FF/ King and Queen Aegyo/ SunSun/ part 3

Title          : King and Queen aegyo

Cast          : Sunny (SNSD)

                  Sungmin (Super Junior)
Member Super Junior’s

                  Member SNSD

Rate          : T 16+

Genre        : romance (maybe?)

Author      : Kim Eun Yoo (Okthe dwi sartika)

Fb             : Okthe Dwiie Sartiqqa II

Twitter      : @Eun_Yoo3424

(entertainmentangel.wordpress.com)

 

========================================================================

Preview part 2~

 

Sudah 10 menit Sunny tak juga kembali, apa yeoja tersebut melarikan diri eoh? Haiss ! aku putus kan untuk mecarinya. Tiba- tiba aku melihat Sunny di antara para mahasiswa itu, wajahnya terlihat tak nyaman. Dan hei bukan kah itu genk mahasiswa berandal. Kangin *(mian appa L), Donghae, Eunhyuk dan juga Siwon ? astaga mau apa mereka. Memegang tangan Sunny dan mendudukan nya di tengah-tengah antara mereka berempat. Dan hei! Sekarang Eunhyuk mulai berani memegang dagu Sunny

 

“lepaskan aku!” gertak Sunny

 

“hei kau masih siswi baru di sini jadi jangan melawan pada kami!” bentak Siwon tegas

 

Melihat itu aku pun langsung menghampiri mereka.

 

“hei kalian mau apakan dia ? dia milikku!”

 

======================================================================

 

Author Pov~

 

Sungmin langsung menarik paksa tangan Sunny. Yeoja mungil itu tersentak kaget karena tangan nya di genggam erat oleh Sungmin sekarang

 

“dengar dia sekarang pacarku! Kalian tidak boleh mengganggunya lagi!” sergah Sungmin kepada mereka berempat

 

“hei hyung~ ayolah kami tau kalau kalian hanya pura-pura saja kan? Jadi apa salahnya jika kami bermain sedikit dengan gadis imut ini” kali ini Eunhyuk, namja yang duduk tepat di samping Sunny saat ini. Dan Hei! Berani-beraninya dia sekarang mencolek dagu Sunny

 

“hei! Jauhkan tangan mu itu Lee Hyukjae!” Sungmin menatap EunHyuk tajam kemudian menarik paksa tangan Sunny meninggalkan ruangan kelas itu

 

“aiissh~” Sunny meringis pelan kala Sungmin masih menggengam tangan nya erat—erat sekali

 

Sepertinya Sungmin mengetahui itu dan ia segera melepaskan genggamannya dari tangan Sunny,

“mian..” ucap Sungmin lirih

 

“ah ne~ oh ya gomawo ne sunbae sudah menyelamatkan ku dari namja-namja gila itu” ucap Sunny tulus

 

“cheonma, sebaiknya kau kembali lah kekelas mu” ucap Sungmin lagi tanpa mengalihkan pandangannya menatap lurus kedepan

 

“eum ne” ucap Sunny. Baru beberapa langkah Sunny beranjak dari tempatnya tiba-tiba Sungmin mengatakan sesuatu

 

“lain kali berhati-hatilah”

 

Sunny tersenyum kecil, “sekali lagi gamsahamnida sunbae” ucap Sunny sambil membungkukkan tubuhnya sebentar lalu yeoja itu memilih untuk kembali kekelasnya. Kejadian tadi benar-benar mengejutkannya

 

.

.

 

Saat ini Sungmin sedang berada di ruangan osis. Seperti biasa jika ia merasa bosan ia akan lebih memilih di dalam ruangan ini. Ia merasa nyaman di ruangan ini walaupun hanya sekedar duduk dan melamun saja.

 

Tok-tok-tok

 

Terdengar suara pintu di ketuk oleh seseorang. Sungmin mengangkat wajahnya yang sempat ia telungkup kan di kedua tangannya. “ne masuk lah” ucap Sungmin sambil menunggu seseorang yang datang masuk

 

“ada apa sunbae” ternyata seorang yeoja yang masuk. Sunny. Ia masuk dengan wajah yang suram. Bagaimana tidak, Sungmin yang tiba-tiba mengirimkan sms untuk segera menemuinya padahal ia tadi sedang belajar sastra bahasa yang sangat di gemarinya. Dan ia harus meninggalkan pelajaran itu hanya karena namja itu

 

“seperti biasa belikan aku minuman ne!!” ucap Sungmin, mata nya tidak berpaling dari laptop yang ada di depannya

 

“mwo? Jadi kau menyuruhku hanya untuk membelikan mu minuman saja?” ucap Sunny tak terima.

 

“jangan protes! Cepat belikan saja! ini uangnya!” sergah Sungmin sambil menyerahkan beberapa lembar uang seribu won pada Sunny. Sunny hanya mendengus kesal. Lalu ia kembali memilih untuk pergi dan segera menyelesaikan tugasnya yang di berikan Sungmin

 

.

.

 

Dengan langkah yang cepat Sunny segera pergi dan membeli minuman yang Sungmin suruh. Ia membeli 2 buah soft drink dingin. Yeoja itu kemudian langsung membayarnya dan segera pulang ke sekolahnya. Kalau Park Seon tahu, akan habis Sunny di marahinya

Sunny kemudian menghentikan langkahnya tiba-tiba saat telinga nya tidak sengaja mendengarkan pertengkaran kecil yang terjadi di dalam ruangan osis. Yang ia tahu, di dalam ruangan itu hanya terdapat Sungmin seorang saja. atau jangan-jangan Sungmin sedang bertengkar dengan orang lain?

“dengarkan aku oppa! Aku hanya ingin kita kembali seperti dulu. Aku sadar kalau aku salah jadi ku mohon maafkan aku dan kita kembali dari awal” ucap seorang yeoja yang sangat Sunny kenal suaranya bahwa suara itu adalah suara Tiffany—mantan yeojachingu Sungmin

 

 

“…” namun tidak ada jawaban yang di berikan oleh Sungmin. Ia sepertinya hanya memilih untuk diam tak menanggapi yeoja itu walaupun yeoja bernama tiffany itu terdengar serius

 

 

“oppa aku mohon!” pinta sang Tiffany frustasi

 

“aku minta kau keluar!” pekik Sungmin lantang. Sampai-sampai Sunny ikut terkejut mendengarnya

 

“aku tidak akan keluar jika kau tidak memaafkan aku!”

 

“baiklah jika kau tak mau keluar!”

 

Tiba-tiba terdengar hening. Tak ada suara sekecil apapun yang terdengar. Namun, tiba-tiba terbuka lah pintu ruangan itu dan membuat Sunny mematung melihat siapa yang membuka pintu ruangan itu

 

.

.

 

Sungmin hanya memandang datar sosok Yeoja yang lebih pendek darinya. Yang sekarang ia tahu bahwa yeoja itu Nampak terkejut

 

“m-mianhae, aku t-tid” belum sempat Sunny melanjutkan kata-katanya . tiba-tiba sosok Tiffany keluar. Dan Sunny langsung bertambah canggung melihat situasi seperti ini

 

“apa yang sedang kau lakukan!” ucap Tiffany dingin. Ia menatap Sunny dengan pandangan tak suka

 

“ak-aku hanya” Sunny tak mampung mengatasi kegugupannya yang sangat berlebih. Ia tidak mau di seret kedalam masalah yang sama sekali tak ada hubungan dengannya

 

Namun mata Sunny hampir saja terlepas saat melihat jari-jari Sungmin bertautan dengan jari-jarinya yang mungil itu. ia berusaha untuk melepasnya namun, bukannya nya terlepas tapi malah genggaman Sungmin semakin erat

 

“ayo kita pergi dari sini!” ucap Sungmin cepat  dan langsung menarik tangan Sunny pergi dari sana. Tanpa perlu minta persetujuan sang pemilik tangan itu

 

.

.

 

Saat ini Sungmin dan Sunny sedang ada di bangku taman belakang sekolah. Ya sejak kejadian itu Sungmin tanpa sadar membawa Sunny ke sana. Sekarang posisinya adalah di mana Sungmin sedang duduk dan Sunny berdiri canggung di hadapannya

 

Sesekali Sungmin memijat dahinya yang terasa makin berdenyut. Hal ini benar-benar membuatnya pusing

 

Hening—

 

Tak ada satu pun salah satu di antara mereka yang berani memulai percakapan. Walau hanya sekedar saling menyapa.

Sampai akhirnya Sungmin tersentak saat sesuatu yang dingin menyentuh kulit pipinya.

 

Ia mengangkat wajahnya dan melihat Sunny sedang menempelkan sebuah softdrink dingin pada pipinya sambil tersenyum. Sejenak Sungmin tertegun—namun akhirnya ia tersadar saat gadis itu menggoyang-goyangkan minuman kaleng itu di hadapannya

 

“minumlah” ujar nya seraya tersenyum teduh. Sungmin terdiam tidak mengambil minuman itu. namun, matanya membulat saat melihat Sunny berani-beraninya menarik tangan kanannya dan memberikan softdrink itu. sehingga minuman kaleng itu berpindah tangan dari tangan Sunny ke tangan Sungmin

 

Sunny memberanikan diri untuk duduk di samping Sungmin. Awalnya Sunny takut Sungmin akan memarahinya tapi dugaan nya salah Sungmin sama sekali tidak marah. Bahkan terkesan acuh. Mata Sungmin terus saja menerawang jauh ke depan, pandangannya kosong.

“eum aku harus kembali kekelas sunbae” ucap Sunny sambil membenarkan roknya saat berdiri.

 

“…” namun tak ada jawaban dari Sungmin ia hanya diam.

 

“kalau begitu aku pergi dulu ne, annyeong~” Sunny ingin berniat pergi dari tempat itu tapi ternyata tangan Sungmin sudah terlebih dahulu mencekalnya.

 

GREP

 

Sunny tersentak, saat Sungmin membawanya ke dalam pelukan namja cute itu. Rasanya Sunny ingin memberontak dari sana tapi otak Sunny melarangnya untuk melakukan itu.

 

“sebentar saja” lirih Sungmin yang masih dapat terdengar oleh Sunny.

 

Tak lama Sunny merasakan kalau baju seragam nya sedikit hangat. Ya saat ini Sungmin sedang menangis. Ia tidak menyangka bahwa Sungmin yang terkesan cuek sekarang menangis. Ia terlihat begitu terluka sekarang.

 

.

.

.

 

“Sunny-a kau dari mana saja ?” tanya Sooyoung saat Sunny sudah tiba di kelas. Keadaan sekarang kelas sudah sangat sepi. Seluruh siswa sudah berpergian pulang. Ya ia harus merelakan 4 jam pelajarannya dengan membolos.

 

“hmm aku tadi ada perlu” jawab Sunny sekena nya saja

Sooyoung hanya mengangguk saja menanggapi perkataan Sunny, dan tak lama ia juga memutuskan untuk keluar dari kelas karena ia sudah di jemput oleh namja chingunya.

 

Sunny mendudukkan dirinya pada bangku kelas, sepi.

Ya sekarang ia hanya sendiri saja di ruangan itu, hanya terdengar dentingan jam saja yang terdengar.

 

Huftt~

 

Drrt drtt drrt

 

Sunny tersentak ketika merasakan ponselnya bergetar menandakan ada sebuah pesan yang masuk

 

From : heechul oppa

 

Sunny-a besok kau datang ne! Harus! Kau harus menemaniku ke pasar seni oke

 

Mengapa semua orang seolah-olah kalau Sunny adalah seorang pembantu yang harus menuruti semua keinginanan mereka.

 

To : heechul oppa

 

Baiklah oppa~

 

Pip

 

Sunny mematikan ponselnya, hari ini sungguh membuatnya pusing sekali.

 

.

.

.

 

Sunny mengerjapkan matanya kala matahari pagi sudah menerobos masuk melalui celah-celah fentilasi kamar tidurnya.

Eugh~

 

Sunny melihat ke arah ponselnya. Mati. Ya semalaman Sunny mematikan ponselnya. Saat ia mengaktifkan ponselnya beberapa pesan muncul.

 

Heechul oppa, Sooyoung, Yoona

 

Dengan malas Sunny membuka pesan itu satu-satu, hmm rata-rata semua orang yang mengiriminya pesan memarahinya karena mematikan ponselnya.

 

Sunny beranjak pergi ke kamar mandi untuk mencuci mukanya agar terlihat lebih cerah. Setelah itu ia pun memutuskan untuk turun ke bawah menemui amma atau appa nya. Biasanya jam segini amma dan appa Sunny belum berangkat bekerja.

 

“umma” ucap Sunny manja kepada sang amma yang sedang menyiapkan sarapan di meja makan.

 

“eum..”

 

“aniyo”

sang amma berbalik dan menoleh ke arah Sunny, “oh iya, tadi ada telepon dari teman mu Heechul, ia bilang ponsel mu tak aktif benar?”

 

Sunny mengangguk malas, sambil memasukkan sepotong roti besar ke dalam mulutnya. Sehingga sekarang mulutnya terlihat penuh.

 

“makan lah pelan-pelan, kau ini seorang wanita” tegur sang appa yang masih membaca koran yang di pegangnya. Sesekali ia juga memakan roti isi yang ada di dalam piring.

 

Mendengar itu cepat-cepat Sunny menelan roti itu. Dan terkekeh bersama sang amma.

 

.

.

.

 

“kau ada janji dengan seorang pria eoh?” tanya sang amma sebelum berangkat bekerja.

 

“aniya, ia hanya kakak tingkat ku saja umma” jawab Sunny kali ini ia dengan sekali teguk menghabiskan segelas susu besarnya.

 

“jinja?”

 

Sunny kembali menganggukan kepalanya pelan.

 

Sang amma kembali tersenyum, kemudian ia mengelus pucuk kepala gadis mungil itu. “umma pergi dulu ne,”

“ne, josime umma”

 

.

.

.

 

Sunny berlari tergesa-gesa ketika ia mendapat telpon dari Heechul. Ia di marahi habis-habisan oleh namja itu karena sengaja melupakan janji nya dengan Heechul. Sebenarnya bukan janji sih tapi pemaksaan lebih tepatnya.

 

Dan sekaranng gadis itu sudah tiba di depan pintu gerbang pasar seni menunggu Heechul datang. Hari itu Sunny saat imut. Ia memakai dress selutut dengan rok yang mengembang berwarna biru muda dan topi berwarna senada dengan sepatu yang juga berwarna biru.

 

Tak lama Heechul datang menghampiri Sunny sambil tersenyum senang. Sementara Sunny mengerucutkan bibirnya kesal

 

“ah akhirnya kau datang juga” ucap Heechul

 

“ne”

 

“oh iya kau sangat cantik sekali hari ini” puji Heechul setelah melihat penampilan Sunny dari atas ke bawah terus ke atas lagi.

 

“sebenarnya apa tujuan oppa mengajak ku kemari?” tanya Sunny sakartis

 

Namun bukan nya menjawab Heechul malah menyunggingkan senyuman nya. Senyuman yang menurut Sunny sangat errr.. aneh dan MENCURIGAKAN

 

.

.

.

 

TBC

 

Oke segitu dulu ya ceritanya, hehe~
author ucapin banyak terima kasih buat yang sekadar hanya e re-view dan author sangat mengucapkan terimakasih sekali untuk yang mau mengomen ^^
oke sampai jumpa di part selanjunya yaa~

10 thoughts on “FF/ King and Queen Aegyo/ SunSun/ part 3

  1. udah baca dari part satuu, tapi komennya di part 3 yaaaa wkwk
    sukaaaa ceritaaanyaaa thorr~
    selalu suka apapun ceritanya kalo pairingnya sunsun hwehee
    lanjutkan thor ke part 4 nyaaaa. aku menunngu okeee
    fightingg thorr

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s