti dengan Onew yang terus saja mengikutinya di belakang

“ah eonni” ucap Sulli terlihat senang

“bagaimana kabar eomma? Apa kau sudah makan eum?” tanya Luna pada Sulli yang berada di sisi ranjang eommanya

Terlihat Sulli menggelengkan kepalanya pelan. Sementara Luna tersenyum hangat. Ia memberikan sebuah kantung yang bisa di lihat adalah makanan kepada Sulli.

“ini makanlah yang banyak. Aku tidak bisa berlama-lama. Karena ini sudah malam aku harus kembali”

Sulli mengambil kantong plastik itu.

“baik lah aku pulang dulu ne” ucap Luna pamit dengan Sulli. Sulli menganggukan kepalanya sambil tersenyum

“hati-hati eonni”

.

.

Selepas Luna pergi, aku masih terpaku di sini. Di kamar eommanya Sulli. Aku sedikit tertegun dengan ketulusan hati Luna yang ingin sekali membantu eommanya Sulli untuk sembuh. Aku jadi semakin yakin kalau Luna bisa membantuku. Aku berjanji suatu saat aku akan membalas budi baik Luna ini.

.

“huh..” Luna menghembuskan nafas berat nya. Sepertinya ada sesuatu yang mengganjal fikirannya

“Onew..Onew”panggil Luna pada sosok roh yang selalu mengikutinya akhir-akhir ini. Namun, sosok itu tidak menampakan dirinya. ‘apa ia tersesat lagi ya?’ batin Luna.

Namun, dugaan nya salah saat melihat Onew berdiri tegak di hadapannya kini.

“ada apa Luna-ssi?” tanya Onew.

“mulai besok aku akan membantu mu. Besok kita akan ke Busan. Kau tinggal di Busan kan?” Luna berjalan melewati Onew seolah tak perduli bahwa Onew ada di hadapannya

“Luna..?” ucap Onew lirih. Namun tak ada sahutan dari Luna. Ia memilih untuk terus berjalan tidak mengindahkan panggilan Onew

“Luna jika kau merasa lelah lebih baik kau tidak usah membantuku. Aku akan meminta bantuan orang lain. Aku tidak ingin merepotkan mu”

Luna mengehentikan langkahnya sejenak. Kemudian ia berbalik sambil tersenyum tipis.

“aniya! Aku sudah berjanji untuk membantu mu bukan? Jadi tunggu apa lagi ayo pulang. Aku lelah hari ini”

Onew tersenyum mendengar kata-kata Luna. Dalam hati ia bersyukur pada Tuhan karena telah mempertemukannya dengan Luna

.

.

Pagi ini Luna sudah bersiap-siap membereskan segala keperluannya untuk menginap di Busan. Walaupun ke Busan untuk pertama kalinya untuk Luna, ia merasa tidak takut.

“chagy, gwencana?” ucap seorang wanita paruh baya yang di ketahui itu adalah eommanya Luna

“ne eomma” Luna tersenyum seraya memakai ranselnya. Awalnya memang orangtua Luna melarang Luna untuk pergi sendirian ke Busan. Tapi, setelah Luna menceritakan semuanya mengenai Onew akhirnya mau tidak mau mereka mengizinkan putri kesayangan mereka itu berangkat.

“hati-hati sayang” ucap kedua orang tua Luna saat Luna menghentikan sebuah taxi menuju bandara.

Seperti biasa Onew dengan tiba-tiba muncul dan membuat Luna hampir menjerit kaget.

“kau kalau ingin muncul bisa tidak jangan mengejutkan ku eoh?” ucap Luna seraya mengelus dada nya seolah-olah dapat menetral kan detak jantungnya sekarang

“mian hehe..oh iya kau sudah mendapat izin dari orang tuamu?” tanya Onew

Luna mengangguk,”tentu saja”

*skip time

Saat ini Luna dan Onew sudah sampai di Busan setelah beberapa waktu yang lalu mereka ada di atas langit (maksudnya naik pesawat loh haha). Luna yang baru pertama kali ke Busan merasa bingung, apa yang harus ia lakukan sekarang. Matanya menyusuri orang-orang yang ada di bandara ini. Ia mencari sosok Onew yang sejak tadi hilang entah kemana

“hei kau mencari siapa?”

‘tuk’

Luna memukul kepala Onew dengan menggunakan botol mineral yang ada di tangannya.

“yak appayo!” desis Onew seraya mengusap-usap kepalanya

“kau dari mana saja? kau tahu kan aku baru pertama kali ke Busan! Kau ini lain kali jangan menghilang lagi”

Onew hanya mengangguk mendengar kata-kata Luna itu, “maaf”

“huh”Luna menghembuskan nafasnya dan mereka berdua pun mencari hotel untuk menginap

——————–tbc—————————-

Haha😀
bagaimana dengan part A ini apakah membosan kan?
jika ia maka tidak akan saya lanjutkan

Hoho~
saya sadar kalau saya author yang abal-abal

Yang tak suka FF saya silahkan kalian memberikan komentar kalian tapi tidak berupa BASHING!!

oke akhir kata selamat bertemu di part b ^^

2 thoughts on “FF/I FIND YOU MY SOUL/1SHOOT/PART A

  1. Aku suka thor…
    Kebetulan aku ShinyEffects shipper dan anti ShinyKara…
    Aku suka LuNew couple….
    Thor… Jebal.. Lanjutin ne..? Aku penasaran banget…
    Fighting author…!!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s