FF / I Love You What It’s / YunJae / part 2

vistatrendys6_副本

 

Author : Okthe Dwi Sartika / Kim Eun Yoo

Fb : okthe dwiie sartiqqa II

Twitter : Eun_Yoo3424

Web : entertainmentangel.wordpress.com

Pin : 287FCB65 (promosi hehe)

 

 

Jeongmal Gomawoyo yang udah menyempatkan diri untuk like dan koment FF author..

Maaf gak bisa membalasnya satu persatu ^^
Tapi sekali lagi Gomawo ..

 

Part 2—

 

 

 

 

Setelah Jaejoong memberikan nya nomor ponsel Yunho pulang dengan terus tersenyum. Ya ia senang karena ini merupakan langkah awalnya agar lebih dekat dengan Jaejoong.

 

Ia merebahkan tubuhnya di kasurnya. Lalu mengambil ponselnya dan mengetikan sebuah pesan untuk Jaejoong.

 

To : my BooJaejoongie

hai Jaejoong-ah, kau sedang apa? Apakah kau sudah selesai bekerja? Oh iya maaf jika aku mengganggumu ya, hehe aku hanya ingin mengetest nomor ponsel mu ini

 

Sendà

 

Setelah ia mengirim pesan itu hati Yunho tiba-tiba merasa resah. Apakah Jaejoong akan membalas pesan nya itu atau tidak.  Melihat ekspresi awal Jaejoong saat bertemu tadi.

 

Karena menunggu balasan Jaejoong yang lama. Yunho pun untuk memutuskan mandi dahulu. Membersihkan badannya yang lengket oleh keringat sehabis bekerja tadi.

 

‘pip’

 

Ponsel Yunho berdering saat sebuah pesan masuk. Mendengar ponselnya berdering Yunho cepat-cepat menyelesaikan mandinya. Dengan cepat ia sambar handuk putih miliknya dan melilitkan nya di pinggang

 

From : my BooJaejongie

 

Mata Yunho langsung membulat ketika tahu pesan itu dari siapa dengan cepat ia membuka pesan itu. Betapa senang nya ia ketika Jaejoong membalas pesan itu.

 

Hai juga Yunho-ah, aku baru saja selesai membereskan kedai. Dan selesai mandi. Sekarang aku sedang di kamar. Ah tidak, kau tidak menggngguku sama sekali

 

Begitulah isi pesan Jaejoong untuk Yunho, Yunho kembali tersenyum Boo nya tak menolak  nya. Dengan cepat Yunho mengetik pesan kembali untuk namja cantik itu.

To : my BooJaejoongie

 

Wah kau pasti hari ini sudah bekerja keras, kalau begitu kau istirahat lah. Besok aku akan ke kedai untuk mampir sesudah pulang kerja. Annyeong jumuseyo Jaejoong

 

Send à

 

Yunho kembali mengirim pesan nya

 

Dan tak lama ponsel Yunho berdering kembali,

 

 

From : my BoJaejoongie

 

Baiklah, selamat istirahat juga. Annyeong

 

Setelah melihat pesan itu Yunho pun segera menutup matanya perlahan untuk tidur setelah mengecup ponselnya yang masih tertera pesan Jaejoong. Mimpi indah ya Boo~

 

—————————————————–oOo———————————————-

 

“yeobasseo” ujar Junsu saat menerima telpon sepagi ini di kedainya

 

“yeobasseo, apa benar ini kedai coffee cojjae?” tanya namja yang berada di seberang sana. Suara husky nya sangata terdengar jelas

 

“ne, anda ingin pesan apa tuan?” tanya Junsu yang sempat tertegun mendengar suara itu. Suara yang ia sangat kenal.

 

“aku ingin memesan ramyun dan juga ddoboki”

 

“baiklah, kemana saya harus mengantar pesanan anda?” tanya Junsu

 

“apartement ku, apartement shinki di jalan sun lantai 3 YJ” ujar pria bersuara husky itu lagi

 

“baiklah, terima kasih kami akan mengantar pesanan anda tuan” ujar Junsu. Dan mengakhir panggilan itu

 

“Hyung ramyun dan ddoboki satu ya, di lunch box” ujar Junsu pada Jaejoong yang sebenar nya adalah juru masak nya di kedai itu. Sementara Junsu dan Karam merangkap tugas.

 

Jaejoong mengangguk tanda mengerti dan segera membuat bahan-bahan itu.

 

Junsu melamun. Ia sangat kenal dengan suara namja itu. Namja bersuara husky yang sangat ia rindukan. Yoochun—Park Yoochun. Mantan pacarnya dulu.

 

Ya dulu Junsu dan Yoochun pernah berpacaran. Namun, saat Yoochun akan melamar Junsu untuk menikah, Junsu menolaknya. Junsu tak mau meninggal kan Jaejoong sendiri kelak jika ia menikah. Maka dari itu Junsu memutuskan hubungan nya secara sepihak. Sepihak ? ya sebenar nya Yoochun tak mau berpisah dengan Junsu. Ia mau saja jika Jaejoong nanti akan ikut mereka setelah ia menikah dengan Junsu. Toh ia akan senang artinya Junsu akan ada teman jika Yoochun suatu saat ia tak pulang karena berada di luar kota atau luar negri.

 

Namun, dengan segala alasan Junsu tetap menolak untuk menikah. Membuat Yoochun mau tak mau menuruti kata-kata kekasih nya itu. Ya Yoochun terlalu mencintai Junsu. Sampai saat ini pun Yoochun masih mencintai Junsu dan menunggu Junsu untuk membuka hatinya.

 

Setelah Junsu memutuskan hubungan nya dengan Yoochun. Yoochun pindah bekerja di Jepang. Dan itu yang membuat Junsu dan Yoochun semakin merenggang. Dan setelah 3 tahun ia di Jepang. Yoochun kembali ke Korea.

 

Junsu masih saja melamun, saat Jaejoong berada di hadapan nya.

Melihat tingkah adik nya itu Jaejoong langsung memegang bahu Junsu pelan. Membuat namja bersuara lumba-lumba itu tersadar dari lamunannya.

 

“ada apa? Kenapa kau melamun?” ucap Jaejoong menggunakan bahasa isyarat dengan menggunakan tangan nya. Dan juga ekspresi wajahnya menampakkan wajah khawatir.

 

Junsu menggeleng perlahan. Dan mengambil lunchbox yang di pegang Jaejoong.

 

“aku tak apa, hyung tak usah khawatir. Aku pergi dulu”  ujar Junsu seraya berlalu dari hadapan hyung nya itu yang menatapnya dengan wajah heran.

 

‘Junsu-ie kenapa ya? Apa dia ada masalah?’ batin Jaejoong.

 

 

@apartement shinki

 

Junsu memasuki sebuah lift yang akan membawanya kelantai 3 tempat di mana pelanggannya berada.

 

Ting

 

Pintu lift terbuka.

 

Junsu pun segera melihat selembar kertas yang di ada di dalam kantung celana nya.

 

‘alamatnya sudah benar tinggal mencari kamar YJ, ah itu dia’ batin Junsu

 

Ia segera mempercepat langkahnya saat sudah menemukan apartement pelanggan nya.

 

Tok

Tok

Tok

 

Junsu mengetuk pintu itu dan menunggu sang empunya keluar. Namun, saat ia melihat siapa yang keluar dari pintu itu Junsu menahan nafasnya

 

Firasatnya benar, Yoochun kembali.

 

“Junsu?” ucap Yoochun dengan suara husky nya

 

Junsu membungkuk. Ia mencoba untuk bersikap formal dan seolah olah tak kenal dengan Yoochun

 

“maaf tuan ini pesanan anda, semuanya 20ribu won” ujar Junsu seraya memberikan kotak makan itu pada Yoochun yang masih menatap nya dengan intens

 

Karena tak dapat respone dari Yoochun, Junsu kembali berkata “tuan kau ingin bayar atau tidak aku harus mengantarkan pesanan yang lain”

 

Yoochun tersadar dan segera mengambil kotak makan itu dan mengambil beberapa uang ribuan.

 

“gomawo Junsu” ujar nya lirih. Sedikit kecewa mendapat sikap Junsu yang sangat terkesan cuek dan dingin terhadapnya.

 

“annyeong” Junsu pun segera berlalu dari hadapan Yoochun. Ia tak sanggup jika harus terus berada dekat dengan namja ini. Bisa-bisa ia langsung memeluk namja ini. Tapi tidak boleh ia dan Yoochun sudah tak ada hubungan lagi.

 

————————————————oOo————————————————

 

Hari ini kedai sangat ramai, sehingga membuat Junsu, Karam dan juga Jaejoong sedikit kewalahan. Namun, mereka senang karena bisa tutup lebih awal karena semua makanan dan minuman hari ini habis.

 

“huaaa senang nya” pekik Karam sesekali ia merentangkan tangan untuk merenggangkan otot-ototnya yang terasa kaku.

 

“baiklah jika kau ingin pulang, kau boleh pulang Karam-ssi” ujar Junsu

 

Karam mengangguk dan segera mengambil tas punggungnya. “Jae hyung, Junsu aku pulang ya byee~” ujar Karam

 

“ne” ujar Junsu

 

Sementara Jaejoong menganggukan kepalanya dan tersenyum seraya lambakan tangan nya.

 

Jaejoong menarik tangan Junsu untuk duduk di hadapan nya. Ia penasaran dengan tingkah adiknya hari ini yang sedikit melamun.

 

“Junsu-ie kau kenapa? Apa kau ada masalah?” tanya Jaejoong dengan bahasa isyarat nya

 

Junsu menatap wajah hyung nya itu ragu. “Yoochun hyung” ujar Junsu lirih

 

Jaejoong menautkan alisnya. Yoochun kenapa tiba-tiba Junsu mengucapkan nama namja itu. Apakah ia bertemu dengan nya

 

“aku bertemu dengan nya tadi siang” gumam Junsu

 

Membuat Jaejoong semakin membulatkan matanya. “lalu?” Jaejoong kembali memberikan bahasa isyarat dengan Junsu

 

Junsu menggeleng, sementara Jaejoong menghembuskan nafasnya. Ia merasa bersalah dengan keadaan hubungan Junsu dan Yoochun. Jaejoong merasa bahwa ia lah penyebab putusnya hubungan Junsu dan Yoochun

 

Saat kedua kakak beradik ini sibuk dengan fikirannya masing-masing. Seorang namja tampan memasuki kedai ini

 

Namja itu Jung Yunho. Hei bukan kah ia telah berjanji kemarin ia akan mampir.

 

Jaejoong tersenyum ke arah Yunho, begitu juga dengan Junsu.

 

“kalian tutup lebih cepat kali ini?” tanya Yunho

 

“ne, maaf jika kau ingin pesan. Semuanya sudah habis” ujar Junsu

 

“ah tak apa, oh ya karena di sini makanan nya habis. Aku ingin mengajak kalian makan bagaimana?” tawar Yunho

 

“kau pergi saja dengan Jaejoong hyung” Junsu tahu kalau Yunho dan Jaejoong perlu waktu berdua.

 

Namun, karena Jaejoong terlalu polos atau apa Jaejoong menolak. Ia menahan lengan Junsu dan menggeleng pelan

 

“aku tak akan pergi kalau kau tak pergi juga”

 

“aku ada urusan hyung, lagi pula tak apa kau bisa membawakan ku makanan bukan. Kau tenang saja” ujar Junsu memberikan pengertian pada hyung kesayangan nya ini

 

Tak lama Jaejoong tersenyum. Lalu mengambil note yang ada di dalam saku bajunya. Dan menulikan kata-katanya

 

“kita akan kemana Yunho-ssi”

 

Yunho tampak berpikir, “ah bagaimana ke restauran langganan ku. dan aku akan traktir. Nanti kita juga bisa bawakan untuk Junsu” ujar Yunho

 

Jaejoong menatap Junsu yang menganggukan kepalanya dan menunjukan kedua jempolnya. Jaejoong kembali menatap Yunho dan menganggukan kepala tanda setuju dengan tawaran Yunho.

 

Dan setelah itu Yunho dan Jaejoong segera berlalu meninggal kan kedai itu menuju restaurant yang di maksud oleh Yunho

 

Di mobil baik Yunho maupun Jaejoong tak berkomukasi sama sekali. Sesekali Yunho melirik ke arah namja yang berada di sampingnya ini yang sendari tadi hanya menatap pemandangan di luar jendela mobil

 

“Jaejoong-ah?” panggil Yunho yang membuat Jaejoong menoleh

 

“kau tak suka ya jika aku ajak jalan” gumam Yunho

 

Jaejong menggelengkan kepalanya lalu mengacungkan kedua jempolnya sambil tersenyum tanda ia suka. Yunho yang mengerti itu langsung ikut tersenyum

 

Dan Yunho kembali fokus kembali kejalan.

Keadaan kembali sunyi setelah perbincangan singkat tadi.

 

 

————————————–oOo———————————————-

 

Saat ini Junsu menatap sebuah foto di layar ponselnya. Di foto itu terdapat wajah dirinya dan juga Yoochun. Foto itu di ambil sekitar 4 tahun lalu. Saat Yoochun dan junsu masih bersama. Saat mereka masih mengenakan baju seragam.

 

Perlahan Junsu mengusap air mata yang mengalir di kedua pipi chubby nya. Sungguh saat ia melihat sosok Yoochun berdiri di hadapannya ia ingin sekali memeluk namja itu tapi ia ingat ia sudah tak ada hubungan lagi dengan namja itu.

 

“aku benar-benar merindukan mu Chunnie~” gumam Junsu lirih

 

Ia manenggelamkan kepalanya di antara tangan dan meja kedai itu. Menangisi masa lalu nya bersama dengan namja yang sangat ia cintai.

 

——————————–OoO—————————-

 

Saat ini Yunho dan Jaejoong telah sampai di sebuah restauran yang cukup mewah. Dengan langkah ragu Jaejoong memasuki restaurant itu bersama dengan Yunho yang berada di depannya.

 

Mata Jaejoong berbinar saat melihat keadaan restaurant ini. Sangat design klasik dan juga mewah.

 

Jaejoong menahan lengan Yunho, membuat namja tampan ini menoleh ke pada namja cantik yang berada di belakangnya.

 

“ada apa Jae?” tanya Yunho melihat tingkah Jaejoong yang terus memegang erat tangan nya

 

Jaejoong mengambil note nya dan menuliskan kata-kata “Yun, ini kan restaurant mahal, kita pindah tempat lain saja ya. Jangan di sini” Jaejoong memperlihat kan note itu pada Yunho.

 

Yunho tersenyum manis, bibir hatinya sedikit mengembang melihat tingkah Jaejoong itu. Oh ayolah Jae, kau tak tahu bahwa Jung Yunho adalah pewaris tunggal Jung Corp ? jadi untuk hal sekecil ini tak jadi masalah untuknya.

 

“kau tenang saja” ujar nya lembut seraya mengenggam tangan Jaejoong yang berada di lengan nya. Lalu membawa tubuh kecil Jaejoong ke sebuah kursi yang telah tersedia.

 

“ah silahkan tuan anda ingin pesan apa?” tanya seorang pelayan kepada Yunho.

 

Yunho melihat menu makanan itu dan mulai memilih makanan yang ia suka.

 

“aku pesan beef america sauce, dan chiken wigs, minumannya aku pesan cola saja. Kau pesan apa Jae?” tanya Yunho saat melihat Jaejoong yang hanya memandangi buku menu itu.

 

Jaejoong menatap Yunho. Lalu kembali menuliskan kata-kata di notenya. “aku sama sepertimu”

 

Yunho mengangguk, “baiklah masing-masing 2 ya” ujar Yunho pada pelayan itu. Dan pelayan itu pun langsung berlalu dari hadapan mereka.

 

“kau kenapa wajahmu begitu Jae kau tak suka?” tanya Yunho. Ia melihat wajah Jaejoong yang tampak tak ceria.

 

Jaejoong mengoyang goyang kan tangan nya dan juga kepalanya.

 

“tidak Yun, aku suka. Tapi makanan di sini terlalu mahal” ia menulis di note nya kembali dan menunjukkan nya pada Yunho

 

“kan sudah ku bilang kau tenang saja eum”

 

Jaejoong pun mengangguk, bagaimanpun ia berusaha menjelaskan pada Yunho ini adalah restauran mahal tetap saja Yunho bilang tak apa.

 

————————————–oOo———————————–

 

Setelah menunggu akhirnya pesanan mereka datang, maa Jaejoong kembali berbinar melihat makanan yang eumm. Begitu sedap. Baunya saja sudah enak apalagi rasanya bukan?

 

“gamsahamnida” ucap Yunho pada pelayan itu. Sementara Jaejoong hanya tersenyum pada pelayan itu sebagai ucapan terima kasih

“nah selamat makan Jae” ucap Yunho lalu mengiris beef yang ada di hadapan nya dan segera melahapnya begitu pula dengan Jaejoong.

 

“bagaimana enak?” tanya Yunho

 

Jaejoong mengangkat kedua jempolnya seraya tersenyum. Sungguh ini enak sekali, rasanya Jaejoong ingin juga membuat masakan seperti ini.

 

“kalau begitu cepat habiskan dan kita pulang. Oh ya aku hampir lupa aku juga akan membungkuskan untuk Junsu”

 

Jaejoong hanya tersenyum mendengar kata-kata Yunho. Ia masih telalu senang memakan makan enak seperti ini. Rasanya menyenangkan.

 

————————————-OoO—————————————–

 

Setelah selesai, Yunho dan Jaejoong pun segera pulang. Ini juga sudah malam. Dan Jaejoong tak tega meninggalkan Junsu sendirian.

 

Dan saat ini Jaejoong dan Yunho sudah tiba di depan kedai Jaejoong. Ya rumah Jaejoong memang menjadi satu dengan kedai tersebut

 

Jaejoong kembali menulis di note nya

 

“Yunho terima kasih untuk hari ini. Dan ini aku akan mengganti uangmu yang terpakai”

 

Jaejoong memberikan note itu pada Yunho beserta beberapa lembar uang pada Yunho.

 

Dengan cepat Yunho menggeleng melihat tingkah Jaejoong itu “tak perlu Jae kan aku yang traktir”

 

“sebaiknya kau cepat masuk ne, pasti Junsu sudah menunggumu” ujar Yunho seraya membukakan pintu.

 

Namun Jaejoong mesih tetap ingin mengganti uang Yunho. Dan dengan terpaksa Yunho mengambilnya

 

“baiklah, sebaiknya sekarang kau cepat masuk ne” ujar Yunho

 

Jaejoong pun segera keluar dari mobil Yunho dan tersenyum. Ia membungkukkan tubuhnya sebentar lalu segera masuk ke dalam

 

Yunho hanya bisa melihat sosok Jaejoong yang menjauh darinya, setelah Jaejoong menghilang Yunho menatap uang itu. Sebenarnya ia tak mau menerimanya tapi Jaejoong tetap memaksa. Jadi, mau tak mau Yunho mengambilnya. Dan tampa ia sadari ia tersenyum melihat prilaku namja cantik itu. Namja yang mampu memikat hatinya saat ini.

 

 

T

B

C

 

Hehe mian ya author cut disini..

Gimana ceritanya? Makin aneh ? ya mohon di maklumi saja ne..

Otak author yang pas-pasan memang menjadi kendala hehe

 

Oke sekali lagi jangan lupa RCL , gak mau juga gak apa. Yang mau aja silahkan \(^^)/

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s